BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Aku Akan Menghancurkanmu!


__ADS_3

“Tentu, Nak. Ayah akan membantumu,” jawab Roy.


“Kita akan bicara nanti,” ucap Roy pada Rosa.


“Kalau begitu aku permisi dulu, Pak, Bu,” pamit Lisa yang langsung pergi dari acara itu sebelum selesai.


Saat Lisa telah keluar dari gedung dan berjalan pulang, Rosa berjalan menyusulnya.


“Hei ****** sialan!” panggil Rosa.


Lisa menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menunggu Rosa yang berjalan ke arahnya.


“Aku akan membunuhmu. Aku akan menghancurkanmu. Aku akan membuatmu merasa seperti berada di neraka. Aku akan membuatmu memohon agar aku lebih baik membunuhmu!” ancam Rosa.


Lisa hanya tersenyum lalu tertawa saat mendengar ancaman Rosa yang tidak berarti apa-apa baginya.


“Hahaha. Kamu akan membuatku memohon agar kamu membunuhku? Itu terdengar tidak asing.”


“Namun, kamu tidak boleh mengatakan itu sekarang. Apa yang sedang kupikirkan, kenapa aku melakukan hal seperti ini, dan apa yang sedang aku rencanakan.”


“Kamu bahkan tidak tahu itu semua. Bagaimana kamu bisa membunuhku, sedangkan kamu tidak bisa menemukanku selama ini? Apa yang bisa kamu lakukan?”


“Kenapa aku harus menemukanmu? Aku akan segera menghancurkanmu,” Rosa kembali mengancam yang sama sekali membuat Lisa tidak takut.

__ADS_1


“Sssttt. Lakukan ini saja. Bagaimana jika kamu memikirkan, kenapa hal seperti ini terjadi kepadamu? Kamu tidak pernah memikirkan itu.”


“Kamu selalu menjadi penyerang bukan korban. Orang yang mengalami kemalangan sering menanyakan hal itu.”


“Kamu selalu mempertanyakannya dan tidak pernah menemukan jawaban untuk itu, hingga perlahan jiwamu mati karena itu,” ucap Lisa.


Rosa hanya diam dan mencoba memahami apa maksud ucapan Lisa.


“Kenapa? Kenapa itu terjadi?” tanya Lisa yang mendekatkan wajahnya ke Rosa.


“Jika kamu menemukan jawabannya, mungkin aku akan sedikit melunak kepadamu,” ucap Lisa yang melotot pada Rosa.


“Sayang,” Roy memanggil Rosa di depan gedung.


Roy pun menghampiri Rosa karena tidak menoleh saat dipanggilnya.


“Seharusnya kamu bicara denganku,” ucap Roy yang datang saat Lisa berjalan pergi.


***


Sore hari menjelang malam pun tiba. Tepat saat pesta ulang tahun Ayu selesai, tamu undangan bergegas pulang meninggalkan TK.


Begitupun dengan Rosa dan Roy, mereka terlihat sedang cekcok adu mulut saat akan naik mobil.

__ADS_1


“Masuklah!” Roy menyuruh Rosa masuk ke mobil.


“Orang-orang sedang melihat kita. Kamu mau mereka melihat kita bertengkar di luar mobil. Cepat masuk!” Roy yang langsung menarik tangan Rosa untuk masuk ke mobil.


“Lepaskan aku!” ucap Rosa.


Tapi percuma saja, tenaga Roy lebih besar untuk menarik Rosa.


Mereka melanjutkan pembicaraan di dalam mobil.


“Aku marah karena kamu berselingkuh dariku. Namun, kamu malah memilih wanita yang tidak seharusnya,” ucap Rosa kesal.


Roy tak menghiraukan ucapan istrinya sedikitpun apalagi menjawabnya.


“Kamu tahu seberapa menjijikannya itu bagiku? Aku tidak akan pernah memaafkannya. Aku akan membalas perbuatannya.” lanjut Rosa.


“Aku yang memulai ini. Dia tidak bersalah. Salahkan saja aku,” ucap Roy tanpa melihat ke istrinya.


“Setelah kamu melakukan semua ini, kamu masih mencemaskannya? Bukan aku?” tanya Rosa yang matanya mulai berkaca-kaca.


“Aku tahu perasaanmu. Karena itu aku menyuruhmu membenciku saja,” balas Roy.


“Hhh. Sulit dipercaya. Lalu? Kamu mau bagaimana?” tanya Rosa.

__ADS_1


“Maafkan aku,” ucap Roy singkat.


“Maafkan aku? Hanya itu yang bisa kamu lakukan?” tanya Rosa.


__ADS_2