
“Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan, asal kamu memaafkanku. Jika memang harus mati, aku akan melakukannya,” ucap Roy.
Lisa kaget mendengar ucapan Roy yang siap mati hanya untuk dimaafkan olehnya.
Sekian lama mereka berbincang di dalam mobil, mereka telah sampai di depan rumah Lisa. Kemudian, Lisa turun dari mobil tanpa sepatah kata lalu masuk kedalam rumah.
***
Keesokan harinya, terlihat Rosa yang baru bangun dari tidurnya dan langsung kesal saat ia memikirkan tentang gugatan yang dibuat Lisa.
Rosa menelpon John dan bertanya, mengapa ayahnya tidak melakukan apapun untuk mencegah Lisa.
“Kenapa ayahku tidak bertindak? Kenapa dia membiarkan Lia membuat tuduhan konyol ini? Menyebalkan sekali. Datanglah ke villaku, John!” ucap Rosa.
“Baik, Bu Rosa,” jawab John dari telepon.
Rosa pun mematikan teleponnya, lalu bergegas menuju villa.
Sesampainya Rosa di villa, ia masuk dan melihat Lisa yang telah duduk menunggu kedatangan Rosa.
Rosa sangat terkejut ketika melihat Lisa yang berada di villanya, dan bukanya John.
“Kenapa kamu berada disini? Bagaimana kamu tahu tempat ini? Bagaimana kamu bisa masuk kesini?” tanya Rosa yang sangat panik dan terkejut.
Lisa yang sedang duduk di meja makan hanya tersenyum dan mengatakan.
__ADS_1
“Setelah semua yang terjadi, kamu masih belum sadar, kalau aku tahu segalanya tentang dirimu? Aku butuh 13 tahun untuk menyiapkan ini.”
Rosa berjalan mendekati, lalu membentak Lisa dan mengusirnya.
“Cepat keluar dari sini!!”
“Hahahah. Duduklah,” Lisa tertawa dan menyuruh Rosa untuk duduk dan mengobrol bersama.
Rosa duduk di kursi tepat depan Lisa, dan berkata.
“Tidak mudah menjatuhkan keluargaku. Kamu tidak akan pernah bisa lolos.”
“Sam telah kubuat menjadi cacat. Begitupun dengan Sung, ia sedang mencari cara untuk menyelamatkan dirinya sendiri, dan Pimpinan Roy berusaha tetap ada di sisiku untuk bertahan,” ucap Lisa.
“Astaga. Sepertinya hanya kamu yang terjebak sendirian, tanpa rencana apa pun. Mungkin, kamu akan disalahkan sendirian atas tuduhan pembunuhan itu.”
Rosa semakin takut dan panik mendengar ucapan Lisa yang sangat provokatif.
“Kamu akan kehabisan tempat tujuan. Tidak ada lagi orang disekitarmu yang bisa menjagamu. Kamu akan segera hancur. Apa yang akan kamu lakukan?” lanjut Lisa.
“Sungguh tidak masuk akal,” ucap Rosa.
“Baguslah kita saling mempunyai kesamaan. Kita sama-sama tahu, ketakutan akan lebih menakutkan saat mendekati kita, bukan saat tepat di depan kita.”
“Ketakutan bukanlah hal terburuk saat kamu menghadapinya, ketakutan sejati adalah, mengetahui bahwa kamu akan dikalahkan.”
__ADS_1
“Aku paham kamu mempunyai keinginan. Kamu seharusnya tidak mencari musuh,” ucap Lisa yang kemudian mengambil pisau buah dan menyayat jarinya sendiri hingga darahnya menetes.
“Aku dan orang tuaku telah menumpahkan darah. Sekarang, kamu dan keluargamu akan menumpahkan darah.”
“Aku akan menyebarkan darah kalian di makam ayahku, agar dia tahu kematian kalian. Sampai seluruh dunia berlumuran darah kalian, aku akan melakukan itu,” ucap Lisa yang menatap tajam mata Rosa.
Rosa semakin ketakutan hingga tangan dan kakinya bergetar.
Lisa berdiri dan bergegas pergi dari villa, untuk meninggalkan Rosa yang sedang merasakan ketakutan yang luar biasa.
***
Di waktu yang sama, Roy sedang mengadakan konferensi pers di perusahaannya sendiri untuk mengakui semua kesalahannya dan mengungkapnya ke publik.
Konferensi pers itu disiarkan secara langsung di seluruh stasiun TV dan media sosial, sehingga masyarakat dapat melihatnya.
“Aku mengakui tuduhan yang diajukan oleh Asosiasi Korban IP. IKIP adalah perusahaan yang ingin kami beli.”
“Kami menawarkan kesepakatan 13 tahun lalu yang ditolak dan ada konspirasi untuk mengambil alih perusahaan dengan paksa.”
“Dalam proses pengambilannya, CEO perusahaan IKIP, Tom, terpaksa kehilangan nyawanya. Dia wafat akibat luka penyiksaan dan itu pembunuhan berencana.”
“Begitupun kematian istrinya, dan Tin, yang baru saja dikabarkan meninggal beberapa hari yang lalu, semuanya berkaitan. Aku mendukung untuk mengadakan penyelidikan secara lanjut harus dilakukan.”
Roy menjelaskan semua kejadian dengan detail di konferensi pers itu, lalu kembali ke kantornya dan menulis surat pengunduran diri dan pergi menjauh dari orang-orang sekitarnya.
__ADS_1