BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Disini Sangat Berbahaya!


__ADS_3

Saat mereka sudah berjalan lebih awal, Lisa menghampiri Jack untuk mengatakan sesuatu.


“Kamu tidak boleh datang kemari. Disini sangatlah berbahaya,” ucap Lisa pelan.


“Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu, Lia,” ucap Jack yang heran melihat keberanian Lisa.


“Anggota Dewan Jack. Mobilmu sudah siap,” panggil Sam yang sudah berada di halaman rumah Sung.


“Jaga dirimu baik-baik, Lia,” ucap Jack sebelum pergi meninggalkan Lisa.


Jack pun meninggalkan Lisa disana dan bergegas menuju mobilnya untuk pulang.


Lisa pun juga ikut berpamitan pada Rosa, Sung dan Sam untuk pulang dan menyusul Jack ke apartemennya.


Di apartemen Jack, terlihat Jack yang baru sampai dan akan menaiki lift.


Sebelum lift tertutup, Lisa datang dan menahan lift. Lisa pun ikut masuk ke dalam lift bersama Jack.


“Lia,” ucap Jack yang kaget melihat Lisa yang mengikutinya.


“Kenapa kamu mengunjungi rumah Sung? Pasti berkaitan dengan urusanku, bukan?” tanya Lisa yang nafasnya tak karuan karena mengejar dan penasaran tujuan Jack mengunjungi rumah Sung.

__ADS_1


“Atur nafasmu dahulu. Mari mengobrol saat kita telah sampai di apartemenku,” jawab Jack.


Lift pun telah sampai di lantai apartemen Jack berada. Mereka keluar lift dan masuk ke dalam apartemen.


Jack langsung menyiapkan beberapa makanan di meja makannya untuk Lisa sesampainya di apartemen.


“Ini. Kamu pasti belum makan. Ayo, ambilah,” ucap Jack yang memberikan sendok pada Lisa.


Lisa pun mengambil sendok yang diberi Jack.


“Mereka orang yang sangat berbahaya,” ucap Lisa.


“Aku melakukan yang sudah seharusnya aku lakukan,” ucap Lisa.


“Ini terlalu sulit untukmu,” ucap Jack memberitahu Lisa.


“Kamu akan membantuku melawan mereka, Pak Jack?” tanya Lisa.


“Ya. Itulah alasanku. Kamu masih memanggilku Pak Jack seperti saat kamu masih remaja. Bukankah itu berarti kamu sedikit berubah pikiran?” ucap Jack.


Lisa hanya diam dan berusaha memahami Jack.

__ADS_1


“Lia. Seperti yang kamu tahu, bahwa aku sudah tidak punya keluarga sejak lama. Dulu hanya ayahmu yang bisa kuandalkan.”


“Setelah dia meninggal, aku sendirian lagi. Sekarang, hanya kamu yang kumiliki. Kamu sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. “


“Kamu mungkin merasa aneh saat aku menganggap kamu dan ayahmu sebagai keluargaku, padahal kita bukan keluarga. “


Namun aku sadar, bukan hanya darah yang bisa membentuk keluarga. Saling menyayangi dan suatu ikatanlah yang membentuk sebuah keluarga.”


Jack menjelaskan panjang lebar mengenai keadaan waktu itu.


Lisa pun masih terdiam saat mendengar ucapan Jack. Lisa tak tahu harus mengatakan apa lagi.


“Lia. Kini usiamu masih dibawah 30 tahun. Kamu masih sangat muda. Kamu bisa belajar dari mereka, dan semua kejadian yang telah kamu alami. Kamu masih layak untuk mendapatkan bantuan. Aku bisa memahami sepenuhnya tekadmu untuk balas dendam,” lanjut Jack.


Lisa hanya menganggukkan kepalanya menandakan memahami apa maksud ucapan dari Jack.


“Kaldu sup-nya sudah mulai dingin. Makanlah dulu. Apa kamu tidak lagi berselera makan? Mau ku ambilkan ubi lapis gula? Atau Roti selai? Itu hidangan favoritku. Gula sangat bagus dikonsumsi ketika stress,”


“Tidak perlu. Aku akan habiskan makanan ini,” jawab Lisa yang langsung menarik piring dan mangkok sup untuk dia makan.


Setelah menghabiskan makanan yang telah disiapkan Jack, Lisa pamit untuk kembali pulang ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2