
“Cantik,” jawab Roy singkat.
“Beri tahu klienku, sekarang juga aku akan berangkat untuk meresmikan ‘LY PAY’ di bursa,” ucap Roy pada asistennya.
“Baik, Pak,” jawab asisten Roy yang langsung menghubungi klien.
“Ayo, Sayang,” ajak Rosa untuk cepat pergi dari sana.
Sebelum membalikkan badan dan pergi, Roy melihat Lisa yang masih duduk di ruangan itu beberapa detik, lalu pergi meninggalkannya.
Begitupun Lisa, dia berpikir, apakah Roy benar-benar telah berbaikan bersama istrinya atau hanya sekedar berpura-pura.
Lisa mengambil handphonenya, lalu menelpon Jack dan bergegas menuju apartemen Jack.
Setibanya Lisa di apartemen Jack, mereka duduk bersama untuk melihat berita di TV.
Berita itu menayangkan Roy dan Rosa yang sedang meresmikan ‘LY PAY’ atas terdaftarnya di bursa efek Amerika.
“Dia sama sekali tidak seperti orang yang mengetahui bahwa suaminya telah berselingkuh. Entah mereka berpura-pura bahagia atau hanya berpura-pura,” ucap Jack.
__ADS_1
Lisa hanya diam dan masih memandangi layar TV.
“Pimpinan Roy tidak mengatakan hal lain padamu sejak itu? atau menelponmu?” lanjut Jack.
Lisa hanya menggelengkan kepalanya tanpa menoleh sedikitpun.
“Sebaiknya kamu mengubah rencana. Karena, mungkin ini tidak akan berjalan sesuai dengan rencanamu sebelumnya, dan kurasa mereka tidak akan bercerai. Mengingat perbuatannya kepada orang tuamu, aku sangat mencemaskanmu. Mari kita pikirkan tindakan lain untuk membalasnya,” ucap Jack yang langsung mematikan TV menggunakan remot.
“Meski kemungkinan sesuatu yang buruk terjadi padaku, aku tidak akan menyesalinya. Lagi pula, orang yang bernama Lia sudah lama pergi dari dunia ini,” ucap Lisa.
Jack kaget dan menatap Lisa.
“Namun, ada satu hal yang menggangguku. Bu Tin lah orang itu. orang yang kupanggil ibu saat aku berada di rumah,” ucap Lisa yang balik menatap Jack.
“Kenapa kamu tidak mengkhawatirkan dirimu sendiri dan malah mengkhawatirkan orang lain?” tanya Jack yang heran dengan ucapan Lisa.
Lisa pun tersenyum dan…
“Maaf, jika aku telah banyak membebanimu, Pak Jack,” jawab Lisa.
__ADS_1
“Jangan pernah meminta maaf lagi, Lia. Aku berjanji selalu membantumu dengan segala kekuasaan yang aku miliki saat ini.”
“Istirahatlah. Terimakasih untuk semua yang pernah kamu lakukan padaku,” ucap Lisa yang sekalian pamit untuk pulang.
Lisa berdiri dan mengambil tasnya lalu berjalan menuju pintu untuk keluar.
“Lia!” panggil Jack sebelum Lisa sempat membuka pintu.
Lisa berhenti dan membalikkan badannya kembali.
“Kamu pernah bertanya kenapa aku baik kepadamu. Karena aku tidak ingin membebanimu dengan perasaanku padamu,” ucap Jack yang berjalan mendekat.
“Namun, kini aku berubah pikiran. Mulai sekarang aku akan sedikit membebanimu. Kamu berkata, tidak akan ada yang sedih jika kamu menghilang? Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu? Mungkin tidak ada siapapun, tapi setidaknya ada aku. Aku sangat memperdulikanmu, lebih dari diriku sendiri. Aku mencintaimu, Lia.”
Saat mendengar ucapan Jack, mata Lisa mulai berkaca-kaca terharu.
“Setelah bertemu denganmu lagi, dan menghabiskan waktu bersamamu, aku menyadari betapa berartinya kamu bagiku.”
“Aku bahkan tidak keberatan jika kamu bersama Roy ataupun Blind suamimu sendiri. Aku hanya berharap kamu aman dan baik-baik saja.”
__ADS_1
“Hanya itu yang kupikirkan, Lia. Dunia mungkin runtuh dan semua orang meninggalkanmu, tapi aku akan selalu ada untukmu.”
“Pak Jack. Aa Aku…” ucap Lisa yang terbata bata.