BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Ruang Rahasia Roy


__ADS_3

Malam harinya, Lisa mengantar Ayu pulang. Mereka pun telah sampai di rumah Roy. Beberapa pembantu Rosa telah menyambutnya, saat Lisa dan Ayu masuk ke dalam rumah.


Saat para pembantu sibuk membereskan barang-barang yang dibawa Ayu, Lisa pun melancarkan aksinya.


“Ayu. Bolehkah aku memakai komputer yang ada di rumah ini? Aku harus mengubah sesuatu tentang kelas baletku,” ucap Lisa.


“Di ruang kerja Ayahku ada komputer, Tante. Tapi jika kamu masuk kesana saat ayahku tidak ada, Ayahku pasti marah,” ucap Ayu.


“Benarkah?” tanya Lisa pura-pura terkejut.


“Benar, tapi aku selalu masuk kesana saat Ayahku tidak ada, ahahaha,” ucap Ayu sambil tertawa,” ucap Ayu yang tertawa.


“Kamu pasti sudah semakin besar, Nak,” ucap Lisa.


Ayu mengantar Lisa ke ruang kerja pribadi Roy. Saat mereka telah masuk ke dalam ruang kerja Roy, Lisa mengalihkan perhatian Ayu.


Ia menyuruh Ayu untuk menunjukkan sepatu baletnya pada Lisa. Agar Lisa bisa sendirian.


Saat Ayu telah pergi dari sana, Lisa menutup pintu dan segera mencari berkas-berkas IP Group yang bisa digunakan untuk menjatuhkan perusahaan IP Group.


Lisa belum menemukan apapun di ruang kerja pribadi Roy. Tiba-tiba ia dikagetkan dengan Ayu yang sudah berdiri dan menyapa di belakangnya.


“Tante, Lisa,” ucap Ayu yang membuat Lisa kaget dan menjatuhkan beberapa buku di rak.


“Aku baru ingat. Aku menyembunyikan sepatu balet di ruang rahasia Ayahku,” lanjut Ayu.

__ADS_1


“Begitukah?” tanya Lisa.


Ayu pun mengambil kursi untuk pijakannya. ia mendorong kursi itu ke pojok rak buku, lalu, ia mengambil buku besar yang menutupi sebuah tombol.


Ayu memencet tombol itu, yang kemudian rak itu terbuka. Dibalik rak masih ada pintu yang membutuhkan kode akses untuk memasukinya.


Lisa pun kaget yang melihat ruangan itu. Ayu turun dari kursinya dan memasukkan kode yang sering dilihatnya, saat Roy memasuki ruang rahasia itu.


Pintu itu terbuka setelah Ayu memasukkan kode aksesnya. Ayu pun masuk dan disusul Lisa yang mengikutinya dari belakang.


Di ruang rahasia itu terdapat setumpuk uang kertas tunai ber-kurs dollar dan setumpuk emas batangan yang hampir mencapai atap ruangan itu sendiri sangking banyaknya.


Lisa pun mengabaikan uang dan emas itu dan melanjutkan mencari berkas-berkas tentang IP Group yang bisa digunakan untuk menjatuhkannya.


“Ini sepatu baletku, Tante,” ucap Ayu yang memamerkan sepatunya.


Lisa hanya tersenyum dan melanjutkan mencari berkas-berkas penting yang bisa dimanfaatkan.


Saat Lisa sedang sibuk mencari, terdengar suara pembantu rumah Roy yang menyambut kedatangan Roy.


Seketika Lisa dan Ayu panik saat mengetahui Roy telah pulang. Mereka bergegas membereskan buku-buku dari rak dan segera menutup kembali ruangan itu.


Pembantu Roy juga memberitahu bahwa Lisa yang mengantar Ayu pulang.


“Nona Ayu, dimana kamu?” teriak pembantu yang mencari Ayu.

__ADS_1


Lisa segera menarik tangan Ayu untuk keluar dari ruang rahasia itu, dan menutup pintunya.


Saat Roy membuka pintu ruang kerja pribadinya, Lisa telah selesai menutup pintu dan merapikan rak buku tempat tombol pintu itu berada. Lisa dan Ayu hanya diam dan berdiri melihat Roy yang memasuki ruang kerjanya.


“Ayah,” ucap Ayu yang ketakutan.


Mata Roy menatap tajam kearah Lisa yang berada di ruangan itu bersama anaknya.


Ayu pun menangis karena ayahnya melotot menatap tajam.


“Tidak apa-apa, Ayu,” ucap Lisa yang menenangkannya.


Roy kaget yang melihat Ayu menangis dan mendatanginya untuk menenangkan.


“Maafkan Ayah, Ayu. Apakah Ayah mengejutkanmu?” ucap Roy.


“Tidak apa-apa, Ayu,” lanjut Roy yang langsung menggendong Ayu.


“Maaf aku masuk tanpa izin darimu, Pak. Ini sepenuhnya salahku. Ayu, Tante minta maaf,” ucap Lisa yang juga panik.


“Silahkan pergi dari sini,” ucap Roy yang mengusir Lisa.


Lisa menundukkan kepalanya lalu, keluar dari ruang kerja Roy. Sementara Ayu masih terus menangis walau sudah di gendong ayahnya.


“Tidak apa, Ayu. Maafkan Ayah,” ucap Roy yang masih menenangkan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2