
Sesampainya Lisa dirumah, ia turun dari mobilnya dan melihat ada seorang wanita dengan setelan serba hitam telah menunggunya di depan rumahnya.
Wanita itu pun menghampiri Lisa.
“Siapa kamu?” tanya Lisa pada wanita itu.
“Namaku Anya. Pimpinan Roy mengutusku untuk menjadi pengawalmu. Dia menyuruhku melindungimu seperti bayangan. Ini dari Pimpinan Roy untukmu,” ucap Anya yang langsung memberikan kotak kecil dari
Lisa menerima kotak itu dan membukanya. Kotak itu berisi secarik kertas bertuliskan, “Aku akan menjagamu, Lisa. Maafkan aku dan terima kasih.”
Tin mengintip Lisa dan seorang wanita berpakaian serba hitam dari balik jendela rumah. Dia sudah menduga bahwa wanita itu adalah utusan Roy untuk menjaga Lisa.
Sesampainya Lisa dan Anya selesai berkenalan, Anya pergi dan Lisa memasuki rumahnya.
Di rumahnya, Tin langsung berkata bahwa, Lisa tidak mungkin bisa membuat Roy da Rosa bercerai. Tin tidak yakin dengan rencana Lisa yang sangat berbahaya ini.
“Kamu dan Roy sama-sama punya anak. Kamu pikir dia akan bercerai demi kamu? Gunakan akal sehatmu! Perselingkuhan tetaplah perselingkuhan. Terutama bagi pria kaya seperti dia,” ucap Tin pada Lisa yang menginjakkan kaki di dalam rumah.
Lisa pun berjalan mendekati Tin dan…
“Itukah yang kamu pikirkan?” tanya Lisa yang tersenyum tipis pada Tin.
__ADS_1
“Kamu pikir bisa membuatnya menceraikan Rosa dengan rencanamu?” tanya balik Tin.
“Ya. Aku sangat yakin bisa melakukan itu,” jawan Lisa.
“Hhhh. Biar kutanya satu hal. Apakah kamu tergoda dengan seluruh kekayaan Roy? Apa mungkin kamu telah diberikan perhiasan yang mahal dan mobil mewah? Apakah itu semua membuatmu tergiur untuk menjadi istri seorang Pimpinan?” tanya Tin.
Lisa pun tersenyum tipis dan menganggap bahwa Tin sok tahu tentangnya. Lisa meninggalkan Tin tanpa menjawabnya.
Saat Lisa baru membalikkan badannya, Tin berkata.
“Apakah kamu benar-benar menyukai Pimpinan? Seseorang bisa berusaha keras, tapi ada hal yang tidak bisa disembunyikan.”
Lisa berhenti melangkah dan membalikkan badannya kembali
*KREK!
“Aku pulang Ibu,” ucap Blind yang membuka pintu.
Lisa dan Tin langsung menghentikan perdebatannya ketika Blind telah pulang, agar tidak dicurigai olehnya.
“Kamu juga sudah pulang, Sayang?” tanya Blind yang melihat Lisa.
__ADS_1
Lisa hanya diam tak menghiraukan Blind.
“Kamu tidak bermalam di luar lagi? Apa yang kamu lakukan di ruang Pimpinan tadi pagi?” lanjut Blind bertanya.
“Oh. Aku hampir lupa. Ibu, aku telah melihat sesuatu yang mengejutkan tadi pagi,” ucap Blind yang setengah mabuk pada Tin.
“Sayang, katakanlah apa yang kulihat di ruangan Pimpinan tadi,” ucap Blind yang terlihat frustasi.
“Apa yang kamu lihat?” tanya balik Lisa.
“Kamu sudah mengetahui apa yang kulihat!” teriak Blind.
“Ibu. Bisakah ibu bertanya padanya, siapa yang bersamanya saat dia tidak pulang?” ucap Blind yang melihat Tin.
Lisa langsung pergi ketika Blind masih penasaran apa yang ia lakukan di kantor Roy.
“Kamu mau pergi kemana? Aku belum selesai berbicara,” Blind menarik kembali tangan Lisa.
Lisa terlihat kesakitan saat tangannya di tahan oleh Blind.
“Apa hubunganmu dengan Pimpinan? Ha?” tanya Blind yang semakin erat menggenggam tangan Lisa.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan, Blind?” ucap Tin yang melihat Lisa kesakitan.
Lisa melepas tangan Blind dari tangannya. Tangan Lisa pun memerah akibat terkena kuku jari milik Blind.