
“Dia pernah mencoba untuk bunuh diri?” tanya Jack.
“Setelah insiden ayahnya saat itu, dia mengalami gangguan panik. Gangguan itu disebabkan oleh masalah mentalnya. Dia belum dinyatakan sembuh total,” jawab Tin.
Jack pun menaruh kembali surat itu di meja dan menghela nafasnya.
“Aku melihat dia bersama Pimpinan Roy. Dia tampak tidak stabil saat bersamanya. Dia mencintainya, tapi tidak bisa mengakui nya. Jika memang Pimpinan Roy yang dia inginkan, suruh dia untuk memilihnya. Tapi, aku tidak akan pernah merestuinya. Suruh dia menghilang, atau jangan pernah kembali ke kota ini,” ucap Tin.
***
Malam harinya, Jack mendatangi villa Roy. Sesampainya Jack sampai di depan villa, Jack menghubungi Lisa via SMS dan mengabarinya bahwa Jack sudah berada di luar.
“Bisa kamu keluar sebentar, Lia? Aku berada di dekat villa.”
Beberapa saat setelah pesan itu terkirim, Lisa keluar dari villa dan menemui Jack.
Jack turun dari mobilnya dan menghampiri Lisa.
“Bu Tin telah menemuiku. Dia bahkan bisa tahu, apa yang juga kuketahui. Rupanya kamu benar-benar mencintai Pimpinan Roy,” ucap Jack.
“Lantas kenapa? Apakah kalian akan mengizinkanku, jika aku pergi dengan Pimpinan? Kalian jelas melarangku, bukan?” tanya Lisa.
__ADS_1
“Jika kami mengizinkanmu, apakah kamu akan pergi?” Jack tanya balik.
“Kenapa kamu menanyakan hal yang tidak penting ini?” tanya Lisa yang semakin kesal karena Jack mencampuri urusannya.
“Kamu bahkan mencoba mengakhiri hidupmu, Lia!!!” bentak Jack yang juga kesal karena sifat keras kepala Lisa.
Lisa pun terdiam tak menjawab saat Jack membentaknya.
“Jika kamu tidak mau aku mencemaskanmu, relakan Pimpinan Roy. Aku tidak bisa membiarkanmu. Namun, aku juga tidak bisa menghalangimu. Ini membuatku gila, Lia!!!!” lanjut Jack yang masih kesal.
Jack menghela nafasnya lalu melanjutkan ucapannya kembali.
“Masuklah. Aku akan pulang.”
Saat Lisa sendirian di luar, Terlihat John dan dua orang suruhan Rosa yang siap untuk melukai Lisa.
Mereka berpakaian serba hitam dan memakai masker. Mereka siap untuk menculik Lisa dan menghadangnya, saat Lisa akan kembali ke villa.
Dua orang itu langsung memegang tangan Lisa dan menahannya agar tidak lari, sementara John mengambil sebuah pisau dari sakunya.
Tiba-tiba Jack kembali dengan sebuah balok dan memukul John dari belakang.
__ADS_1
“BUUKK!!!!
“Pak Jack!!! panggil Lisa yang berhasil melepaskan dirinya dari dua orang suruhan Rosa.
Lisa berlari dan berlindung di balik Jack.
“Siapa kalian?” tanya Jack yang mengacungkan balok itu.
John yang masih tersungkur di tanah, diam-diam ingin menusuk Lisa dari samping.
Tepat saat Jack melihat John akan menusuk Lisa, Jack mendorong tubuh Lisa dan menghalangi John.
Hingga Jack lah yang kemudian tertusuk oleh John tepat di perut sampingnya.
Jack lemas dan tersungkur ke tanah saat darah mulai mengucur keluar dari perutnya.
“Pak Jack, kamu baik-baik saja?” Lisa yang sangat ketakutan melepas jaket yang ia pakai dan menutup luka di perut Jack agar tidak mengeluarkan darah yang berlebih.
“LARIII!!!” Jack yang panik karena telah salah menusuk orang, menyuruh dua orang temannya segera pergi dari sana.
Lisa berusaha merangkul Jack dengan sekuat tenaganya dan membawanya ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Lisa menghubungi asisten Jack untuk memberi kabar tentang Jack.