BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Kembaran Jiwa


__ADS_3

Kini hanya Roy dan Rosa beserta asistennya yang masih berada di gedung itu.


“Sayang. Aku pasti tegang karena penampilan itu. Ayo pulang bersama. Rawatlah aku di rumah,” ucap Rosa yang meminta perhatian pada Roy.


“Aku ada urusan penting,” ucap Roy.


“Urusan apa itu?” tanya Rosa.


“Urusan pekerjaan,” ucap Roy singkat


“Apa kamu perlu mengetahui urusan pekerjaanku juga?” tanya Roy balik.


“Bukankah kamu datang kemari untuk berbaikan denganku?” ucap Rosa.


“Mari bicara lain kali,” ucap Roy yang pergi dari sana dan meninggalkan istri bersama asistennya..


Rosa mulai curiga dengan tingkah laku Roy yang sangat mencurigakan sejak itu.


Rosa menyuruh asistennya untuk mengikuti Roy dan mencari tahu siapa yang ia temui.


“Ikuti Suamiku! Cari tahu kemana dia pergi dan siapa yang dia temui!” ucap Rosa yang menyuruh asistennya.

__ADS_1


Asistennya pun menunduk dan mulai melaksanakan perintah Rosa.


***


Jack sedang melihat kartu nama milik Sung saat di kantornya. Sepertinya, Jack berniat untuk menghubungi Sung dan mengajaknya bertemu secara langsung.


“Halo, siapa ini?” jawab Sam yang saat itu memegang ponsel Sung.


“Halo, ini Jack,”


“Anggota Dewan? Ini dengan Sam. Tunggu sebentar, Akan kuberikan ponselnya pada Perdana Menteri Sung,”


“Ya. Halo, ini Sung” ucap Sung.


“Sebuah buku berusia lebih dari 400 tahun dilelang, dan aku memikirkanmu. Kudengar kamu sangat menyukai buku. Terima kasih atas bantuanmu di TK cucuku,” ucap Sung yang kemarin mengirim hadiah buku kepada Jack.


“Kamu menunjukkan kemurahan hatimu. Maka itu, aku ingin berkunjung ke rumahmu dan berterima kasih secara langsung,” ucap Jack


“Astaga, dengan senang hati. Baiklah, Sampai jumpa di rumahku,”jawab Sung dan kemudian mematikan teleponnya.


***

__ADS_1


Tak diduga, Lisa yang tadinya akan pergi untuk menemui temannya yang sedang terkena masalah dan Roy yang pergi meninggalkan istrinya dengan urusan pekerjaan, ternyata mereka bertemu kembali di rumah pinggiran kota milik Lisa.


Mereka bertemu kembali di sana untuk merencanakan sesuatu yang berkaitan tentang saham perusahaan IP Group.


“Bagaimana jika ini kamu gunakan untuk mendapatkan seluruh saham? Mungkin ini tidak akan mudah, tapi aku yakin hanya cara ini yang bisa digunakan untuk saat ini,” usul Lisa pada Roy yang menunjukkan idenya lewat tablet.


“Bagaimana kamu bisa terpikirkan ide ini?” tanya Roy yang kagum dengan ide Lisa.


“Sebuah merek mewah Eropa mengadakan pertarungan siapa yang paling unggul diantara mereka. Aku mendapat petunjuk dari itu. Aku juga memeriksa anak perusahaan IP Group,” jawab Lisa.


Roy mengangguk dan melanjutkan melihat tabletnya.


“Kamu pasti sangat kesepian. Bagaimana kamu bisa menanggung semua ini sendirian?” tanya Lisa yang melihat Roy terlihat menyedihkan.


“Kenapa kamu berpikir aku kesepian?” Roy balik tanya.


“Kamu tidak pernah punya orang yang bisa kamu percayai, bahkan sejak kamu masih kecil,” jawab Lisa.


Saat mendengar ucapan Lisa, Roy kembali mengingat masa kecilnya. Ia hanyalah anak angkat dari seorang pelayan yang sering dipukuli oleh ayahnya dan direndahkan.


“Kamu ingat tentang kembaran jiwa? Aku tidak percaya pada hal semacam itu, Namun, yang membuatku penasaran adalah, bagaimana dia bisa memahamiku?” ucap Roy sembari menghela nafas.

__ADS_1


Roy memegang tangan Lisa yang duduk disampingnya dan..


“Cukup sudah. Aku tidak mau membicarakan itu kembali. Aku hanya ingin kamu tetap berada di sisiku,” ucap Roy.


__ADS_2