BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Penyakit Kejiwaan


__ADS_3

Rosa pun berinisiatif untuk menenangkan Sam yang sedang mabuk. Rosa mengajak Sam untuk duduk dan bermain poker di meja.


“Dari dulu kamu memang yang terbaik, Rosa. Maaf atas keributan ini. Maafkan aku,” ucap Sam sembari duduk.


Sam pun duduk disebelah Rosa. Ia duduk dan melihat Lisa yang berada satu meja dengannya.


“Astaga. Siapa wanita cantik ini Rosa? Aku mengenali semua orang di sini. Tapi, kurasa aku belum pernah bertemu dengannya,” ucap Sam.


Lisa hanya diam dan masih memikirkan, bagaimana jika Sam masih mengenalnya.


“Dia merupakan Ibu dari teman Ayu. Dan salah satu teman baikku,” ucap Rosa yang mengenalkan pada Sam.


“Ohh, begitu rupanya,” ucap Sam


“Dia Wakil Pimpinan IP Group, Lisa. Dia juga tangan kanan ayahku sewaktu ayahku masih memimpin IP,” ucap Rosa yang memberi tahu Lisa.


“Senang bertemu denganmu Tuan,” ucap Lisa dengan berdiri dan menundukkan kepalanya.


“Halo Nona, senang bertemu denganmu juga. Tunggu dulu. Apa aku salah lihat? ucap Sam yang berdiri dan memandangi mata Lisa.

__ADS_1


Lisa semakin takut ketika mendengar ucapan Sam baru saja. Semua orang di meja itu terdiam dan menunggu apa yang akan diucapkan oleh Sam.


“Astaga. Kukira kamu mahasiswi Nona. Mahasiswi, hahahah,” ucap Sam tertawa.


Satu meja pun tertawa karena mendengar celotehan Sam. Termasuk Lisa, ia merasa lebih tenang Sam belum mengingatnya.


“Dia menikah saat masih muda. Jadi, usianya masih dibawah 30-an. Itu Suami Lisa, Manajer Umum Blind dari cabang IP Group,” ucap Rosa.


Blind berdiri dan menundukkan kepalanya pada Sam.


“Begitu rupanya. Halo, Manajer Umum Blind,” sapa Sam.


“Senang bertemu denganmu, Tuan. Namaku Blind,” ucap Blind.


Sesampainya Lisa taman, Lisa mengambil sepotong kayu yang runcing. Lalu, melukai pahanya sendiri menggunakan kayu. Darah pun mengalir keluar dari paha dalam Lisa yang membuat roknya terkena bercak.


Sepertinya, penyakit kejiwaan yang diderita oleh Lisa masa kecil selalu kambuh saat Lisa memikirkan sesuatu yang terlalu berat dan menyakitkan. Lisa selalu melukai dirinya sendiri sejak kecil, saat ayahnya telah meninggal.


Saat Lisa menikmati betapa sakitnya luka yang ia buat sendiri, Roy yang sedari tadi melihat dari kejauhan, telah melihat apa yang dilakukan oleh Lisa. Roy pun berjalan mendekati Lisa.

__ADS_1


“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Roy.


Seketika raut muka Lisa berubah. Ia terlihat sangat panik, saat Roy telah mengetahui apa yang ia perbuat.


“Ini hanya kecelakaan, Pak. Aku berusaha memperbaiki jahitannya,” ucap Lisa sembari berdiri dan berjalan meninggalkan Roy.


Saat Lisa berjalan melewati Roy, Roy memegang tangan Lisa dan menghalanginya.


“Tolong lepaskan tanganku, Pak” ucap Lisa.


Roy pun melepaskan tangannya. Lalu, membiarkan Lisa pergi untuk membersihkan lukanya.


Lisa pergi ke toilet untuk membersihkan roknya yang terkena bercak darah, dan mengobati luka di pahanya menggunakan obat P3K.


Acara di Villa Roy pun telah selesai. Lisa dan Blind berpamitan pada Rosa dan Roy. Lalu mereka pun bergegas menuju mobil dan pulang ke rumah.


Saat di mobil, Blind berkata bahwa ia merasa sangat bangga menikahi Lisa. Karena, Lisa selalu dipuji oleh orang-orang yang baru dikenalnya saat berada di Villa Roy.


“Sayang, semua orang di Villa Pimpinan Roy sepertinya menyukaimu. Mereka terkejut kamu memilih untuk menikahi duda anak 1 sepertiku,” ucap Blind.

__ADS_1


“Aku sangat yakin saat ini telah mendapatkan jackpot dalam hidup. Rasanya aku seperti bermimpi. Sayang, bolehkah aku sebahagia ini?” ucap Blind lagi.


“Tentu, Sayang. Kamu boleh berbahagia,” ucap Lisa yang memandangi langit dari jendela mobil.


__ADS_2