
Tangan Rosa pun mulai bergetar saat Lisa memamerkan kalung dan melihat kearah Roy.
“Aku sudah menyuruhmu untuk segera membebaskan pengawal itu. Apakah kamu sudah menuruti kemauanku? Kenapa melampiaskan amarahmu pada orang yang tidak bersalah? Jangan lakukan itu lagi ya, Kak,” ucap Lisa dengan santainya.
“Kamu…”
“Kamu orang itu?” tanya Rosa yang semakin bergetar tangan nya.
“Aku paham kenapa kamu sangat mendambakan cinta Pimpinan Roy. Asal kamu tahu, kali pertama aku bermalam dengan Pimpinan Roy adalah di hari ulang tahunmu kemarin,” Lisa terus memanasi Rosa dengan ucapannya yang santai.
Rosa terlihat semakin marah dan akan meluapkan emosinya. Akan tetapi, ia malu jika harus meluapkan emosinya di depan para tamu undangan yang sedang menikmati pesta.
“Astaga. Dia pria yang tidak mau kamu lepaskan. Tapi seperti itulah dia,” lanjut Lisa yang terus memancing emosi Rosa.
Bibir Rosa pun mulai ikut bergetar saat mendengar ucapan Lisa itu.
Kepala sekolah pun datang menghampiri mereka berdua.
“Bu Rosa, Bu Lisa. Sepertinya kalian sangat menikmati pesta ini,” ucap kepala sekolah yang datang.
“Kami sangat menikmati pesta ini, Bu kepala sekolah,” jawab Lisa dengan senyum.
“Tempo hari, kalian tampil bersama untuk menari balet. Apakah kalian akan melakukannya kembali nanti? Kalian terlihat semakin akrab” ucap kepala sekolah.
__ADS_1
Lisa tersenyum dan melangkah berdiri mendekati Rosa. Lisa memegang tangan Rosa dan merangkulnya.
“Tentu saja kami akan melakukan itu lagi, Bu kepala sekolah,” jawab Lisa yang menggandeng tangan Lisa
Rosa melepas tangan Lisa dari lengan dan pundaknya.
“Kamu gila!”
“Bersikaplah seperti biasanya. Kamu mau semua orang disini tahu, bahwa aku telah menipumu habis-habisan?” bisik Lisa.
Rosa pun hanya diam dan menuruti ucapan Lisa.
“Permisi, Bu Lisa. Aku ingin membicarakan sesuatu yang pribadi dengan Bu Rosa,” ucap kepala sekolah.
“Tentu saja. Silahkan. Kalau begitu, aku permisi,” ucap Lisa yang kemudian pergi meninggalkan Rosa.
Roy yang melihat Lisa sedang bermain bersama anak-anak pun ikut menghampiri Lisa.
“Aku sangat merindukanmu hingga membuatku gila. Kenapa kamu memutuskan kontak denganku dalam waktu yang cukup lama?” ucap Roy pelan.
“Aku juga sangat merindukanmu, Pak,” balas Lisa.
“Mari bertemu setelah ini. Aku akan langsung pergi ke rumah di pinggiran kota setelah pesta ini,” ajak Roy.
__ADS_1
“Tidak bisa, Pak. Tidak lagi,” jawab Lisa.
Lisa mengeluarkan sebuah flashdisk dari tasnya dan memberikannya pada Roy.
“Ini akan membantumu dengan tim-mu untuk mendapatkan seluruh saham perusahaan,” ucap Lisa.
Roy pun menerima flashdisk itu dan menahan tangan Lisa sebentar, lalu melepasnya kembali.
“Hubungan kita sudah berakhir,” lanjut Lisa.
“Berakhir? Apa maksudmu berakhir?” tanya Roy yang tidak terima.
“Istrimu sudah mengetahui hubungan kita,” jawab Lisa yang melihat kearah Rosa.
Roy pun juga ikut melihat kearah Rosa yang juga menatapnya saat mengobrol bersama Lisa.
“Kurasa aku tidak akan pernah menemuimu lagi,” Lisa berkata.
“Apa maksudmu mengatakan itu? Tidak akan kubiarkan itu terjadi,” bantah Roy.
“Kita tidak punya pilihan lain, Pak,” jawab Lisa memotong perkataan Roy.
Rosa mulai berjalan ke tempat Roy dan Lisa yang sedang mengobrol.
__ADS_1
“Kalian sudah gila!” ucap Rosa.
“Ayah! Bisa bantu aku membuka ini,” panggil Ayu yang datang meminta tolong pada Roy untuk membuka kadonya.