Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
episode 10


__ADS_3

richard dan tea pulang ke rumah orng tua tea untuk sekedar berpamitan karena mereka harus pindah, dengan berat hati ibu ratih


membiarkan putri semata wayangnya kepada lelaki yang telah mengambil alih semua tanggung jawabnya kepada tea yaitu suaminya richard.


setelah selesai berkemas tea turun dengan koper besar, membawa keperluannya saja dan masih meninggalkan baju untuk suatu ketika dia akan menginap di rumah orang tuanya.


setelah menempuh waktu perjalanan sekitar 1 jam meteka kini telah sampai di depan sebuah rumah besar bernuansa klasik eropa yang mewah berlantai dua.


di rumah ini sudah ada beberapa pelayan, yaitu dua orang satpam, satu orang kebun, dan dua asisten rumah tangga.


mereka semua telah berbaris di depan pintu utama rumah ini, untuk menyambut tuan rumah mereka, mereka semua menybut dengan ramah dan sopan, tea tersenyum tersipu malu terlebih mereka memuji kecantikan nya secara langsung.


kini richard dan tea berjalan menuju kamar mereka di lantai dua.


kamar yang begitu besar dan mewah di sudut ruangan ada ranjang besar nan empuk, di kamar ini ada dua pintu, yang tea yakini itu adalah ruangan kerja dan kamar mandi, dan di depan tempat tidur ada tirai besar yang menutupi kaca besar yang menunjukan bahwa disana ada pemandangan yang indah,


balkon yang tinggi menyejukkan mata saat memandang.


tea mulai mengatur bajunya di dalam lemari setelah selesai dia membersihkan diri di kamar mandi.

__ADS_1


TEA ANANTA MALIAGUNG


aduh ko aku bisa lupa bawa baju ganti sih, gimana nih, dia ada di kamar gak yah, ngintip ah, batin ku sambil mondar mandir di dlm kmar mandi ini.


akhirnya aku memutuskan untuk mengintip menongolkan kepala ku di balik pintu ini, sambil celingak celinguk mencari keberadaan makhluk aneh itu.


tapi tak ada tanda tanda keberadaannya, aq pun lega dan aman. akhirnya aku keluar dengan kimono yang membaluti tubuh mungil ku sedangkan rambut ku teruarai. selangkah dari pintu tiba tiba.


" heh, lo ngapain sih celingak celinguk di balik pintu kayak maling, abis itu kepala doang yng nongol kayak jin " kata richard sambil menoleh ke arah ku.


" untung cantik" kata richard dlm hati.


" haaahh" aku teriak sedikit kaget membalikkan tubuh ku ke arahnya yang tengah berdiri santai di samping pintu dengan handuk kecil menggantung di lehernya.


entah nafas ku tak beraturan saat pandangan kami bertemu,


jarak wajah kami hanya lima senti, nafasnya berhembus mengenai mataku yang ku pejamkan, karna mngingat dia lebih tinggi dari ku.


dia menatap ku, aq pun hanya diam mematung menatapnya lagi.

__ADS_1


jarak kami begitu dekat sehingga aq cukup bisa mendengar detak jantungnya yang berdegup sangat kencang.


kami terhanyut dalam pikiran masing masing.


akhirnya salah satu pembantu kami mngetuk pintu kmar.


" tok tok tok, nyonya, tuan makan malam sudah siap " kata bi susi salah satu pembantu kami.


" iyha bi 30 mnit lagi kmi turun " kata ku.


" baik nya " kata bi susi


setelah itu aq langsung membalikkan tubuh ku, sontak kepala ku tertarik ke belakang.


" awww" ringis ku.


akhirnya aq membalikkan tubuh ku menghadap ke arahnya, ternyata rambut ku nyangkut di kancing kemejanya. aq pun lansung melepas kaitan ini.


ternyata dia juga melakukan hal yng sama membuat tangan kami bersentuhan dengan posisi dia mengenggam tangan ku, aq langsung menepisnya dengan kasar dan menuuju meja rias ku dia pun masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN LIKE.


OKY,,


__ADS_2