
" kepala Hani kenapa pusing begini ya mas,?" ketika Hani terbangun pagi ini, ia merasa kan pusing di kepala nya yang begitu amat berat
" loh, kok bisa.?" dengan bodoh nya Aldo berucap demikian yang mana membuat Hani menatap nya dengan horor
" kalau Hani tau, kenapa harus bilang mas,?" dengan kesal Hani pun berucap
" eh.. iya yah.?" ucap nya seorang diri
membuat Hani ingin sekali menampil wajah Aldo yang sekarang ini berada di dekat nya, sedang menatap ke arah nya
Aldo segera memijat kepala Hani dengan perlahan untuk mengurangi rasa pusing, dengan sabar, Aldo memijat Hani
'' bawaan bayi kah.?'' tanya Aldo lagi ketika ia masih memijat kepala Hani
'' gak tau mas,?'' ucap Hani lagi, ia sampai tidak bisa membuka mata, karena rasa pusing nya
lama Aldo masih memijat Hani, hingga Hani mulai tertidur kembali di pagi hari, Aldo membiar kan Hani tertidur pulas, dengan ia pergi berlalu ke luar kamar mereka meninggal kan Hani yang sedang tertidur
jam sepuluh, baru lah Hani mulai terbangun dan sudah bisa mengangkat kepala nya kembali, rasa sakit nya sudah mulai menghilang, tidak seperti tadi pagi
'' mas mau kemana,?'' tanya Hani yang melihat Aldo sudah mengenakan sepatu
'' mau keladang belakang, anak-anak sudah ku titip kan sama mbak Dewi dan juga bik Tami.?'' ucap Aldo menoleh sekilas ke arah Hani
'' ikut mas,?'' rengek Hani
'' jangan lah, kasian kamu nya, lagian kan kamu masih sakit kepala.. nanti di sana tumbang lagi, jangan ikut ya.?'' ucap Aldo menatap kasian kepada Hani
'' bosan mas, di rumah terus, jadi nya jenuh.?'' keluh Hani yang merasa hari-hari nya bosan terkurung terus di dalam rumah bersama anak-anak nya
'' tapi kamu masih sakit loh.?'' Aldo mengingat kan Hani kembali
'' sudah gak lagi kok mas, ayo lah, Hani bosan mas. di rumah.?'' ucap Hani bergelanyut manja di lengan Aldo
Aldo yang melihat nya jadi kasihan, namun ke adaan Hani kurang membaik jika ia bawa keladang, namun jika bertahan di rumah terus, takut nya Hani jadi stress, dan membuat kesehatan kandungan Hani jadi terganggu
menghela nafas panjang, Aldo sekilas melirik ke arah Hani yang masih betah di lengan nya, ia pun bingung haru berbuat apa
__ADS_1
'' boleh ya.. mas, Hani bosan tau.?'' ucap Hani lagi pada Aldo
'' ya. udah deh, sana bersiap, anak nya juga di siap kan, biar mas ambil dari mereka.?'' ucap Aldo mengambil keputusan
'' ye.. asik, bisa melihat kebun sawit.?'' ucap Hani dengan senang nya, sudah seperti bocah saja
'' jangan lari-larian begitu.?'' ucap Aldo yang khawatir melihat Hani
'' ole mas,?'' ucap Hani dan menelan kan langkah kaki nya, ia masuk ke dalam kamar sambil tertawa senang
'' sesenang itu kamu Han.?'' ucap Aldo memandang kepergian Hani
Aldo pun berjalan kebelakang untuk menemui para art nya, ia akan meminta ketiga anak nya untuk di siap kan, ia akan membawa ketiga anak nya keladang, biar bertambah ramai nya di ladang
'' ini anak nya, di pakai kan diapres, dan ganti baju nya dengan lengan panjang.?'' ucap Aldo menyerah kan Kenan dan kiano, sedang kan Kiara mengekor di belakang nya
'' iya mas, tunggu sebentar.?'' ucap Hani melirik ke arah Aldo yang tengah membawa ketiga anak mereka
Aldo pun meletak kan kedua k di atas kasur, dengan ia mendandani Kiara kecil, ia pun menyeka mulut Kiara yang penuh dengan coklat
'' udah gedek sih, makan nya masih belepotan begini sih, kak,?'' ucap Aldo yang membersih kan Kiara dengan tisu basah,
'' mas, coba ambil kan Hani diapres,?'' pinta Hani pada Aldo yang akan keluar dari kamar
pagi ini mereka akan ikut ke ladang belakang, karena Hani merasa bosan berada di rumah, Aldo merasa kasihan pada Hani, ia takut Hani stres atau semacam nya, Aldo takut Hani tertekan berada di rumah terus
'' ini diapres nya, apa lagi, biar mas ambil kan.?'' tanya Aldo lagi
'' udah mas, gak ada lagi kok, semua nya sudah, tinggal kenan saja yang belum bersiap.?''
'' kalau gitu, mas mau ambil minum, untuk di bawa ke ladang belakang,?'' Aldo berlalu ke luar dari dalam kamar menuju ke dapur
'' mbak Dewi, tolong siap kan dua botol minum, saya mau keladang belakang.?'' pinta Aldo pada Dewi
'' siap laksana kan mas,?'' ucap Dewi sambil mengerling kan sebelah mata nya yang membuat Aldo bergidik ngeri
Aldo berlalu untuk mencari bik Tami, kini ia sedang menjemur pakaian anak-anak nya dan juga pakaian mereka semua
__ADS_1
'' bik, nanti Kiara akan bersama kami, bik Tami kerjakan yang lain saja, atau bantu Dewi membersih kan rumah.?''
'' baik mas,?'' dengan patuh, bik Tami menuruti perintah Aldo pada nya
setelah mengatakan itu, Aldo berlalu ke dalam kembali, ia menghampiri Hani yang masih di dalam kamar, yang masih berbenah
'' sudah siap belum Han.?'' tanya Aldo ke arah hani
'' sudah mas, ini bagai mana dengan mereka,?'' tunjuk Hani pada ke dua Ken
'' biar mas saja yang membawa mereka, kau bimbing Kiara saja untuk berjalan.?''
Hani hanya mengangguk saja, lalu ia membantu Aldo memasang gendongan nya, dan menanikan anak nya satu persatu di tubuh nya
'' siapa ini yang di belakang.?'' tanya Hani
'' kiano saja, biar Kenan di depan.?''
Hani pun memindah kan kiano kebekang Aldo, setelah nya, ia pun memindah kan Kenan di depan Aldo,
sambil membawa perlengkapan, Aldo dan Hani Kini naik ke atas motor yang di kendarai Aldo, sedang kan Hani naik di jok belakang bersama dengan Kiara,
Aldo pun melakukan motor nya ke arah ladang belakang rumah, dengan Hani memengang tas dan menduduk kan Kiara di tengah, di antara diri nya dan Aldo
sesampai nya di sana, Aldo memarkir kan motor nya, membuka pondok yang sering ia tempati di kala ia kemari
'' banya debu nya tidak mas,?'' tanya Hani, ia takut ketiga anak nya jadi bersin-bersin karena debu
'' gak ada Han, ini kan sering di bersih kan.?'' ucap Aldo mengelar tikar, kemudian ia menggelar ambal kecil agar anak nya lebih nyaman untuk berbaring di atas nya
'' taruh sini Kiara nya Han, bentar lagi para pekerja akan berkumpul di sini biasa nya.?'' ucap Aldo
Hani pun berjalan ke arah Aldo, di mana kini ia menurun kan ke dua anak nya, pundak nya pun terasa kebas, mengangkat dua anak sekaligus
...****************...
hai' teman'' jangan lupa like'komen hadiah vote nya ya agar lebih semangat lagi dalam menulis,
__ADS_1
'' terima kasih''