
sebelumnya jangan lupa tekan jempol dan jantung yha,,
semoga suka ma ceritanya
happy reading,,
" tadi malam berapa ronde bos " godq rey pada richard. yang akhirnya mendapatkan tatapan sinis yang menusuk.
" ehhhhmm " gumam rey sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
dan memutuskan untuk keluar dari ruangan dan melanjutkan pekerjaannya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Di rumah tea hanya menghabiskan waktu bersama para pelayannya karena dia meras kesepian, dan tidur di rumah.
saat tea terbangun jam twlahenunjukan pukul 5 sore, ia pun lqngsung bergegas mandi dan memasak makan malam.
kini ia telah selesai membuat makan malam dan menunggu richard pulang di meja makan, namun nihil orang yang di tunggu hingga saat ini belum pulang sampai jam 9 malam.
dia memutuskan untuk tidur di kamarnya.
" bi susi, nanti kalau richard pulang makanannya di panasin ajha bi " kata tea.
" baik nya" ucap bi susi.
tea pun langsung menuju kamarnya dan tidur.
sekitar jam 11 malam richard baru pulang entah apa yang iyha pikirkan sehingga pulang selarut ini, mungkin dia lembur pkir tea.
flashback
__ADS_1
di kantor jam 5 sore di saat semua pegawai kantor telah pulang richard telah bersiap siap untuk pulang namun seseorang masuk tanpa permisi dan langsung memeluknya.
" aku merindukan mu sayang" ucap sisil kekasih richard.
richard hanya diam menikmati pelukan itu tanpa merespon karena dia telah menikah sekarang dan harus melupakan sisil.
sisil melepaskan pelukannya dan duduk di pangkuan richard dan melumat bibir tipis richard.
" apa yang kau lakukan " ucap richard sambil berdiri.
" aq merindukan mu sayang " ucap sisil dengan menggoda sambil mencoba memeluk richard lagi.
namun lagi lagi richard menolaknya.
" aq telah beristri, KELUAR " ucap richard sedikit membentak.
" memang apa masalahnya, kau tidak mencintainya, dan hanya mencintaiku " kata sisil.
" aq akan membantu mu untuk bisa bercerai dengannya." sambungnya lagi.
" aq akan membuat tea di telan bumi, karena telah berani merebut mu dari diriku, tunggu saja tanggal mainnya" ucap sisil dengan senyum sinisnya.
ketika richard keluar dia tak langsung pulang namun pergi ke rumah temannya ricky untuk menenangkan pikiran dan hatinya.
" tumben lo kesini bro, maaf waktu lo nikah gue gak bisa hadir soalnya gue lagi di amerika urusin perusahaan papa gue " kata ricky.
" gpp ko gue juga nikah karena di jodohin " ucap richard dan menceritakan semuanya termasuk tentang sisil yang masih mengganggunya kepada ricky.
setelah itu richard pulang ke rumah.
" eh tuan udah pulang biar saya panasin dulu makanannya " kata bi susi.
__ADS_1
" gak usah, saya sudah makan di luar " kata richard.
" dimana tea" kata richard lagi.
" nyonya sudah tidur tuan tadi nyonya nungguin tuan sampai tertidur di meja makan." kata bi susi.
" apa dia sudah makan" kata richard.
" belum tuan " kata bi susi lagi.
" oky baiklah," richard langsung melangkah pergi meninggalkan bi susi, menuju kamarnya.
terlihat tea sudah tertidur pulas di tempat tidur sambil memeluk bantal gulingnya.
persis seperti anak kecil.
richard langsung bergegas mandi dan tidur di samping tea, bukan di samping karna jarak antara keduanya hampir satu setengah meter.
,,,,,,,,,,,,,,,
seperti biasanya pagi menyapa dengan kelembutannya, membangunkan tea hari ini dia bangun telat dan mendapati richard yang telah siap dengan pakaian kantornya.
dia melirik ke arah jam di samping tempat tidurnya ternyata sudah jam setengah delapan.
dia langsung pergi ke kamar mandi sebelum itu richard menghentikannya dengan berkata.
" lain kali tak usah menunggu ku pulang" kata richard.
tea hanya mengangguk.dan masuk ke kamar mandi.
tea berpikir kenapa dia tak pernah makan di rumah bahkan sekarang sangat dingin, berbeda seperti kemarin dia mau berbicara dengan ku meski bertengkar kenapa sekarang berubah jadi dingin, batin tea.
__ADS_1
hari demi hari berlalu, hingga 3 bulan sudah mereka menikah, namun tak ada yang berubah dari hubungan mereka berdua.
hingga suatu hari richard di tugaskan pergi ke paris untuk mengurus perusahaannya yang sedang bermasalah.