
RICHARD WIJAYA
"perasaan apa ini, ada apa dengan jantung ku, tak mungkin aku mencintainya, aq hanya mencintai sisil dan aku akan meninggalkan tea dan kembali pada sisil, tak mungkin aq mencintainya, " ucap ku sambil memegangi jantung ku yang berdegup kencang di balik pintu kmar mandi.
ritual mandi ku selesai dalam waktu 30 menit aq turun ke bawah untuk makan malam ternyata disana sudah ada tea yang menunggu ku.
kami pun memulai makan malam kami, tak ada yang berbicara hanya suara sendok dan piring yang bersentuhan memecah keheningan malam.
setelah selesai kami pun memutuskan untuk tidur.
KEESOKAN HARINYA,,,
TEA ANANTA MALIAGUNG
seperti biasanya sang surya menyapa dengan kehangatan di pagi hari, di tambah pemandangan indah di balkon sangat menyejukkan hati,
aq bangun lebih awal untuk menyiapkan segala keperluan richard pergi ke kantor, dia masih terbuai di alam tidurnya.
aq langsung bergegas mandi kemudian menyiapkan sarapan untuknya.
" pagi bi susi " karna bi susi yang bertugas memasak sedangkan bi inem membersihkan rumah.
" eh iyha nyonya, kenapa nyonya dsini, biar bibi aja ynk masak, nyonya duduk ajha di meja makan " kata bi susi.
" gak papa ko bi, biar tea bantuin yah, " ucap ku.
" tapi nyaa" ucap bi susi yang langsung ku potong.
" gak papa bibi " tekan ku
__ADS_1
" ya udah terserah nyonya saja" ucap bi susi pasrah.
kami pun memulai memasak dengan menu nasi goreng saja.
tak lama setelah makanan yang ku buat selesai, richard turun sudah rapi dengan jasnya untuk pergi ke kantor.
" mas, sarapan dulu " ucap ku dengan senyuman ku.
" di kantor saja," ucapnya tanpa melirik ku dan langsung menuju ke kantornya bersama anand sopir pribadinya.
aku hanya tersenyum kecut karena mendapat penolakan darinya, biarkan saja mungkin dia sarapan bersama kekasihnya.
aq kembali lagi ke meja makan.
" nyonya saya mau sarapan sama yang lain ke belakang dulu" pamit bi susi.
" disini saja bi, ajak yang lainnya juga " ucap ku.
" oh ya udah, tea ikut kesana ajha, ayo bi " kata ku sambil berjalan mendahului bi susi.
setelah sampai di halaman belakang, disini sudah ada, bi inem, mang asep, mang ujang, dan mang ahim telah duduk di bawah pohon sedang tertawa bahagia.
mereka semua bangun karena melihat ku dan menunduk hormat.
" eh eh pada ngapain ini, " tanya ku bingung.
" nyonya, kenapa ada disini, " kata mang asep.
" tea mau ikut sarapan bareng kalian" ucap ku sambil duduk di atas tikar.
__ADS_1
" tapi nya ?? " kata bi inem.
" tea gk boleh ikut yah " kataku sedih.
" eh nya boleh ko, hanya kami merasa tak pantas duduk ma nyonya " kata mang ujang.
" udah gpp ko, ayo duduk kita sarapan bareng, malaham tea seneng, tiap hari tea bakal sarapan bareng kalian disini" kata ku.
mereka pun duduk di sebelah ku membentuk lingkaran. kami makan sambil bercerita tentang keluarga mereka di kampung, ada yang menceritakan hal yang konyol membuat kami semua tertawa.
sungguh kebahagiaan dalam kesederhanaan, bahagia yang paling indah adalah kebersamaan.
KANTOR WIJAYA
richard telah sampai di kantornya, langsung memasuki ruangannya.
tak seorang pun yang mengetahui bahwa richard telah menikah karna itu termasuk privasinya. hanya rey yang mengetahuinya.
" selamat pagi bos " sapa rey.
" siapkan aq sarapan sekarang " perintah rey.
" dilaksanakan" ucap rey sambil berjalan ke kantin kantor.
" emang si bos gk sarapan di rumah kan udah nikah, mungkin malamnya lembur kali ya, makanya istrinya lelah jadi gak bisa masak, hihi mantep tuh si bos dapet istri boneka barbie" batin rey senyum senyum.
rey pun langsung membeli makanan dan langsung membawanya ke richard.
" eh si bos, laper banget yah," kata rey melihat richard makan.
__ADS_1
richard tak menggubrisnya dan melanjutkan makannya.