
'' jaga bicara mu ya,, aku wanita baik-baik, jangan kau buat aku semakin muak dengan mu?
'' kenapa kau jadi marah, aku kan hanya bertanya, bukan mendapat kan jawaban, aku malah mendapat kan pukulan dari mu, Balum apa-apa saja, kau suda kdrt pada ku...? Aldo berkata sambil memegangi tangan ku untuk menghalangi ku agar tidak memukul nya kembali
ceklekkk....
suara pintu terbuka, dan masuk lah mama dengan wajah terkejut nya, begitu pun juga dengan kami berdua yang melihat mama masuk ke dalam kamar ku ini
'' ya.. ampun kalian berdua, lebih baik kalian menikah saja, dari pada berbuat begini terus..? omel mama ketika mama sudah masuk ke kamar ku ini
'' mau nya sih..begitu Tan, tapi...Hani nya tidak mau..? Aldo berkata begitu lirih nya pada mama
'' kau terlalu banyak menyakiti nya, maka nya Hani tak mau dengan mu...? kekehan mama terdengar ketik mendapat kan jawaban Aldo
'' apakah menurut tante begitu , tapi Aldo sudah meminta maaf pada nya berulang kali, namun Hani tetap saja tak mau memaaf kan ku, tolongin Aldo Tan..?
'' kenapa kau jadi merengek seperti anak kecil yang tak kebagian permen begitu..? lirik mama pada Aldo, dan mama kini pun membenahi selimut Kiara
mama memang sering masuk ke dalam kamar ku ketika tengah malam untuk memastikan, aku becus atau tidak mengurus kiara,
terkadang mama hanya melihat Kiara, dan memastikan ia tidak menangis, karena aku terkadang sering tak dengar kalau Kiara menangis
'' Tan... boleh gak, kalau aku buat Hani hamil terlebih dahulu..? yang mana ucapan Aldo mendapat tatapan horor dari mama
'' sembarangan saja kamu berbicara, bukan nya merayu, Mala kau mau merusak anak Tante, enak saja, mau Tante gantung kamu..? mama begitu geram nya mendengar ucapan Aldo
__ADS_1
'' kan Aldo hanya meminta izin terlebih dahulu, kalau di izin kan, lumayan, agar Hani mau menikah dengan ku, tapi kalau tak di izin kan pun tak apa tak..? ucap Aldo sambil terkekeh geli melihat ekspresi wajah mama yang sudah merah padam.
'' sudah lah, lebih baik ayo keluar, tidak baik kalian di dalam kamar berduaan begini...? ajak mama pada Aldo, agar mau keluar dari kamar ku,
'' kami tidak sedang berdua dari tadi kok tan, kami saja bertiga, masak Tante menghilang kan bocil ini...? tunjuk Aldo pada Kiara
'' enak saja kau berkata bocil pada nya, sudah sana, lebih baik kau keluar saja, dari pada di sini membuat ku murka saja...? emosi ku kini tengah meluap dengan ia mengatakan bocil pada Kiara ku
'' hei...kenapa kau semurka itu, aku kan. memang benar, apa dia sudah dewasa....,? Aldo bingung dengan kemarahan ku, mama yang tadi nya marah, kini malah terkekeh mendengar aku marah-marah pada Aldo
'' sudah lah Aldo, lebih baik kita keluar saja, jangan mengganggu Hani lagi..? ucap mama seraya menarik tangan Aldo turun dari tempat tidur ku, dan meninggal kan aku dan Kiara berdua di kamar ini
setelah pintu tertutup, aku pun merebah kan tubuh ku kembali ke atas tempat tidur ku, aku akan beristirahat, karena besok aku harus membantu papa bekerja di hotel,
tak terasa pagi menyambut ku dengan cuaca yang sangat dingin, dan kini aku pun membenahi selimut Kiara, agar ia tidak kedinginan,
sebelum sholat subuh, aku mandi terlebih dahulu, agar aku nanti mau berangkat bekerja tidak memikir kan mandi lagi, aku nanti hanya tinggal mengurus Kiara dan sarapan saja
'' mama buat sarapan apa..? Dina kini sudah berada di rumah ini pagi-pagi buta seperti ini
'' kenapa kau sudah ada di sini, apa ibu tidak masak ..? tanya ku ketika ia sudah duduk di bangku yang berada di ruang makan
'' ibu tidak masak, ibu hanya memanasi masakan semalam, aku sudah bosan melihat nya .? Dina berbicara sambil tersenyum lebar
'' kamu tidak boleh begitu Din, mungkin hari ini kamu bosan, belum tentu kamu besok bisa makan yang kamu bilang bosan itu, semua makanan itu harus di syukuri, mungkin hari ini kita bisa makan, belum tentu esok kita bisa makan... banyak di luar sana yang tidak bisa makan, karena kekurangan uang... bahkan ada yang berhari-hari tidak makan..? nasehat mama pada dina
__ADS_1
'' maaf ma, tapi aku beneran gak selera makan makanan yang semalam...? ucap Dina menunduk
'' ya..sudah, kalau mau makan... tidak ada yang melarang, tapi jaga bicara mu, mama tidak suka mendengar...? ucap mama lagi
'' aku pun selalu di marah mama, kalau makanan yang sudah ku ambil tidak habis, kata mama sayang, karena mendapat kan nya itu susah...? sambung ku
'' Dina dari dulu, tidak pernah ada yang melarang atau menasehati seperti mama ini, kalau tidak makan pun, ibu dan ayah tak pernah mau perduli seperti ini..? jawab Dina
'' kalau sama mama itu beda Din, mama bukan nya perhitungan, tapi mama itu pernah di posisi tidak makan dulu nya, bahkan Abang kamu dan ibu dulu, papa bawa kemari itu karena tidak makan..? ucap ku mengingat kenapa bisa Dion sampai di titik ini,
dimana papa Alan membawa Dion dan juga ibu kemari, karena papa Alan melihat, bagai mana perjuangan Dion mencari rupiah, demi bisa makan, bahkan mereka tak jarang bisa makan,
'' maksud mbak Hani gimana..? Dina bingung atas apa yang di sampai kan oleh Hani
'' Dion dulu nya seorang pengamen di jalanan, terkadang Dion juga sambil berjualan di lampu merah di pinggir jalan, Dion putus sekolah karena tidak mampu membayar iyuran perbulan nya..? saut mama
'' tapi bang Dion tak pernah bercerita seperti itu pada ku, dulu Dina hanya di titip kan, karena sekolah Dina yang tak mungkin berpindah tempat, bang Dion selalu mengirim kan aku uang sekolah dan perbulan nya..? ucap Dina mengingat bagai mana dulu ia bisa tinggal di rumah bibi nya
'' Dion tak ingin kamu terbebani dan sampai terputus sekolah nya, cukup hanya dia saja yang putus sekolah karena paktor keadaan..? jelas mama lagi
'' aku tidak tau hal itu, padahal aku selalu saja menanyakan keadaan mereka...?
'' sudah lah, ini sudah siang, lebih baik kalian sarapan, dan berangkat bekerja, nanti terlambat sampai di hotel..? mama ana menyuruh kami agar cepat sarapan pagi
'' gak apa lah ma,, sesekali kesiangan di hotel sendiri juga..? saut ku sambil terkekeh
__ADS_1
'' tidak ada kata terlambat, jangan mentang-mentang kita pemilik nya, jadi sesuka hati mau masuk atau tidak, kita seharus nya menjadi contoh untuk mereka, agar giat bekerja..? omel mama yang tak terima dengan ucapan ku