Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Bab 31.


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu ada berita penemuan mayat perempuan berusia dua puluh tahun tepatnya seorang wanita atas nama Jasmine Murk, dengan kondisi tubuh yang begitu mengerikan, badan nya penuh luka bahkan wajah nya sudah tidak bisa di kenali, tanggan nya sudah di makan oleh ikan, penemuan mayat ini tepat di salah satu sungai terbesar dan terdalam di kota X.


"itu tidak mungkin" ucap Jeslyn dan seketika tubuhnya langsung pingsan di pelukan sang ayah.


Haider terjatuh lemah di apartemen nya, ia tak berdaya mendengar berita penemuan mayat tersebut, ia sempat di rawat ke rumah sakit, bahkan beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, tak segan Will memasukan putranya ke dalam Rumah Sakit Jiwa, mendatangkan seorang Psikolog untuk menyembuhkan sang anak dari rasa bersalah yang terus menekan dirinya.


Dua bulan berlalu Haider hanya menutup diri di apartemen, menangis dan meminta maaf, saat tertidur ia akan memimpikan masa kebersamaan nya dengan Jasmine, saat terbangun ia akan menangis sambil memohon agar Jasmine kembali padanya.


Setelah satu tahun berlalu Haider masih sama namun untuk menghilangkan rasa sakit dan juga penderitaan yang ia rasakan, Haider lebih banyak ke bar dan mengulang kembali menjadi pria casanova pemain wanita.


Enam tahun berlalu Haider masih sama tak pernah berubah, lebih dingin, lebih kejam, dan masih mencintai Jasmine, yang berubah hanya lah ia lebih dewasa, sudah menjadi Presdir HDC Grup, tidak kenal lelah dalam berkerja, kesibukan nya hanya berkerja dan terus berkerja. Cinta nya untuk Jasmine tidak akan pernah berubah.


Di juluki sebagai pebisnis muda dan sukses di usia yang terbilang termuda, Haider sering kali di undang untuk melakukan pidato di kampus, di TV, bahkan beberapa majalah internasional. Haider juga disebut sebagai Presdir Killer, ia akan memecat siapapun jika melakukan kesalahan kecuali asisten nya Alex yang hanya mendapat pukulan. Satu lagi ia sudah berubah dan tidak menyentuh wanita bayaran tiga tahun yang lalu, artinya ia sudah melepas status casanova.


Di perusahan HDC Grup terlihat para staff yang begitu panik dan tergesa gesa berlarian untuk berdiri mengambil posisi mereka, bagian depertemen busan dan stylist terlihat sibuk merapikan diri mereka.


"hai kau, cepat berdiri di posisi mu, dimana tanda pengenal kalian ? lima menit lagi Presdir sampai, lihat lah sekeliling kalian jangan sampai meninggalkan sampah secuil pun, dan kalian rapi kan baju dan dasi, oh astaga aku lupa tersenyum" ucap seorang wanita paruh baya yang merupakan kepala depertemen Busana.


"tiga menit" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Laura ia sekarang berkerja di HDC Grup menjadi kepala depertement Styelist untuk para model di perusahan HDC Grup.


suara langkah sepatu berkumandang, beberapa  staff terlihat gugup, mereka berusaha untuk menahan nafas mereka ketika suara langkah kaki mendekat.


Alex muncul bersama Haider di ikuti oleh beberapa orang diantara nya ada dua orang wanita cantik yang merupakan seorang desaigner dan juga makeup artis yang akan berdiskusi mengenai perkembangaan di dunia modeling dan artis. Sedangkan yang lain adalah manejer serta Ceo dari anak perusahan dibawah naungan artis dan modeling milik HDC Grup.


"Selamat datang Presdir" ucap semua Karyawan serentak, Haider hanya terdiam melewati mereka tanpa menoleh.


"benar benar dingin"


"rasa nya aku tercekik satu ruangan dengan nya"


"tampan dan sexy tapi sayang dia sangat kejam"


"tidak ada raut persahabatan"


"cepat lah berlalu agar aku bisa bernafas legah"


"aku seperti melihat malaikat maut"


"tampan tapi kejam"


Beberapa karyawan wanita terus berbicara dalam hati, ada yang sangat menganggumi namun ada juga yang ketakutan.


Alex memberikan data data dari beberapa anak perusahan dari setiap cabang di map yang berbeda.


Plakk


Satu map terlempar mengenai wajah ceo perusahan Q, pria itu menunduk takut, ia terus meramas jemari nya.


"kau di gaji untuk berkerja" ucap Haider lalu melongarkan dasi nya.


Hening


"kau tau dimana kesalahan mu ?"


"saya tahu dimana letak kesalahan saya, saya tidak bisa menjaga artis saya dengan baik" ucapnya Haider berjalan ke arah manajer lalu

__ADS_1


Bukghh Bukghhh.....  dua pukul mengenai wajah Ceo dan Manajer.


"Alex" panggil Haider, Alex tahu apa yang akan di lakukan olehnya.


"buang mereka jika berbuat masalah, jika seperti ini nama perusahan yang akan jelek di mata publik, kesempatan dalam tiga hari, jika tidak posisi kalian akan di pertimbangkan" ucap Alex cepat dengan suara datar.


Dua wanita yang berada dalam ruangan tersebut berusaha kuat menelan saliva mereka, terlihat keteganggan dalam ruangan tersebut.


"ke ruangan ku sekarang" ucap Haider saat menekan telefon di dalam ruangan nya.


Seorang wanita berumur empat puluhan masuk ke ruang, dengan penampilan rapi dan fashionable, dengan sopan memasuki ruangan Presdir lalu memberikan hormat.


"Presdir, apa ada yang bisa saya bantu ?" ucap nyonya dimitri.


"jelaskan kepada mereka soal desain terbaru lalu atur semua nya tanpa kata gagal, serahkan proposal baru yang kalian bahas paling lambat jam empat sore di ruang kerja ku" ucap Alex mewakili Haider.


"aku tidak ingin kegagalan" ucap Haider, Memberikan isyarat mengunakan tanggan nya agar mereka semua keluar.


"baik Presdir" ucap mereka lalu keluar dari ruang Presdir yang tepatnya di lantai tiga puluh lima.


.............


Haider menelfon orang suruhan nya, panggilan dari satu ponsel sekali digunakan oleh Haider.


"apa ada penemuan terbaru kalian" ucap Haider sambil melihat layar ponselnya yang terterah gambar seorang wanita yang sangat ia cintai namun ego dan kecemburuan nya membuat semua nya hilang dalam sekejap.


"tidak ada tuan" Haider meminum satu gelas minuman beralkohol yang sudah terisi penuh di kelas nya.


"Brengsekkk, kalian itu di gaji kenapa tidak becus kerja nya, mencari satu wanita saja sangat sulit" ucapnya penuh amarah dan meramas gelas kecil itu hingga terpecah.


"keluar, aku ingin sendiri"


Alex keluar namun ia melirik bos nya kembali


"sampai kapan anda akan terus menyakiti diri sendiri dengan sosok wanita yang jelas sudah meninggal tuan, kami terus mencari namun tidak mendapatkan jejak nya" batin Alex, ia berdiri di depan pintu ruangan Presdir, ia tahu pria di dalam ruang itu sedang menangis dan menghancurkan segala nya.


"aku tidak percaya itu kamu, aku tahu kau masih ada, kenapa menyiksa ku bertahun tahun ? tolong berhenti bersembunyi" lirih nya dengan putus asa.


"Jasmine" lirih pelan Haider sambil menatap bingkai foto milik Jasmine.


"maafkan aku, aku salah karena mengabaikan mu, aku salah karena tidak mendengarkan mu, aku salah karena tidak menolong mu, aku salah karena membuat mu menangis dan terluka. Ini salah ku, iya ini salah ku" Haider menangis dan terus menangis di dalam ruangan nya.


"arghhhh" suara pecahan dan barang berjatuhan berserakah di lantai, keadaan di dalam bak kapal pecah tak terlihat seperti ruang seorang presdir yang taat kebersihan.


Satu jam berlalu Alex tak mendengarkan suara tuan nya lagi, ia membuka pintu secara pelan dan melihat ke ruangan Presdir. Alex melihat seisi ruangan yang sudah berserakah dengan pecahan beling, buku dan beberapa tempat terlihat titik titik darah bercecer di ruangan presdir.


"Presdir anda tidak apa-apa ?"


"hm" balasan deheman dari Haider, pria itu melampiaskan rasa sakit nya dengan menghancurkan segala benda yang ada di ruangan nya.


"Presdir tanggan anda harus di bersihkan"


"tidak perlu" ucap nya berjalan mengambil jas lalu beranjak keluar. Alex hanya mengikutinya dari arah belakang.


"Emma tolong panggil cleaning service untuk membersihkan ruangan presdir, jangan menyuntuh apapun hanya perlu menatanya, barang yang terpecah isi kedalam satu tempat penampungan dan tetap simpan di dalam ruangan Presdir" Alex berkerja sebagai asisten Haider, sedangkan Emma berkerja sebagai Sekertaris untuk menghandal perkerjaan bersama Alex jika sewaktu waktu Alex diberikan tugas mendadak.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam lift khusus Presdir, saat di lobi semua mata memandang Haider yang tampak tak peduli dengan luka sayatan di tanggan kanan nya. Beberapa staff perusahan membungkuk hormat dengan wajah terkejut.


"itu terlihat mengerikan" bisik seorang karyawan.


"Presdir sepertinya tidak merasakan sakit" masih menatap ke arah Haider dan Alex yang sudah menghilang.


"jangan melihat nya aku takut darah"


"apa dia baru selesai menangis ?" tanya teman lain nya.


"itu tidak mungkin"


"aku bahkan tidak pernah melihat nya bersama wanita lain"


"ada desa desu bahwa wanita yang ia cinta bunuh diri enam tahun yang lalu"


"bahkan ia pernah masuk rumah sakit karena ingin bunuh diri"


"romantis sekali" ucap seorang karyawan dari depertement lain yang mengagumi Haider, ia langsung mendapatkan tatapan dari beberapa teman nya.


"aku setujuh dengan pendapatmu" ujar seseorang lalu mereka tertawa pelan.


"dia tampan sexy dan sangat setia dengan wanita nya"


"setia ? bukan kah setelah itu dia menjadi seorang casanova ?"


"Apa kalian akan terus bergosip ? perusahan memberikan gaji kalian bukan untuk bergosip, kembali berkerja atau aku akan melaporkan kalian" ucap seorang kepala bagian marketing.


Saat mereka sedang tergesa masuk dalam lift dan lanjut bergosip, Laura yang tak sengaja di dalam pun langsung ikut bersuara untuk ikut bergosip.


"kalian tahu ? bahkan dia lebih kejam kepada wanita itu, saat ia asik bermesraan dengan wanita lain, tanpa ia sadar wanita yang ia cinta sedang di siksa habis habisan dalam toilet wanita di kampus kami"


"hah ? benarkah ?" tanya mereka bersamaan.


"tentu saja, aku tidak berbohong karena aku melihat nya langsung"


"aku tidak berniat mengagumi nya lagi"


"aku juga, dia terlalu jahat"


"aku mengerti sekarang, kenapa dia begitu tersiksa" beberapa mengangguk paham.


"tapi aku bahagia akhirnya wanita itu pergi, dengan begitu Presdir akan merasa kehilangan, dia bahkan masuk rumah sakit jiwa karena percobaan bunuh diri" sambung Laura.


"itu sangat mengerikan"


"jika mencintai wanita itu kenapa dia bermesrasaan dengan wanita lain ?" tanya seorang karyawan namun Laura hanya mengangkat bahu nya.


"lalu apa wanita itu benar benar meninggal ?" tanya Emma.


"kalian bisa lihat di youtube" menyerup meniuman nya.


"tapi kami tidak tahu siapa nama wanita Presdir"


"Jasmine, Jasmine Murk. Wanita cantik dan perkerja keras yang selalu tersenyum kepada semua orang, menampilkan senyum tulusnya dengan dimple di pipi yang terlihat sangat manis" ucap nya lalu mereka sama sama keluar menuju depertemen mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2