
" Hei...kenapa kalian lama sekali...? Ucap Dion ketika kami masih saja di bawah, sedang kan Dion sudah di atas sana
" Sabar sedikit lah, kamu pikir, kami ini adalah kamu...? Ucap ku pula
" Dasar tidak sabaran.kamu dion...? Ucap Diana pula yang di dengar oleh Dion dan Dion pun menatap tajam diana
" Ehh...kenapa mata mu begitu melotot... Bukan kah yang di ucap kan Diana itu benar...? Ucap ku, dan aku pun menatap Diana, kini ia tengah menutup mulut nya dan menunduk kan pandangan nya
" eh...kenapa dengan mu Diana..? Tanya ku heran dan kini mata ku menatap Dion dan Diana bergantian, detik kemudian aku baru paham, dengan tatapan Dion itu ternyata di tujukan oleh Diana, dan aku pun tertawa lepas melihat mereka berdua
" Awas saja kamu nanti Diana..? Ucap Dion,
" Apa yang sudah terjadi ini... seorang Diana kalah dengan anak kecil...? Ucap ku masih tertawa lepas
" Aku bukan nya kalah, hanya saja dia kan suami ku saat ini...? Ucap Diana sewot
" Kamu sih... bisa-bisa nya menikah dengan Dion....? Ucap ku lagi
" Sudah lah, kau selalu saja meledek ku, tidak lagi seperti dulu. Selalu berpihak pada ku....? Ucap Diana
" Hei...dulu dan sekarang berbeda, dulu kau teman ku, sedang kan sekarang kau sudah menjadi adik ipar ku..bagai mana kalau Wina dan juga Debi tau, bahwa kau kini malah menjadi adik ipar ku, mungkin mereka terkejut mendengar nya...? Ucap ku pula
" Kapan ya...kita bisa berkumpul seperti dulu lagi, rasa nya aku rindu di masa-masa kita masih kuliah...? Ucap Diana
" Iya...aku pun jadi merindukan mereka berdua..? Ucap ku
" Ya...ampun, kenapa malah mengobrol sih di sini....lihat nih sudah menangis karena haus..? Ucap Dion yang keluar dari kamar ku sambil menggendong bayi yang tengah menangis kencang
" Ya..ampun sayang...aduh gimana ini, kamu apa kan dia nya Dion...? Ucap ku yang mana membuat Dion berdecak sebal
" Ck..? Malah menyalah kan Dion pula, dia nya haus mbak...buat kan susu lah..? Ucap Dion pula pada ku
" Biar aku saja yang membuat kan nya,, dimana perlengkapan nya...tanya Diana cepat, dan Dion pun menunjuk di atas sofa dengan dagu nya
Diana pun dengan cepat mengambil susu dan juga botol nya, dengan sigap pula ia membuat kan nya, karena aku dan Dion kini sibuk mendiam kan bayi ini
__ADS_1
Lambat laun, kini aku sudah terbiasa dengan anak yang ku beri nama Kiara Tasya, aku sengaja mengambil nama belakang ku, jika suatu saat nanti ia berkumpul lagi dengan keluarga nya dengan harapan ia tak kan melupakan ku yang susah payah mengurus nya dari bayi merah
Aku tidak pernah lagi mendengar kabar Aldo, bahkan ke dua orang tua Aldo kini tengah berkunjung ke rumah saudara nya, dan mengurus semua usaha Aldo,
Aku tak tau apa yang terjadi dengan mereka, namun aku kini hanya pokus dengan bayi ku, tak terasa kini ia sudah dua bulan dalam asuhan ku, namun tak ada juga yang mencari bayi ini sampai sekarang
" Mbak gak kerja...? Tanya Dion menghampiri ku, di kala aku baru saja selesai memandikan bayi Kiara ku
" Kerja, tapi setelah mengurus Kiara terlebih dahulu..? Ucap ku pada Dion Tampa menoleh sedikit pun, aku hanya pokus dengan bayi Kiara ku
" Wah...udah wangi, udah cantik juga..? Ucap Dion, sambil mentoel pipi kiara
" Emang nya om, udah mandi tapi masih tetap bau...ucap ku
" Mana ada ya... orang udah wangi gini, ganteng pula...? Ucap Dion dengan penuh percaya diri
Yang mana aku mendengar ucapan Dion terkekeh karena nya, dan aku pun pokus kembali untuk memakai kan baju nya
" Ya..ampun bang.. pagi-pagi sudah ada di kamar mbak Hani..? Ucap Dina, ia terkejut begitu masuk melihat Dion sudah ada di dalam kamar ku sedang asik mengganggu Kiara
" Maka nya, punya anak sendiri sana, ajak mbak Diana bikin anak aja sana....? Ucap Dina pula
" Diem deh, anak kecil gak usah ikut campur..? Sewot Dion, pada adik nya itu
" Aku juga kepengen bang, gendong keponakan ku, tapi kok belum ada kabar sampai sekarang...? Ucap Dina lagi,
ia sengaja berkata seperti itu pada Abang nya, berharap Diana yang tak kunjung masuk ke kamar Hani mendengar perkataan nya, karena sampai sekarang hubungan di antara ke dua nya hanya sebatas orang pacaran saja, namun status sudah suami istri
" Kamu aja sana yang buat anak..? Ucap Dion, ia masih setia menunggu bayi Kiara
" Mana lah mungkin Dina bang, Dina saja belum lagi menikah, emang nya Abang mau Dina hamil di luar nikah...kan abng yang sudah menikah, seharus nya Abang lah...ucap Dina lagi pada Dion
" Kenapa sih, anak ini terlalu berisik? Mbak ada lem perekat tidak..? Tanya Dion pada Hani
" Untuk apa...? Ucap ku dengan polos nya
__ADS_1
" Agar melekat kan mulut Dina mbak, terlalu berisik..? Ucap Dion pula
" Ada banyak, di dalam laci tuh...? Ucap ku yang hanya bergurau saja
Kini aku telah selesai memakai kan baju, tinggal aku memberi nya susu agar ia tertidur, aku pun akan meninggal kan nya dengan pengasuh nya hingga sore nanti
" Ehh....Diana, kenapa kamu di depan pintu gitu...? Ucap ku ketika aku hendak berdiri dan melihat keberadaan Diana yang berdiri di depan pintu kamar ku
Dion pun seketika menoleh ke arah pandang mata ku, ia terkejut karena ada Diana di sana sedang berdiri dan memperhatikan kami ber empat di dalam kamar ku
" Tak apa, hanya saja, tadi mau bilang, kalau pengasuh Kiara sedang cuti, jadi hari ini, aku yang akan menggantikan mengasuh Kiara hari ini sampai tiga hari ke depan..? Ucap Diana seraya masuk kedalam kamar ku
" Sudah lama berdiri di situ dek...? Tanya Dion penasaran, Dion takut Diana mendengar ocehan adik nya
" Lumayan lah, sampai kaki ku kesemutan..? Jawab Diana, ia seraya mendekati ku, untuk mengambil alih Kiara dari gendongan ku
" Perkataan Dina tadi, jangan di ambil hati ya dek...? Ucap Dion, dimana aku terkekeh geli mendengar Dion berkata seperti itu
" gak di ambil hati, cuma di telan mentah-mentah..? Jawab Diana
Yang mana aku dan dina tertawa lepas, melihat ekspresi wajah Diana yang cemberut dan berbanding terbalik dengan wajah Dion yang tengah panik
" Hani, Kiara nya mau aku bawa ke rumah ibu, boleh kan...? Tanya Diana pula
" Boleh, asal kan nanti aku pulang kerja, Kiara sudah ada di rumah..? Ucap ku seraya mengumpul kan semua perlengkapan Kiara
" Baik lah kalau begitu, lagian aku bosan kalau di rumah ini sendirian, kalau di rumah ibu kan, aku ada teman nya..? Ucap Diana
" Terserah pada mu saja, lagian biar ibu ada hiburan nya, kerja nya setiap hari hanya berkebun saja, biar sesekali berhenti sejenak..? Ucap ku dan menyerah kan semua keperluan Kiara kepada Diana
" Oke mama....Kiara pergi dulu dengan onti..? Ucap Diana seraya pergi membawa Kiara berlalu dari kamar ku
" Dek...tunggu..? Ucap Dion mengejar Diana yang meninggalkan nya
Aku dan Dina kembali tertawa lepas atas kelakuan Dion yang panik, kala di tinggal kan oleh Diana
__ADS_1