
pagi ini, semua Tamu Aldo dan juga Hani kembali pulang, menyisakan Hani Aldo dan ketiga anak mereka, rumah pun kembali sunyi seperti biasa nya, tidak seramai tiga hari yang sudah mereka lewati bersama keluarga besar mereka
'' rumah sepi lagi deh, sudah pada pulang.?'' ucap Aldo menghempas kan tubuh nya di sandaran sofa ruang tamu
'' iya ya. mas, Hani jadi tidak ada teman nya lagi deh.?'' ucap Hani menopang dagu siang ini di hadapan televisi
'' mas kan masih ada Han.?'' ucap Aldo merangkul pundak Hani
'' emang nya mas mau kemana.?'' Hani menatap ke arah Aldo
tidak mendapat kan jawaban, Aldo malah menyerang bibir Hani secara tiba-tiba, yang membuat Hani menatap Aldo dengan melotot
'' mas, ini di ruang tamu loh, kalau ada yang lihat bagai mana.?'' ucap Hani setelah Aldo melepas kan ciuman mereka
'' ipar kan saja, palingan yang lihat, kalau bukan mbak Dewi, palingan juga mbak Tami.?'' ucap Aldo Kembali lagi menyerang Hani dengan bruntal nya
lama mereka saling berpangutan, sampai terdengar tangisan kiano yang baru bangun dari tidur nya di dalam kamar mereka, membuat mereka melapas kan satu sama lain
'' ah, baru saja mau di mulai, sudah mengganggu saja.?'' ucap Aldo seraya bangkit dari duduk nya dan berlalu ke dalam kamar untuk melihat kiano yang sedang menangis lepas
'' anak papa kenapa.?'' tanya Aldo ketika ia sudah meraih tubuh kiano
Aldo membawa nya ke ruang tamu di mana kini Hani duduk dan menunggu Aldo datang,
'' Kenan nya mana mas,.?'' tanya hani, ketika ia melihat kiano saja yang berada di dekapan Aldo
'' masih tidur, mungkin kiano haus Han.?'' ucap Aldo menyerah kan kiano kepada Hani
'' buat susu aja mas, asih ku seperti nya kering.?'' ucap Hani
Aldo pun mengangguk saja, ia berlalu ke arah dapur untuk membuat kan susu pada kiano, setelah selesai membuat susu, Aldo mendekat ke arah Hani yang masih mendiam kan kiano
'' ini susu nya.?'' Aldo menyerah kan satu botol DOT penuh ke arah Hani
dengan cepat Hani pun menerima nya, dan memberi kan nya kepada Kiano, dengan cepat kiano melahap nya dengan rakus nya
__ADS_1
'' seperti nya rumah kita butuh pengrehapan deh Han.?'' ucap Aldo menatap seluruh rumah nya
'' mau di rehap kapan mas,?'' tanya Hani menatap sekilas ke arah Aldo
'' mungkin nanti, saat kamu melahir kan saja, sekalian kita tigal di rumah mama, dan disini kosong, kan mereka dengan bebas merehap nya.?'' Sarah Aldo pada Hani
Hani hanya mengangguk samar saja, pada Aldo, ia pun kembali menoleh ke arah kiano kala tangan nya di tendang oleh kiano
'' kenapa sayang, kurang kah susu nya.?'' tanya Hani menyingkir kan kaki kiano dari dekat perut nya, dan memindah kan nya ke bawah dekat paha
'' mas, kurang seperti nya kiano.?'' ucap Hani yang menatap botol susu kiano yang sudah kosong
'' ya..ampun, anak papa, belum kenyang kah.?'' tanya Aldo heran menatap tidak percaya ke arah kiano
Aldo pun bangkit kembali untuk membuat kan susu kembali untuk kiano, sekalian ia menyediakan untuk Kenan juga, Aldo tau, Kenan pasti sebentar lagi akan bangun dan meminta susu pada nya
sedang kan Kiara kini tengah bermain bersama bik Tami, di halaman belakang rumah, Aldo sekarang tidak membiar kan Kiara di bawa terlalu jauh oleh bik Tami
'' dugaan ku benar.?'' ucap Aldo menyerah kan sebotol susu kembali pada hani, dan ia meletakkan untuk Kenan di meja
'' Kenan sudah bangun, untung mas membuat kan susu nya sekalian tadi.?'' ucap Aldo
Aldo pun kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil Kenan yang sedang menangis tidak terlalu kencang seperti kiano tadi
'' haus kah nak.?'' ucap Aldo mengangkat tubuh Kenan dan membawa nya ke ruang tamu
'' letak kan di sini saja mas,?'' ucap Hani menepuk sebelah kanan nya
''iya, tinggi sebentar, biar mas ambil kan tikar saja.?'' ucap Aldo seraya meletak kan Kenan di sebelah Hani, dan memberikan satu botol susu yang telah ia siap kan tadi
setalah menggelar nya, Aldo pun memindah kan anak nya satu persatu ke bawah, tak lupa Hani juga ikut serta ia angkat Turun ke bawah membuat Hani berontak
'' apan sih mas,, turun kan Hani, Hani bisa jalan sendiri.?'' ucap Hani pada Aldo
yang mana membuat Aldo menurun kan Hani tepat di dekat ke dua anak nya yang kini tengah berguling ke sana kemari
__ADS_1
'' salah sendiri, kenapa malah asik melihat televisi.?'' ucap Aldo seraya terkekeh geli
membuat Hani cemberut mantap Aldo, baru saja ia Ingin memukul lengan Aldo, bik Tami datang bersama dengan Kiara
'' mbak, ini kayak nya mau minum susu..titp sebentar ya mbak, saya mau membuat kan susu untuk nya.?'' ucap nya seraya meletak kan Kiara di dekat Aldo
'' iya mbak,.?'' ucap Aldo singkat
Aldo mendekat ke arah Kiara, dan menciumi wajah anak gadis nya yang kini tengah kucel dan lesu, lelah habis bermain dari belakang sana
'' baik nya rumah ini di buat lantai dua saja kan Han, nanti di atas kamar Kiara sama si kecil ini, di bawah kamar kita sama si kembar.?'' ucap Aldo sambil mengelus perut Hani yang belum terlalu terlihat
'' terserah mas saja, bagai mana baik nya, kalau Hani, sudah tidak mau lagi, kamar nya di lantai atas, kaki nya pegal turun naik tangga.?'' ucap Hani ia membayang kan nya saja sudah kesal, apa lagi ia harus naik-turun tangga seperti di rumah mama dan papa nya dulu
'' kamar kita tetap di bawah saja, mas, pun. mana mungkin lagi nanti sanggup naik turun tangga.?'' ucap Aldo pada Hani
tak berapa lama, bik Tami pun menghampiri mereka sambil menyerah kan sebotol susu pada Kiara, Dengan senang, Kiara pun menyantap nya
sampai sore mereka berada di ruang tamu, hingga Aldo merasa jenuh dengan aktivitas nya, ia pun memutus kan mengajak Hani dan ketiga anak nya berkeliling komplek perumahan mereka dengan mengendarai motor
'' bagai mana cara membawa mereka mas.?'' ucap Hani menatap ketiga anak nya
'' mas, gendong satu, kamu satu, Kiara taruh di tengah nanti.. kan ada gendongan yang seperti tas itu.?'' tanya Aldo
'' oh iya ya, Hani lupa mas,?'' Hani pun berjalan ke arah kamar nya, mengambil apa yang Aldo minta, ia memang menyediakan dua untuk anak nya, mana tau suatu saat di butuh kan
'' ini kan mas.?'' tunjuk Hani pada benda yang tengah ia bawa.
'' nah.. iya itu dia.?'' ucap Aldo menerima dari Hani, ia pun memasangkan pada diri nya, dan menaruh kiano di dalam nya, begitu juga dengan Hani melakukan hal yang sama
...****************...
'' hai teman'' semua jangan lupa like'komen hadiah vote nya ya, agar lebih semangat lagi dalam menulis
'' terima kasih''
__ADS_1