
"kau anak nakal dari mana saja ha ? kau tahu momy dan greandma sangat mencemaskan mu ?" ucap Grace setelah melepaskan pelukan mereka.
"aku pergi bersama uncle jelek, dimana grandma ku ?" tanya Hanzel melihat tidak ada soaok Grandma R
"grandma mu tidak ada"
"kalian bohong pada ku, aku tidak suka ada kebohongan, aku benci hal itu" ucap Hanzel lalu berjalan ke arah sofa masih dengan wajah kesal nya.
"sayang jam satu siang nanti kita akan bertemu grandma, kau ikut momy yah sayang, uncle Jimmy akan menjemput kita"
"kita akan ke mana mom ? apa kita akan pergi ke mall ?" tanya Hanzel dengan wajah berbinar
"momy tidak tahu, yang pasti nya hari ini kita akan bertemu grandma"
"oke momy and maaf mom sudah membuat momy cemas bersama grandma Grace"
"it's okey baby, grandma memaafkan mu kali ini" Grace mencium pipi Hanzel dengan gemas.
"ingat lain kali harus meminta ijin momy" ucap Jasmine.
Drt drt drt
"sayang Jimmy sudah dalam perjalanan beberapa menit lagi ia akan tiba di rumah sakit, bersiap lah ke mansion utama"
"baik mom"
tut tut tut
Jasmine berbicang dengan Grace, ia melihat Haziel dan mengecup kening gadis kecil yang sedang tertidur lelap, lalu berpamit ke arah mom Grace dan mengendong Hanzel berniat untuk berjalan ke arah lobi rumah sakit agar mempersingkat waktu.
..........
"nona kalian mau kemana ?" tanya Jimmy saat melihat Jasmine hendak keluar dari lift depan lobi rumah sakit.
"syukur lah, aku berencana menunggu mu di lobi" ucap Jasmine
"tidak perlu terburuh buruh nona, aku bisa ke atas"
"aku hanya ingin mempersingkat waktu"
............
"Alex bagimana ?" ucap Haider saat mereka di dalam mobil.
"sangat susah mencari informasi milik keluarga Hanzel tuan, aku hanya mendapatkan data diri adik nya, namanya Haziel Willona, berumur lima tahun, gadis kecil itu dj diagnosa penyakit leukemia, dan sekarang belum mendapatkan pendonor nya"
"lalu nama wali nya ?"
"atas nama Gracesia Joshepine Lauren, dia adalah grandma Hanzel"
"ibu nya ?" tanya Haider membuat Alex mengerutkan keninga.
"kenapa bertanya soal ibu Hanzel ? apa tuan ku menyukai ibu Hanzel ?" batin Alex.
"tidak ada data tentang ibunya"
"aneh" ucap Haider.
"yang aneh itu anda tuan" batin Alex.
__ADS_1
...........
"mom" panggil Jasmine saat mendapatkan sosok Romanove.
"kalian sudah datang ? bersiap lah, kita akan makan siang bersama adik ku"
"adik ? momy memiliki seorang adik ?"
"ia sayang, hari ini kita akan makan bersama mereka, kau akan bertemu dengan keluarga ku, tidak apa apa kan sayang ?" tanya Madam R
"tapi mom aku\~•"
"ini adalah perintah, bersiaplah" ucap tegas Romanove saat tahu jika Jasmine akan menolak permintaan makan siang bersama.
Jasmine memandikan Hanzel terlebih dahulu hingga seleaai, baru lah ia bersiap.
"mom aku rasa akan terlambat karena itu momy pergi lah bersama Hanzel, aku akan menyusul"
"oke, kau akan di antar oleh orang kepercayaan ku" madam R mengandeng tanggan mungil Hanzel dan mereka meninggalkan mansion.
Jasmine lalu bersiap siap dan memoles sedikit makeup nya, terlihat natural dan sangat cantik, tubuhnya masih terlihat seperti gitar spanyol meskipun sudah memiliki dua anak, bahkan ia masih terlihat sangat cantik.
"Grandma apa kita akan ke mall ?" ucap Hanzel dengan mata berbinar.
"kita akan ke mall setelah kau bertemu dengan grandma mu"
"wow aku memiliki grandma yang banyak" Romanove tertawa karena Hanzel terus bercoletah layakan nya anak anak kecil yang sangat bahagia.
"kau akan melihat dady mu" batin Romanove.
...........
"pak ayo berangkat eh ? bagimana dengan alamat nya ?"
"syukur lah, momy tadi lupa memberikan alamat restoran nya" ucap Jasmine.
...........
"Alex kita ke Qentertaimen untuk menjemput Alice"
"Baik tuan"
mobil Haider memasuki halaman QEnt yang merupakan label dari HDC Group, dimana salah satu anak perusahan yang menanungi model, aktri dan penyanyi.
Haider turun dan berjalan menujuh arah perusahan, hal itu membuat beberapa orang terlihat terkejut, dan beberapa reporter yang memang sering berkeliaran di perusahan Q Ent langsung mengambil gambar dan video.
Haider menelfon Alice lalu mereka bertemu di lobi perusahan, Alice tampak semangat dan bahagia menemui Haider sedangkan Haider sendiri terlihat santai dan biasa saja.
"apa aku akan bertemu orangtua mu ?" tanya Alice, namun dia sudah mengetahui soal pertemuan ini hanya saja ia ingin mendengar jawaban dari Haider.
"hmm, kau sudah tahu kan ?" Alice mengangguk lalu Haider menggengam tangan nya lalu keluar dari Q Ent.
Setelah mereka meninggalkan Q Ent, beberapa media bahkan artikel sudah meliput soal Haider yang menjemput Alice.
Kata kunci pencarian bahkan twitter, tiktok dan media sosial lain nya sudah mulai rame membahas tentang mereka, bahkan ada yang bilang bahwa mereka akan menikah.
Dalam perjalanan Alice banyak bercerita dan bertanya kegiatan seharian yang Haider lakukan, namun pria itu lebih banyak terdiam bahkan menjawab sesingkat nya saja.
"tuan kita sudah tiba di restoran nyonya" ucap Alex.
__ADS_1
"tunggu sampai acara nya selesai"
"baik tuan"
"ayo keluar bersama" ucap nya sambil berlalu dan membuka kan pintu untuk Alice, gadis itu tersenyum bahagia karena Haider menperlakukan nya dengan baik meskipun terkadang begitu dingin.
"terima kasih Haider"
Mereka masuk ke dalam restoran terlihat kedua orangtua nya sedang duduk bermesraan dan tertawa bersama.
"mereka melupakan umur jika hanya berduaan, dasar orang tua" ucap Haider yang heran melihat tingkah orangtua yang seperti ABG bahkan mengalahkan keromantisan nya.
"itu terlihat sangat manis bukan ?" tanya Alice.
"kalian sudah datang ? kemari lah Alice duduk di samping ku" ucap Rania.
"terima kasih mom"
"Haider apa yang kau lakukan ? duduk di samping Alice" Haider yang awalnya duduk di samping sang ayah harus berpindah ke samping Alice.
"mom kita hanya berempat kenapa masih dua kursi kosong ?" tanya Haider.
"itu karena hari ini kaka ku akan ikut bergabung bersama anak angkat nya" ucap Rania
"kaka ? kenapa aku tidak tahu ?"
"sayang kaka ku orang sibuk dan sangat jarang di negara ini" kilah Rania.
"benar Cano, dia wanita yang sangat dingin" ucap Will.
"kata nya dia membawa cucu nya yang begitu di sayangi nya, kita tunggu saja sebentar lagi mereka sudah datang"
"kenapa restoran ini sangat sepi nyonya ?"
"karena aku pemilik nya jadi hari ini aku kosongkan dan jangan memanggil ku nyonya, tapi panggil momy sayang" ucap Rania.
"nah itu seperti nya kakak ku" ucap Rania saat mendengar deruh mobil yang mulai masuk ke arah parkiran.
"kenapa wajah bocah itu tidak asing di penglihatan ku" gumam pelan Alex dan berpikir keras.
tok tok tok, suara sepatu highhils milik Romanove terdengar sangat nyating karena keadaan yang sangat sepi. Seorang wanita cantik berjalan menuju ke arah private room dengan penampilan yang begitu elegant dan sangat feminim bahkan ia mengunakan kaca mata hitam sama seperti bocah kecil yang sedang menggengam tanggan nya.
"baby boy apa kau ingin berjalan atau grandma gendong ?"
"tidak grandma aku seorang lelaki sejatih dan tidak mungkin menyusahkan seorang wanita cantik seperti mu" Romanove membulatkan mata tak percaya dengan ucapan Hanzel.
"oh god cucu ku kenapa seperti buaya darat yang sangat pandai merayu wanita"
"karena aku cucu mu grandma itu lah kenapa aku pintar merayu" ucapnya dengan percaya diri.
"tentu saja kau pintar merayu, dady mu adalah playboy yang sering mematahkan hati parah wanita" gumam nya pelan namun Hanzel hanya terkekeh pelan.
"Grandma aku boleh ke toilet ?"
"tentu saja sayang, mau grandma tunggu ?"
"tidak perlu grandma, pria sejati tidak membuat wanita nya menunggu" ucap Hanzel, Romanove melirik Jimmy begitupun sebaliknya. Mereka berdua menahan tawa dan mengeleng pelan kepala nya.
"Jimmy temani cucu ku, jangan biarkan ia lecet sedikit pun jika tidak ingin mati"
__ADS_1
"baik madam" ucap nya lalu mengandeng tanggan Hanzel ke toilet.
(bakal ketemu Haider ini mah)