Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 82


__ADS_3

dalam perjalanan pulang Aldo terdiam, ia tak mau buka suara ketika Hani bertanya, ia pun hanya berdehem saja ketika Hani memanggil nya


yang mana membuat Hani dongkol setengah mati dan membuang muka ke arah kiri dan ia pun hanya melihat samping kiri selama perjalanan pulang ke kota A


'' ayo turun, sudah sampai..? ajak Aldo dengan meninggal kan Hani seorang diri di dalam mobil


'' dasar, manusia kulkas, baru sakit begitu saja sudah ngabekan.? Hani mengerang kesal di dalam mobil ketika Aldo meninggal kan nya begitu saja


dengan rasa kesal, Hani pun membuka pintu mobil dengan sangat kencang lalu membanting pintu nya secara kuat dan di sengaja


Aldo yang masih berada di teras rumah Hani terkejut mendengar Hani membanting pintu mobil begitu kuat nya


'' hei... yang ada rusak pintu mobil kalau begitu cara menutup nya..? tegur Aldo menatap Hani


'' biar kan saja, kalau pun rusak. kau pikir aku tidak bisa mengganti nya. bila perlu sekalian mobil mu ini ku ganti..? Hani berucap sambil berkacak pinggang


'' sombong nya...? Aldo berdiri lalu meraup wajah Hani yang terlihat kesal kepada


'' memang kenyataan nya aku mampu kok...? ungkap Hani


'' iya...iya.. aku tau, lalu apa masalah mu dengan pintu mobil itu..? tanya Aldo merangkul Hani membawa nya masuk kedalam rumah setelah mengucap kan salam


'' masalah ku tidak ada dengan nya. tapi dengan mu..? Hani pun menyikut perut Aldo dengan siku


yang mana membuat Aldo mengasuh kesakitan dan meringis Menahan sakit karena sikutan Hani


'' satu hari ini. aku sudah dua kali dapat perlakuan tidak baik mu Hani..? Aldo mengusap pelan dada nya yang terasa sakit


'' kau yang memulai nya...? Hani membuang muka, ia pun berjalan meninggal kan Aldo seorang diri di ruang tamu


'' kau mau kemana..? Aldo mencoba menghentikan langkah Hani


'' mau mandi dan tidur kembali, kau pulang lah sana..? usir Hani kepada Aldo

__ADS_1


'' kau mengusir ku..? tanya Aldo tak percaya


'' iya.. memang nya kenapa..? Hani mengangkat wajah angkuh nya di hadapan Aldo


Hani pun tak memperdulikan Aldo lagi, ia mempercepat langkah nya menaiki anak tangga menuju kamar nya yang berada di atas


sedang kan Aldo, setelah menurun kan oleh-oleh di rumah Hani yang mereka beli di jalan, ia pun kemudian pulang ke rumah nya


hingga pukul delapan, Hani baru turun dari kamar nya dan mencari keberadaan mama dan papa nya, terutama Kiara yang satu hari ini ia tinggal kan bersama mama ana


'' baru bangun tidur atau bagai mana Han..? tanya mama ana ketika melihat anak nya baru saja turun dari kamar nya di lantai atas


'' tidak mah, habis sholat isya juga, dan baru selesai..? jawab Hani seraya duduk di meja makan


'' mama kira kalian tadi menginap di sana..? ana pun melanjut kan makan nya kembali


'' tidak ma... hanya perjalanan dua jam saja masa harus menginap..? ucap Hani seraya mengambil piring dan mengisi nya


ia pun tak lagi bersuara ketika mereka sedang makan, Hani pun makan dengan diam


'' biar saya saja mbak, yang mencuci nya..? pinta Tia yang tak mau anak majikan nya mengerjakan tugas nya


'' cuma sedikit mbak, biar kan saya saja yang mengerjakan nya. mbak lanjut kan makan nya saja..? suruh Hani, ia sudah terlanjur basah memegang piring kotor lagian Tia pun sedang makan


dengan perlahan, Tia pun meninggal kan Hani yang sedang berada di wastafel, dengan sigap hani mencuci semua peralatan dapur yang sedang kotor


selesai semua, Hani pun menyusun nya di tempat semula, kemudian ia mencari keberadaan sang mama, ia akan menanyakan keberadaan Kiara


'' kemana Kiara ma.. kenapa aku tidak melihat nya sedari tadi..? tanya Hani dan duduk di samping sang mama


'' Kiara di bawa oleh Dina dan Fikri, mereka sedang jalan-jalan ke pasar malam selepas magrib tadi..? mama ana memberi tahu


'' ke pasar malam, apa itu pasar malam ma..? Hani mengkerut kan kening nya pertanda ia tak pernah tau apa itu pasar malam

__ADS_1


'' semacam tempat hiburan begitu, dan ada juga pedagang kaki lima yang menjual banyak aneka makanan dan juga pernak-pernik. seperti baju jam tangan sepatu dan lain lagi, tapi di harga paling murah..? jelas mama ana


'' Hani tak pernah mama bawa kesana.. selama kita tinggal di sini..? heran Hani


karena di usia nya yang sudah menginjak dua puluh lima tahun, namun sekali pun ia tak pernah tau itu pasar malam


'' mama memang tak pernah membawa mu kesana, karena dulu mama masih sibuk merintis usaha bersama papa, dan dulu pun mama tidak cukup banyak waktu dan uang, karena mama selalu memikir kan masa depan mu..? ucap ana


'' pantas saja. aku tak pernah tau itu pasar malam seperti apa..?


'' pasar malam itu suka berpindah-pindah tempat Hani, tidak melulu di situ setiap saat, karena mereka pun mencari sumber rezeki yang membuat ekonomi mereka bisa mencukupi hidup, jadi jika mereka bertahan di satu tempat, maka pengunjung akan bosan, jadi sepi lah pengunjung mereka dan dari situ lah mereka setiap tiga Minggu sekali berpindah tempat dan daerah..? jelas mama ana lagi


'' bukan nya semacam pasar yang buka malam ma..? tanya Hani lagi


'' bukan Han... nanti.. suruh lah Dina mengajak mu, agar kamu tau itu pasar malam seperti apa..? ucap ana, ia pun bangkit dari duduk nya dan mencari remote televisi


'' nanti lah ma, kalau Hani tidak ada kesibukan..? ucap Hani ia pun merebah kan tubuh nya di sofa sambil melihat televisi bersama dengan mama ana


sampai jam sembilan malam, baru lah Dina mengantar kan Kiara pulang kembali kerumah. dengan segudang jajanan dan juga baju serta sepatu


'' apa ini.. kenapa banyak sekali..? tanya Hani menatap wajah Dina tak percaya


'' untuk Kiara mbak.. mumpung ada rezeki mas Fikri..? jelas Dina


'' tapi kenapa sebanyak ini..? protes Hani


'' bukan hanya Kiara saja... Dina pun membelikan baju dan juga sepatu untuk anak bang Dion..? Dina pun menunjuk kan sebungkus plastik yang ia pegang kehadapan Hani


'' ya.. ampun Dina, seharus nya kau menabung untuk masa depan mu kelak..? Hani tidak terlalu suka berpoya-poya apa lagi ia tahu keadaan Dina tidak sebaik diri nya


'' sesekali tidak apa mbak. nanti kalau Dina punya anak, gantian... Dina akan meminta kepada mbak Hani untuk membelikan baju..? kekeh Dina pelan


'' itu sudah pasti Dina...? teriak Hani yang mana membuat Kiara terkejut dari tidur nya yang sejak tadi ada di dekapan Fikri

__ADS_1


'' kan... jadi menangis... mbak kenapa berteriak sih...? protes Fikri


'' salah kan istri mu. yang membuat ku emosi...? Hani yang tak terima di salah kan. oleh fikri


__ADS_2