
"lakukan rencana B, jika aku tidak bersama nya maka wanita lain pun tidak boleh bersama nya, karena hanya aku yang pantas bersanding dengan dia" Dixie mengakhiri panggilan lalu meramas benda itu untuk menyalurkan kekesalan di hati.
...🍁🍁🍁🍁...
"aku ingin ice cream rasa vanila campur bluebery dan strawberry toping coklat" ucap Jasmine dalam pelukan Haider.
"kau ingin memakan nya sekarang ?" Jasmine mengangguk "baiklah sekarang waktu nya mencari ice cream" Haider mengecup kening Jasmine lalu mereka pergi meninggalkan kampus.
"kita ke mall"
"harus yah ke mall ?"
"biar kamu bisa beli apa saja sesuka mu" ucap Haider
Sesampai nya di mall mereka langsung ke tempat penyediaan ice cream dan cake terbesar di mall X, bahkan Jasmine tak segan segan memilih banyak ice cream dan cake kesukaan nya, setelah menghabiskan makanan nya, Jasmien menarik tanggan Haider dan mereka melihat lihat seisi mall tanpa membeli karena Jasmine binggung harus membeli apa.
"aku binggu harus beli apa, jadi lebih baik kita ke tempat akuarium" Jasmien terlihat bahagia ia menarik tanggan Haider dan lagi lagi Haider hanya mengikuti langkah nya.
Setelah puas berjalan jalan di mall, akhirnya mereka pulang membawa satu PlayStation 5 yang di inginkan oleh Jasmine, Haider begitu binggung dengan sifat Jasmine yang sedikit aneh.
"ajarikan aku bagaimana cara menggunakan nya" ucap Jasmine, saat ini mereka sudah di kamar dan ia terus meminta Haider mengajari nya cara bermain PS.
"kau memang merepotkan, tapi aku sayang" ucapnya sambil mengacak rambu Jasmine lalu menariknya hingga duduk di depan Haider, Haider memeluk Jasmine dari arah belakang dan mulai mengajari nya cara menggunakan PS, sesekali tanggan nya usul mengoda Jasmine dan menyentuh area area sensitif tak hanya itu bahkan Haider mengigit leh*r jenjang milik Jasmine dan meninggalkan Kissmark.
"Haider ? ayo bangun dan sarapan bersama" Jasmine berusaha untuk membangun kan Haider pasal nya lelaki itu sangat sulit bangun di pagi hari.
"Haider" Jasmine mengoyangkan tubuh Haider namun hasilnya tetap sama.
"ayo bangun ini sudah jam sembilan, kau bahkan belum sarapan dan aku juga" Jasmine yang sudah tak tahan dengan Haider langsung bangun dari tempat tidur menuju kearah pintu kamar dan
"honey bangun dan sarapan bersama atau aku tidak akan membiarkan mu menyetuhku lagi" ancam Jasmine lalu keluar kamar.
Haider sayup sayup mendengar ancaman Jasmine seketika mata nya membulat, ia langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan tak selang beberapa menit pria itu sudah berjalan menyusul Jasmine yang sedang menatapnya.
"sial bahkan baru bangun tidur saja dia telihat tampan" batin Jasmine.
"Ck lama sekali" ucap Jasmine dan mulai memberikan sandwhics ke arah Haider dan memberikan nya segelas susu.
"sifat mu aneh belakangan ini" ucap Haider sambil memperhatikan Jasmine "tapi tetap terlihat sexy dan mengemaskan" goda Haider berhasil membuat wajah Jasmine memerah.
"entahlah" ucap Jasmine lalu kearah kulkas mengambil beberapa buah.
"aku benar benar jatuh cinta padanya" batin Jasmine sambil mengelus dadanya.
Setelah sarapan bersama Jasmine bersiap siap ke kampus setelah dari kampus ia akan melihat kondisi Jay bersama Jeslyn.
"maaf baby aku tidak bisa menemanimu ke rumah sakit, aku harus menyelesaikan proyek ku" ucapnya mencium kening Jasmine.
__ADS_1
"tidak apa-apa, masih ada Jeslyn yang akan menemaniku"
"jangan lupa memberi kabar" ucap Haider.
"Oke" Jasmine mengecup pipi Haider dan melihat ke arah Jeslyn sudah menunggu nya di ujung koridor kelas.
"tunggu beberapa menit" ucap Haider menahan lengan Jasmine "ada apa ?" tanya Jasmine ka raha Haider "aku menyuruh bodyguard ku menjagamu" Jasmine tak percaya dengan apa yang dilakukan Haider, bagimana mungkin dia menyuruh para bodyguard menjaga nya.
"aku tidak perlu di jaga Haider, aku akan baik baik saja" Haider menatap Jasmine "aku tidak ingin penolakan" dua mobil masuk kareah kampus, dua pria bertubuh kekar turun dari mobil ke arah mereka, Jeslyn berjalan menghampiri Jasmine.
"siapa mereka ?" tanya Jeslyn melihat kearah dua bodyguard yang semakin mendekat.
"bodyguard ku, mereka akan menjaga Jasmine" seketika mulut dan mata Jeslyn terbelakak tak percaya dengan tindakan Haider ia mencerna baik baik perkataan Haider lalu tertawa.
"hahahahha kau ini aneh aneh kenapa musti di kawal ?" masih dengan tawanya sedangkan Haider, Jasmine dan dua bodyguard menatap tajam ke arah Jeslyn yang tertawa lepas.
"ma\~maaf, aku tidak bermaksud menertawai mu" Jeslyn susah payah menelan saliva nya karena tatapan tajam dari Haider.
"dua orang ini akan mengawal Jasmine, sedangkan dua nya lagi akan menjaga ruangan Jay, kemana pun teman mu pergi mereka akan siap menjemput dua puluh empat jam" ucap Haider.
"dan kalian sudah tahu kan apa yang harus kalian lakukan ? jangan sampai hal yang tidak di inginkan terjadi, pastikan wanitaku selalu aman" ucap Haider.
"dia bilang wanitaku, kenapa aku bahagia" batin Jasmine
"ekhmm wajah mu berubah warna" bisik Jeslyn dan terkekeh, Jasmine tersenyum sambil meramas baju milik Jeslyn.
...✨Flashback On✨...
•Hallo tuan muda
^^^•Franklin aku ingin empat bodyguard yang terampil dalam seni bela diri untuk menjaga wanita ku dan adiknya.^^^
•baik tuan akan saya lakukan sesuai printah.
^^^•satu lagi cari yang pria dan wanita, agar wanita terus bersama dengan nya, sediakan dua mobil, peraturan nya akan aku kirim lewat chat, pastikan mereka sudah menghafal semua peraturan untuk menjaga wanitaku.^^^
•baik tuan muda
^^^•dan pastikan mereka sudah di kampus setelah jam kuliah selesai.^^^
...Tut tut tut...
...Ting (satu pesan dari tuan muda)...
Peraturan dalam penjagaan.
__ADS_1
Jangan biarkan Jasmine sendirian.
Tetap di samping nya apapun yang terjadi.
Jauhkan dia dari laki laki yang mendekat setidaknya dua meter.
Wajib melapor apa pun kegiatan nya, dengan siapa dia bertemu dengan siapa ia makan dan kemanapun ia pergi.
Dilarang bersentuhan dengan lawan jenis.
Jika wanitaku terluka maka kalian akan mendapatkan luka lima kali lipat.
Pastikan Jasmine makan dengan teratur tepat waktu.
Franklin mengerutkan keningnya dan tersenyum melihat isi peraturan dari tuan muda penerus W.corp dan HDC Group.
"ayah dan anak sama sama posesif" gumam Franklin lalu bergegas ke markas besar kartel O'Hara.
__ADS_1