Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
episode 7


__ADS_3

setelah itu lia pamit untuk pulang dan besok baru dtang lagi untuk menemani ku.


sebenarnya aq masih kepikiran tentang apa yang aku lihat di restaurant tadi kenapa dia menerima perjodohan ini kalau dia sendiri mempunyai kekasih.


aq hanya bermain dengan nakisha untuk mengusdir kekesalan ku pada richard.


aq terus mencium mencium nakisha karena aq sangat gemas kepadanya pipinya yang gembul itu sungguh ingin sekali aq melahapnya.


kami terus bermain hingga waktu makan malam tiba, kami pun turun menuruni anak tangga. dengan dia yang berjalan mendahului ku.


" teaaaaaaaaaa kau apakan putri ku " teriak abang ilham karena pipi nakisha sampai merah akibat ku cium.


" eheheeheh,, kami hanya bermain bang " ucap ku cengengesan.


" kamu itu yah, besok kamu akan nikah, nah kamu boleh tuh bikin anak sebanyak banyaknya " ucap abang sambil menjewer telinga ku.


" awww,, sakit bang bundaaaaaaaa, " rintih ku sambil memegang telinga ku yang memerah.


" ilham.." ucap bunda sambil melihat ke arah kami berdua.


" lihat bund, pipi nakisha memerah semua " ucap bang ilham, sedangkan nakisha asyik memakan ayam gorengnya.


" tea gak boleh gitu, tunggu kamu menikah ntar kamu bisa punya berapa pun kamu mau " ucap bunda mengejek ku.


" betul tuh, bilaa perlu bikin satu klub main bola,, hhhhh " ucap bang ilham menertawakan ku, bahkan papa juga.

__ADS_1


aq hanya memperlihatkan wajah kesal ku dan pergi ke kamar ku sambil menghentak hentakan kaki ku ke lantai.


" tea, gak makan dulu sayang " ucap bunda.


" gak, tea kenyang " ucap ku jutek. lalu aku membanting pintu kamar dengan kasar.


kenapa mereka mempojokan ku seperti ini. apa mereka tidak tau bahwa aq begitu tertekan bahwa aq besok akan menikah. huhuhu bahkan aq tak bisa membayangkan akan seperti apa hidup ku bersama pria dingin bin menyebalkan itu.


ohh tidaaaaaakkkk hidup ku ancurrrr ucap ku dalam hati sambil memukul bantal dan menangis.


tiba tiba ada suara orang membuka pintu kamar ku, ku yakini itu bunda, tapi bukan ternyata itu richard membawa nampan berisi makanan, aq langsung melempar bantal yang ku pegang ke arahnya, dengan cepat di menghindar.


" untung gue punya silat kalau nggak bisa kena kan " ucapnya pelan namun masih bisa ku dengar.


aq hanya mendengus kesal sambil melipat kedua tangan di depan dan membuang muka berlawanan arah.


" eitssss,, apa katanya tadi mama, sejak kapan bunda gue jadi mamanya. dasar cowo bolot " ucap ku dalam hati dengan tatapan sinis.


" ih jangan liat liat entar lo naksir lagi ma gue, secara gue kan ganteng " ucapnya kepedean sambil membenarkan rambutnya.


" paan sih loo, badak ples bekicot " ucap ku jutek.


" paan tuh " ucapnya sambil menaikkan sebelah alisnya.


." bacot loo" kata ku

__ADS_1


" wow sadiiiiiisss" ucapnya


" keluar gak " ucap ku sesikit membentak.


" gak, sebelum lo makan " katanya.


" apa peduli mu, bukannya lo lbih peduli ma cewe yang lo temuin di restaurant kemarin " ucap ku sedikit tinggi.


" ouh jadi lo cemburu yah " katanya sambil senyum ke arah ku.


" anjong gue cemburu ma dia, " kata ku cuek.


" kalau gak cemburu kenapa marah marah gitu, halaaah ngaku ajha lo apa susahnya sih " katanya kepedean.


aq hanya berdecak sebal.


" ya udah nih makan, istirahat karna besok kita pasti bakan capek banget. " katanya dengan srius.


" udah kan ngomongnya, sekarank keluar " ucap ku sambil menunjuk pintu.


" iyha iyha asal lo makan, kasian mama khawatir lo gak makan " ucapnya sambil berdiri.


" iyha deh bawel mending sekarang lo keluar " ucap ku lagi.


dia pun melangkah dan pergi.

__ADS_1


aku hanya menghela nafas pnjang lalu menyantap makan malam ku lalu tidur.


__ADS_2