
'' baik lah, biar Aldo bawa yang dua ini saja.? ujar Aldo membawa si kembar ke dalam dekapan nya
sedang kan Hani masih memberi asi pada Kania yang masih betah di dalam kamar Adam
'' Han... mas pergi dengan papa,, kalau kamu sudah selesai, nanti kunci pintu nya dari luar, ya..? pinta Aldo pada Hani
'' baik lah mas,'' ujar Hani
setelah itu Aldo berlalu dengan Adam, Hani yang tertinggal di dalam kamar masih, memberi asi
'' anak gadis mama belum selesai ya..asi nya, lahap sekali.?'' ucap Hani menoel-noel pipi Kania
rumah duka kini di penuhi dengan pelayat yang berdatangan, dari tetangga sendiri dan juga sebagian teman papa dan mama
siang hari kami harus melepas kan kepergian ibu berpulang kembali ke tempat sang pencipta, dengan tangis pilu, Dion dan Dina mengiringi langkah kepergian sang ibu yang sangat mereka sayangi
'' yang sabar nak,, masih ada mama tempat kalian berkeluh kesah.?'' ujar mama merangkul Dion dan Dina.
mereka berdua begitu rapuh, di saat orang yang di sayangi meninggal kan mereka untuk selama nya, di mana kini Dion hanya bisa menitih kan air mata, ketika tanah sedikit demi sedikit jatuh ke dalam liang lahat
'' yang sabar ya,, masih ada mbak juga kok,'' ucap ku menyemangati Dina yang menangis pilu
Dina hanya diam menangis tanpa menyahut, ku lihat Diana pun begitu juga, ia ikut larut sedih dengan kepergian ibu mertua yang sangat menyayangi nya, melebihi ibu nya sendiri
selesai acara pemakaman semua orang kembali ke rumah masing-masing, dan kami sekeluarga masih berkumpul di rumah Dion, karena nanti malam akan ada acara tahlilan untuk beliau
'' ibu kok bisa meninggal ma, apa ibu sedang sakit parah.'' tanya ku pada mama ketika kami sedang berkumpul di ruang tamu sambil menikmati makan siang bersama
'' ibu gak ada sakit? ibu hanya terpeleset ketika hendak membersih kan kebun sayur nya Yanga dan di belakang, nama nya juga sudah ajal,, ada saja jalan nya.'' ujar mama
membuat ku terdiam, pantas saja kabar duka ini mendadak sekali, di mana menyisa kan luka pada Dion dan Dina, mereka begitu syok ketika mendengar kabar bahwa mama mereka sudah tiada
'' kok bisa, siapa yang pertama kali melihat nya ma.'' tanya ku masih dengan penasaran
'' Diana orang yang pertama kali tau, karena Diana juga ikut kebelakang hendak membantu ibu menanam benih sayur bersama Dito.?'' ujar mama
.Dito adalah anak Diana bersama Dion, anak yang tujuh bulan lebih muda dari Kiara, sekarang anak nya sedang aktif nya sama seperti Kiara
'' pantas saja Diana merasa terpukul begitu ma.''' ucap ku sendu,
__ADS_1
'' assalamualaikum..'' suara yang begitu lantang terdengar sampai ke dalam rumah
membuat ku dan mama menoleh ke arah sumber suara tersebut
'' siapa itu, kenapa berteriak di saat Benyak orang begini.?'' ujar mama
'' Hani juga gak tau ma'' ucap ku bangkit dari duduk ku,
aku ingin melihat siapa yang tengah berkunjung kemari, apa kah saudara jauh dari Dion, tapi tidak mungkin, saudara Dion sudah lama masuk ke dalam sel, semenjak kejadian di mana tanah longsor menimpah penginapan
'' Hani.... apa kabar.?'' ujar tamu tersebut berhambur ke dekat ku dan memeluk ku begitu erat nya
'' ya.. ampun,, sudah lama tidak bertemu dengan kalian, kalian apa kabar.'' ucap ku senang bertemu dengan para sahabat ku
'' kau saja yang menghilang seperti bak di telan bumi, kami sering bertemu dengan diana dan berkumpul bersama kok.?'' ujar Gebi pada ku
'' aaahhh.... kalian sungguh kejam, tidak pernah mau mengajak ku,?'' ujar ku merangkul mereka berdua masuk ke dalam rumah Dion
'' siapa yang datang Hani.'' tanya mama ketika aku masuk bersama dua sahabat ku
'' teman seperjuangan Hani ma,, di masa kuliah dulu.'' ujar ku pada mama
'' gak apa kan, duduk lesehan.?'' ujar ku pada kedua teman ku,
Diana yang semula hendak masuk ke kamar, menjadi balik badan karena melihat ada dua teman yang berkunjung
'' kalian kemari lagi, ku pikir sudah kembali ke asal kalian,'' ujar diana duduk di dekat kami
'' tidak jadi hari ini pulang, kata nya besok, kalau Wina sih.. enak, mau kapan saja pulang nya tidak ada yang marah.?'' ujar Debi menatap ke arah Wina
kami semua pun seketika menoleh ke arah Wina, yang memukul lengan Debi sambil terkikik geli
'' enak saja kau berkata begitu, yang ada nanti suami ku marah.'' ujar Wina
'' kau sudah memikk suami Wina,, '' tanya ku menatap nya dengan tajam
'' hehehe... iya, aku lupa mengabari mu.'' ujar Wina tertawa tanpa dosa
'' kau sahabat macam apa, aku tidak di undang di hari bahagia mu.?'' ucapku geleng kepala tidak percaya, akan ia melupakan ku
__ADS_1
'' kau juga sama, tidak mengabari kami di hari bahagia mu.?'' sungut debi membela wina
'' jadi,, kau juga sudah menikah.?'' tanya ku menoleh ke arah Debi
'' aku sedari awal kan sudah di jodoh kan, jadi aku menikah itu karena bisnis.?'' ujar Debi menaik turun kan alis nya
'' kalian teman paling kejam sedunia.?'' ujar ku menatap marah kepada ke dua nya
'' Han... anak nya minta susu ini.?'' mama Ella datang membawa Kania ke dekat ku
'' mari sini sayang, Kania haus ya..'' ucap ku mengambil alih Kania dari tangan mama
sedang tiga lain nya, asik main bersama Dito dan leya, sejak datang ke mari, mereka berlima bermain bersama tanpa ada yang bertengkar
'' ini anak mu Han,, uluuuhhh manis..nya.'' ujar Debi geram pada Kania
'' iya... ini anak ku yang ke empat.'' ujar ku santai
namun ternyata ke dua teman ku menatap ku dengan mata melotot, sedang kan diana yang melihat perubahan wajah ke dua nya hanya terkikik geli melihat ekspresi wajah Debi dan Wina
'' biasa aja kalee.. lihat nya.'' ujar Diana meraup wajah ke dua nya sambil terkekeh
'' yang benar saja.. aku baru saja satu sudah pusing melihat tingkah laku nya.'' ujar Debi geleng kepala mendengar Hani memiliki empat anak
'' anak pertama ku kan, anak angkat, sedang kan anak ke dua ku itu kembar, jadi? wajar dong,, anak ku sudah banyak saja.'' ujar Hani membenahi letak Kania yang sudah kenyang asi
'' anak mu kembar? wah.. gemas nya, aku jadi kepengen menjadi kan mantu.?'' ujar Debi gemas tiap kali mendengar kan ada anak kembar
'' iya,, Cocok itu, anak mu kan cewek.'' ujar Wina menatap ke arah Debi
'' aku gak mau ah,, masak besanan sama teman sendiri.'' ujarku menolak permintaan Debi,
biar lah anak-anak ku mencari pasangan hidup nya masing-masing tanpa harus di jodoh kan, kalau jodoh kan tidak akan kemana
'' gak papa sih,,, malah asik tau..'' ujar Debi, karena Hani menolak permintaan debi
...****************...
jangan lupa like'komen hadiah vote sebanyak banyak nya ya
__ADS_1
'' terima kasih ''