
sepanjang perjalanan pulang richard terus memikirkan sisil wanita ular tak tau diri.
richard sudah menonton rekaman video cctv yang ada di kmar hotel yang di kirimkan oleh ricky kepadanya, dan di sana dugaannya benar bahwa wanita itu memang sisil.
tak butuh waktu lama agar ia sampai di hotel. dia langsung bertemu dengan anak buahnya.
" bagaimana apa kalian sudah tau keberadaan wanita itu " kata richard.
" sudah dia melarikan diri ke belanda bos " kata anak buahnya.
" kalian kejar wanita itu sampai ketemu saya tidak mau tau saya menginginkan wanita itu hidup atau mati " kata richard.
" baik bos " kata anak buah.
richard berjalan menuju kamar hotelnya dan naik ke lantai tiga, sampai di pintu kamar ia berhenti sebentar, baru masuk membuka kan pintu.
kamar ini sekarang sudah rapi tak seberantakan tadi pagi, dia melirik ke kamar mandi dimana ia jatuh **** tea, ada senyum yang terukir di wajahnya.
dia melihat ke cermin, seperti terpampang jelas wajah tea yang sangat cantik sebelum mereka pergi makan malam.
namun senyuman itu hilang ketika ia melirik ke samping tempat tidur, kejadian tadi pagi masih terngiang di penglihatan matanya, tea yang sudah tergeletak dengam darah di sekujur tubuhnya, mata richard memerah menahan amarah.
ia pun langsung mandi dan mengganti pakaiannya, lalu berangkat ke rumah sakit lagi namun sebelum itu ia membeli makanan untuk semua orang di rumah sakit karena ia tau mereka semua belum makan sama seperti dirinya.
__ADS_1
kini ia sudah tiba di ruangan dimana tempat tea di rawat. ia masuk dan mendapati hanya pak anton dan bu ratih yang masih terjaga mengingat sekarang sudah jam 12 malam dan yang lainnya sudah tertidur.
" pah mah bagaimana keadaan tea " Ucap richard sambil meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja.
" tea tadi udah membuka matanya nak, trus dokter menyuntikan obat tidur padanya agar dia bisa istirahat total nak " kata bi kisya.
" alhandulillah " kata richard lega.
" sekarang ppa sama mma istirahat ajha biar richard jagain tea" kata richard sambil dduk di samping tea.
" biar ppa temani " kata pak anton.
" papa istirahat ajha ma yang lain, richard ajha yang jagain tea " kata richard penuh perhatian.
richard tersenyum lalu menatap tea yang tengah tidur.
kini hanya richard yang masih terjaga, jam sudah menunjukan pukul 4 richard mulai ngantuk dan tidur di samping tea dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan tea.
jam 5 pagi, tea terbangun dan merasakan ada seseorang yang memegang tangannya, ia pun melirik ke kanan, terlihat richard tidur tengah duduk dengan genggaman tangan yang tak ia lepas. tea bisa merasakan hembusan nafas richard di tangan nya.
ia ingin memegang rambut richard namun ia ragu takut ia terbangun.
tea memberanikan diri menyentuh rambut richard perlahan agar richard tak terbangun.
__ADS_1
namun ternyata richard belum tidur dan memperhatikan gerak gerik tea.
" pegang ajha gak usah ragu " kata richard
menbuat tea kagettt.
" ihhh mas ngagetin " kata tea cemberut.
richard langsung mencium kening tea.
" jangan pergi lagi dari ku, kau boleh menghukum ku asal jangan meninggalkan ku " kata richard dengan suara seraknya menahan tangis.
" maafin tea udah ngerepotin mas, tea janji gk bakal ngulangin lagi " kata tea menahan tangis.
" kmu gk ngerepotin mas sama sekali, mas yang salah karna gk becus jagain tea, mas udah gagal jadi suami yang baik buat tea, kmu boleh hukum mas " lirih richard.
" gpp ko mas, ya udah sekarang mas tea hukum. " kata tea.
richard pun berubah menjadi tegang.
" mas bantuin tea ke kmar mandi sekarang, tea mau pipis " kata tea dengan polosnya setelah membuat richard tegang setengah mati.
JANGAN LUPA TEKAN LIKE YAH
__ADS_1