
'' mas, pagi ini mau kemana,?'' Hani mendekat di kala Aldo hendak keluar dari kamar
'' mau melihat anak-anak Han, biasa nya pagi, aku yang memandi kan, ini kan sudah tidak lagi, semua sudah di ambil alih.?'' Aldo seraya tersenyum manis ke arah Hani
'' temani Hani mandi mas,?'' pinta Hani yang membuat Aldo tertawa kecil, selama mereka menikah, baru kali ini Hani meminta diri nya untuk menemani mandi
'' kok tumben, biasa nya tidak pernah.?'' ujar Aldo mengelus pipi Hani dengan lembut
'' gak tau mas, lagi kepengen aja.?'' ujar Hani mendongak menatap ke arah Aldo, sambil memeluk dengan erat aldo
Aldo yang semula ingin melihat aktivitas anak mereka pagi ini, manjadi urung, ia kini memenuhi permintaan Hani,
'' mau mandi atau yang lain,?'' ujar Aldo merangkul istri nya kembali masuk,
ia menyambar handuk untuk diri nya dan juga Hani, padahal ia pagi tadi sudah mandi, namun demi untuk menyenang kan hati istri nya yang sedang mengandung, ia rela mandi pagi kembali
'' tapi kok, mas sudah wangi sih.?'' Hani baru menyadari, setelah mereka sudah masuk ke kamar mandi
'' masak sih, mas padahal tidak memakai parfum.?'' Aldo mengendus tubuh nya sendiri, namun tidak menemukan bau parfum sedikit pun, melain kan wangi sambun mandi yang ia kenakan pagi tadi
'' iya, mas, wangi tau.?'' ujar Hani, mengendus sekali lagi tubuh Aldo,
sedang kan Aldo hanya terkekeh saja ketika Hani mengendus tubuh nya, ia tidak tau, semenjak Hani hamil anak ke dua mereka, Hani selalu saja ingin selalu dekat dengan nya, apa pun harus ada diri nya, bahkan tak jarang, Aldo harus menahan kebas di lengan nya, akibat Hani selalu menjadi kan nya sebuah bantal tidur nya
'' mas belum mandi kan,?'' Hani bertanya di kala ia hendak membuka baju
'' mas belum mandi,?'' ujar Aldo membantu Hani melapas kan baju yang di kenakan oleh Hani
'' semakin besar saja ya.?'' Aldo mengelus perut Hani yang sudah terlihat itu,
'' mas jangan, nanti dia nya nendang tau.?'' ujar Hani menepis tangan Aldo agar menyingkir dari perut nya
bukan nya menyingkir, Aldo Malah memeluk Hani, ketika Aldo membantu Hani membuka baju tadi, Aldo malah tidak bisa mengontrol diri nya
__ADS_1
'' mas. mau apa,?'' tanya hani ketika Aldo malah merabah yang lain nya
'' mas, mau kamu lah, mau apa lagi coba.?''
tanpa aba-aba, Aldo mengangkat Hani dan membawa Hani keluar dari kamar mandi, Aldo berjalan ke arah ranjang mereka, bukan nya mandi Aldo lebih dulu mengajak Hani untuk bercinta
'' mas, Hani mau mandi, bukan nya mau mandi keringat.?'' protes Hani pada Aldo
'' mas, sudah tidak tahan, siapa suruh mengajak mas mandi bersama,?'' ujar Aldo, Tampa tahu ia pun menyerang Hani
hingga pukul sembilan pagi, baru lah Aldo melepas kan Hani, ia mengangkat Hani kembali masuk ke dalam kamar mandi,
Aldo dengan telaten nya membantu Hani membersih kan tubuh Hani dan juga diri nya, sampai selesai mandi, Aldo tetap membantu Hani
'' lapar mas,?'' rengek Hani pada Aldo
'' tadi pagi sudah sarapan, kenapa baru jam segini sudah lapar.?'' Aldo melihat ke arah jam dinding di kamar mereka masih menunjukan masih pukul setengah sepuluh
'' gak tau mas, Hani merasa perut Hani ini seperti di gigit cacing besar,?'' ujar Hani membuat Aldo terkekeh kecil
'' pagi tuan, nyonya.?'' sapa Lala ketika mereka berpas-pasan di dapur
'' pagi mbak Lala, anak-anak pada kemana.?' tanya Aldo yang hanya melihat Lala saja
'' ada di teras depan tua, ini saya lagi membuat kan susu pada mereka. saya permisi permisi Tuan, takut nya di tunggu susu ini.?'' ujar Lala sambil menunjukan tiga botol DOT di tangan nya
Aldo hanya mengangguk saja begitu pun Hani, mereka berdua melangkah kan lagi kaki mereka ke arah dapur, memenuhi niat awal Meraka
'' masak apa mbak Dewi.?'' tanya Hani ketika mereka berdua sudah sampai di meja makan
'' ini mbak, masak ikan nila asam manis, tapi bingung mau di campuri apa.?'' ujar Dewi menoleh sekilas ke arah Hani dan juga Aldo yang berada di meja makan
'' mbak, saya lapar, pengen makan nih,?'' ujar Hani menatap ke arah Dewi yang tengah serius membersik kan ikan
__ADS_1
'' sebentar ya.. mbak, saya mau membersih kan tangan terlebih dulu.?'' ujar Dewi,
Dewi pun meninggal kan pekerjaan nya, demi mengambil kan majikan nya laup pauk nya, ia tak mau melalai kan tugas nya untuk membuat kenyang seluruh penghuni rumah Aldo
tak lama kemudian, Dewi membawa kan sayur beserta nasi piring dan lain nya, menaruh nya di hadapan Hani dan juga Aldo
setelah menyelesai kan tugas nya, ia kembali lagi ke dapur untuk memasak, melanjut kan tugas yang lain nya
'' kamu memang agak gemukan ya Han, berbeda di saat kamu mengandung Kenan dan kiano, badan mu terlalu kurus, namun perut mu saja yang terlihat lebis besar.?'' ujar Aldo yang memperhati kan bentuk tubuh Hani
'' masak sih mas, perasaan Hani pun begitu, Hani jadi agak susah jalan.?'' ujar Hani yang masih mengisi piring nya dengan nasi
'' iya, lihat pipi kamu itu, agak berisi, kelihatan lebih cabik.?'' ujar Aldo tersenyum menatap Hani
'' mas, mau makan tidak.?'' tanya Hani
'' mas, sebenar nya masih kenyang, tapi melihat mu mau makan, seperti nya mas, tergiur.?'' ujar Aldo
Hani hanya terkekeh saja, ia pun mengambil kan makan untuk Aldo, dan mereka berdua pun makan bersama dengan diam
di sudut dapur, ada yang memperhati kan Meraka berdua yang sejak tadi, ia menatap dengan serius nya ke arah Aldo dan juga Hani
'' kapan aku bisa memiliki mu mas,?'' ujar nya sambil tersenyum miring,
ia terus menatap ke arah Aldo dan Hani, ia memiliki rencana, namun ia belum tau kapan akan melaksanakan nya, ia masih menyusun strategi agar rencana nya berhasil
tanpa sengaja, Dewi yang hendak memberi kan minum ke arah Hani melihat Tiwi yang berdiri di sudut dapur, Dewi pikir, Tiwi akan mengambil sesuatu, namun kenapa masih bertahan di sana sudah sejak lama
'' ini minum nya mas, mbak,.?'' ujar Dewi menuang kan ke dua gelas untuk Aldo dan juga Hani
'' makasih mbak.?'' ujar Hani tersenyum ramah
'' maaf mbak, kenapa mbak Tiwi menatap terus ke arah sini.?'' ujar nya melirik Tiwi yang masih di sudut ruangan
__ADS_1
secepat kilat, Hani menatap ke arah mana Dewi melihat, namun dengan cepat Tiwi pun pergi dari sana, membuat Hani bingung, sedang kan Dewi ia merasa ada yang aneh dengan pengasuh baru itu, ia takut terjadi sesuatu di keluarga aldo