
dalam diam, Hani pun mendekat ke arah brangkar Aldo, Hani pun menggeser tempat duduk yang semula tadi di duduki oleh Yuna kini di ganti kan oleh diri nya
'' kenapa kamu bisa begini do, aku tidak bermaksud menolak mu, hanya saja aku masih kecewa terhadap mu, aku tidak sekalipun membenci mu, tapi aku hanya memantau kan diri saja, seperti apa yang kau ucap kan, aku mencoba tidak menjadi wanita murahan seperti apa kata mu, dan aku mencoba membuat diri ini tidak mengejar mu lagi, namun apa sekarang, kau malah berganti mengejar ku di saat aku mulai menjauh, menurut mu aku harus bagai mana Aldo, menurut mu aku haru meninggal kan mu. apa aku harus senang dengan kau mencoba mendekat pada ku, aku bingung harus berbuat apa...? ucap Hani lirih sambil mengelus wajah Aldo yang masih ada tersisa bekas luka
lama Hani berdiam diri kembali sambil memandangi wajah Aldo dari dekat, sebenar nya, Hani masih sangat menyayangi Aldo,
mau bagai mana pun cara nya, tidak mudah melupakan seseorang yang kita cintai sangat lama, dan melupakan nya begitu saja
dalam hati kecil Hani kadang tersirat kerinduan, namun sekuat mungkin Hani mencoba untuk memendam nya sekuat mungkin untuk melupa Aldo, tapi apalah daya, semua tidak semudah yang di bayang kan
walau pun Hani terkadang diam dan tidak perduli dengan Aldo, fakta nya, ia terkadang mengalir kan air mata Tampa suara jika sejenak di benak nya merindukan Aldo
'' bangun lah do, aku janji, setelah kau sadar, aku tidak akan meninggal kan mu, aku akan tetap di sisi mu, walau kau meminta ku pergi menjauh..? Hani berkata lagi
banyak lagi yang Hani katakan agar Aldo terbangun dari tidur nya, namun usahanya sia-sia saja, karena Aldo masih saja setia tertidur di atas tempat tidur nya
'' mbak, aku mau pulang terlebih dahulu nih... mbak bagai mana..? Dion yang baru masuk dan bertanya kepada Hani
'' iya, mungkin mbak akan berada di sini dua hari ke depan, kau pulang lah saja terlebih dahulu, mbak takut nanti Diana lebih membutuh kan mu dari pada mbak..? Hani pun menatap sekilas pada Dion yang sedang berbicara
'' oke lah, Banga Aldo nya belum bangun juga ya..mbak..? tanya Dion mendekat pada Hani
__ADS_1
'' belum Yon, mungkin Aldo betah tiduran, dan ia masih ingin lebih lama tiduran..? saut Hani kini ia berganti melihat ke arah Aldo yang sedang terbaring
'' biar kan saja mbak, bang Aldo nya tertidur, lebih gampang aku menjadi kan mbak Hani istri kedua ku, lumayan lah, punya istri cantik ada dua di rumah... apalagi mbak Hani punya kekayaan, mungkin tua nya aku akan senang, dan aku akan membangun rumah megah, dan ku isi dengan banyak anak.... senang nya...? ekspresi wajah Dion yang di buat sesenang mungkin
'' apa sih kamu Yon, kok malah berkata begitu..? Hani bingung kenapa Dion tiba-tiba berucap seperti itu,
kalau pun Dion berniat menikahi nya sudah sedari dulu, namun sekarang Dion malah menikah dengan Diana
'' biar kan saja mbak, pikir bang Aldo gak kesal apa, menunggui orang sakit, bang Aldo apa gak berpikir apa, kalau bang Aldo begini, yang ada mbak Hani di ambil orang, terutama aku terlebih dahulu..? memasang wajah kesal
'' Diana mau kamu kemana kan Dion, yang ada Diana akan marah besar kalau tau kamu berucap begini..? Hani mencoba memberi tahu kan Dion, namun bukan nya berhenti, Dion malah melanjutkan lagi perkataan nya
'' sudah lah mbak, ngapain menunggu orang yang terbaring lemah, lebih baik mbak Hani sama Dion saja, Dion akan berjanji membuat mbak Hani bahagia, bukan makian yang akan mbak terima dari Dion..? lanjut Dion lagi yang belum mau berhenti
'' kalau bang Dion gak akan bangun juga, aku akan mengurus semua persiapan menikah ku dengan mbak Hani sekarang juga..? ancam Dion sambil menuding wajah Aldo yang di tepis oleh Hani
'' gak sopan begitu Yon..? ujar Hani menahan kesal
'' kalau bang Aldo gak bangun juga, aku akan mencium mbak Hani di depan bang Aldo sekarang juga..? ucap Dion menuding wajah Aldo lagi dan menunjuk ke arah Hani
Dion pun sengaja mendekat kan wajah nya ke arah Hani, dan mencoba mengancam Dion yang masih terbaring lemah itu
__ADS_1
banyak yang bilang kalau orang koma itu berkelana entah kemana saja, ia pun masih mengingat hari terakhir kenapa ia berada di rumah sakit, namun ia tidak bisa kembali karena pikiran nya yang tak mau kembali ke raga nya
'' apa-apaan sih kamu Yon..? Hani mencoba menghindar, namun Dion tidak gencar, Dion masih mengincar wajah Hani lebih dekat lagi
sebenar nya pun, dion tidak serius dengan ucapan nya, hanya saja ia akan menguji Aldo dengan cara mencium hani
'' diam lah mbak, aku tidak takut kalau seandai nya bang Aldo marah pada ku, apa perduli ku, dia hanya manusia yang tidak bisa di andal kan saja kok.. lihat lah, sekarang, mbak dalam masalah saja dia tidak mau menolong mu, manusia payah..? Dion menuding ke arah Aldo lagi dan hendak mencoba mencium lagi
sebenar nya pun dion hendak terbahak dengan kelakuan nya, dan melihat wajah ketakutan Hani, yang mana ia harus menahan tawa demi bisa berekting bagus di depan Hani
Tampa di sangka, tangan Dion yang menuding ke wajah Aldo tadi kini ada yang menggenggam nya dan seketika Dion pun menoleh ke arah tangan nya yang di cekal seseorang
'' wah... ternyata bangun juga, ku pikir masih betah tidur di sini..? ucap Dion senang di kala ia melihat Aldo sudah melotot horor pada nya dan menggenggam erat salah satu jari nya
Hani pun membuka mata nya perlahan mendengar perkataan Dion yang mengatakan bangun
dengan melotot Hani pun melihat ke arah Aldo yang memandang Dion dengan sorot mata tajam, sedang kan yang di pandang hanya terkekeh
'' lepas kan tangan ku bang, kau bisa membuat nya patah..? ujar Dion sambil tertawa
dengan perlahan Aldo pun melepas kan jari Dion dari genggaman nya, tapi sorot mata nya tidak lepas dari Dion yang mana tadi hendak mencium wajah Hani
__ADS_1
'' ya..ampun, Aldo sudah bangun...? Hani panik, ia pun berlari keluar mencari dokter agar memeriksa kondisi Aldo saat ini
'' sudah lah bang, aku hanya bercanda tadi, tidak mungkin aku mau menikah dengan mbak Hani yang terlalu manja buat ku, lagian kalau pun aku mau, sudah dari dulu aku menikah dengan nya..? ucap Dion, dan Aldo hanya terdiam saja sambil memandang ke mana arah langkah Dion pergi