
kini sampailah kami di depan sebuah rumah besar yang ku yakini sama besar dengan rumah ku, disini ada 3 mobil terparkir di halaman rumah ini. dan aq merasa tak asing melihat salah satu mobil disini. namun aq tak terlalu memikirkannya. aq pun langsung masuk bersama kedua orang tua ku.
ketika kami masuk kami lansung di sambut oleh om aslan dan tante kisya kemudiam kami di persilahkan masuk langsung menuju meja makan.
" eh,, ini tea yhaa, ternyata kamu tumbuh semakin cantik ya, dan lbih cantik dari foto yang tante lihat " ucap tante kisya
" maksih tante " ucap ku dengan senyuman sidikit ku paksakan.
" oh iyha mama, dmana richard ko belum turun " ucap om aslan pada tante kisya.
" nah itu richard pah " ucap tante kisya sontak membuat kami menoleh ke arah tatapan tante kisya.
wow,, ku akui dua sangat tampan dengan setelan celana hitam dan kemeja putih yang di gulung sampay siku sungguh sangat menawan.
Eittsss tunggu dulu, ko kayak gua pernah ketemu ma ni cowok. tapi dmna yha ??
aq coba mengingat kembali kejadian 3 hari yang lalu saat di bandara. iyah , dia lelaki tak sopan itu.
sontak aq berdiri dari duduk ku berjalan beberapa langkah hingga aq berhadapan dengan nya.
" lohhh.... " ucap ku sambil menunjuk ke wajah ku.
dia juga berkata hal yang sama dengan ku bahkan hampir bersamaan.
keluarga kami yang melihat kejadian ini bingung.
__ADS_1
" keliatannya kalian salink kenal " ucap om aslan.
" ini cewek yang lemparin richard pake botol air mineral di bandara, kena kepala lagi " kata richard.
" eh siapa suruh udah salah bukannya minta maaf malah marah balik " ucap tea
" eh lo itu yha, gue gak salah siapa suruh berdiri di tepi jalan kayak gembel " ucapnya membuat ku emosi.
" ih tu mulut ya, kamu kalau lagi nyetir itu liat liat ad,,,,?? " kata ku terputus. krna di hentikan oleh papa ku.
" eh stop stop, ko jadi berdebat gini sih ayo duduk " perintah papa kemudian kami menurut. dan dduk berhadapan dan membuang muka ke arah lain.
" udah udah, richard ayo minta maaf sama calon istri mu" ucap om aslan
" apa,,, " ucap ku dan richard bersamaan.
" apa dengan wanita ini, gak mau " sambil menunjuk ke arah ku.
" apalagi gue ogah banget " kataku.
" eits,, gak ada yang boleh tolak menolak kalian harus menikah." ucap om aslan.
aq hanta menghembuskan nafas ku. aduhhh bagaimana mungkin aq menikah dengan pria tak sopan ini, bakalan bertengkar nih tiap hari ketemu diaa. oh tidaaaakkkk.
sontak aq melihat ke arahnya, dan dia pun begitu membuat pandangan kami bertemu.
__ADS_1
"apa lo liat liat " kata kami hampir bersamaan lagi.
" eh masih ribut ajha, ayo makan " ucap tante kisya.
dan kami pun makan bersama.
" oky malam ini kalian bisa tukar cincin "
ucap om aslan
" iya benar sekali " ucap bunda mendukung.
baru saja aq mau mengangkat mulut ku untuk bicara langsung terpotong oleh bunda.
" tidak ada yang boleh protes " kata bunda dengan sedikit tinggi.
aq hanya bisa pasrah, membiarkan dia memakaikan ku cincin. bahkan aq pun demikian.
" nah sekarang kalian sudah resmi bertunangan, dan akhir bulan ini akan menikah.
aq hanya diam pasrah dengan keadaan.
dan dia melipat kedua tangannya di depan dada, entah ada senyum di bbir nya aq lansung menatapnya sinis.
setelah itu kami pun pulang.
__ADS_1
dan berpamitan pada keluarga wijaya.