
Franklin mengerutkan keningnya dan tersenyum melihat isi peraturan dari tuan muda penerus Willsongrup.
"ayah dan anak sama sama posesif" gumam Franklin lalu bergegas ke markas besar kartel O'Hara.
...✨Flashback off✨...
"akhirnya" ucap Jasmine dan Jeslyn bersamaan setelah masuk ke ruangan Jay.
"huh kau tahu, mereka sangat kaku, bahkan tak ada raut bersahabat" ucap Jeslyn.
"tepat sekali, bahkan suasana nya menjadi aneh tadi" Jeslyn mengangguk pembicaraan Jasmine.
"Hai ganteng, aku datang jangan bosan mendengar suara ku" ujar Jeslyn.
"hai baby kata dokter kau masih asik berjalan jalan di alam bawah sadarmu, jika bersama mama dan papa tolong titip rindu, bilang ke mereka aku sangat merindu kan mereka dan aku menyayangi kalian" ucapnya lalu mengecup gemas kening Jay.
Sudah dua jam mereka menemani Jay, bahkan mereka berdua asik bercerita, hingga tak sadar jika pintu ruangan sudah di ketuk berulang kali oleh bodyguard Haider.
Clekkk
Pintu dibuka, terlihat bodyguard wanita sedang membawa makanan untuk mereka.
"Nona ini makan siang kalian" ucapnya datar tanpa ekspresi sekalipun.
"oke terima kasih ..." Jamine tertahan karena tidak tahu nama Bodyguard nya.
"angel" seakan tahu apa yang membuat Jasmine berhenti dengan cepat wanita itu menyebutkan namanya.
"oke angel terima kasih, semua nya berapa ?" ucap Jasmine.
"tidak perlu nona, ini sudah menjadi tanggung jawab ku" ucap Angel lalu meninggalkan mereka.
"kau lihat ? bahkan wajahnya sangat kaku bahkan saat berbicara, apa mereka tidak dilatih untuk tersenyum ?" tanya Jeslyn dan Jasmine hanya mengangkat kedua bahunya.
...🍁🍁🍁🍁...
Di sebuah mansion mewah seorang gadis sedang duduk mengigit jarinya, sesekali ia melirik ke ponsel milik nya menunggu informasi dari orang bayaran untuk membuntuti Jasmien dan Haider.
...Drttt Drttt Drttt...
...A memanggil...
^^^•apa ? jadi gadis sialan itu di jaga ketat ? ^^^
ia di jaga oleh bodyguard Haider
^^^•sial, lalu bagimana dengan rencana kita ?^^^
__ADS_1
sudah pasti gagal
^^^•tidak tidak, itu tidak ^^^
^^^akan terjadi, cari cara lain^^^
orang terdekatnya
^^^•kau memang pintar, aku ^^^
^^^akan gunakan teman wanita ^^^
^^^kampung itu untuk membuat Haider meninggalkan nya.^^^
...tutu tut tut...
"jika aku bisa menyingkirkan wanita sebelumnya makan ini pun akan aku singkirkan" ucap Dixie lalu tersenyum penu arti, gadis itu mengingat seberapa kejamnya dia saat masih kecil dengan emosi nya mendorong wanita yang begitu di sukai oleh Haider hingga tewas di tabrak kereta api.
...✨Flashback on✨...
...dua belas tahun yang lalu....
Dua gadis kecil berusia sepuluh tahun sedang berjalan bersama, mereka sedang bermain bersama namun Dixie menarik tanggan nya untuk lebih dekat ke rel kereta api.
"Dixie kau mau membawa ku kemana ?"
"tidak Dixie itu mengerikan, aku takut"
"kau ingin kembali ?" Dixie berbalik melihat gadis yang sedang ketakutan.
"tentu saja, aku takut" gadis kecil itu berbalik dan pergi namun suara Dixie membuatnya berhenti.
"Haider sedang menunggu mu, ayo ikut" Dixie membuat gadis kecil itu ikut dengan nya dengan alasan nama Haider.
"kau yakin Haider disana ?" Dixie mengangguk dan tersenyum sinis.
"baiklah, tapi aku takut melewatinya, apa ini aman ?" tanya gadis kecil itu.
"Katie ? apa kau rindu momy mu ?" tanya Dixie
"tentu saja aku merindukan nya" gadis itu terlihat sedih mengingat momy nya yang telah tiada.
"kau ingin bertemu dengan nya ? aku bisa mengabulkan jika kau iyakan" ucap Dixie menatap lekat Katie.m, sedangkan Ketie terdiam lalu mengeleng kepala nya.
"kata dady, momy tetap disini" sambil menunjuk hati nya, hal itu membuat Dixie marah lalu ia tersenyum sinis dengan arti.
"tapi aku ingin kau menemui ibumu" ucap Dixie.
__ADS_1
Suara kereta api mulai mendekat, kereta muncul dengan kecepatan tinggi, Dixie langsung menarik tanggan Ketie dan menolak kuat hingga gadis itu terjatuh, kaki nya dicepit rel kereta hingga ia tak bisa bergerak, ia berusaha untuk keluar dan memanggil nama Dixie dengan ketakutan dan gadis itu terus memangil dan menangis namun Dixie membalikkan badan dan meninggalkan gadis itu seorang diri hingga kereta menabrak tubuh kecil itu tak tersisa, hanya ada percikan darah yang menempel di bawa rell kereta apai.
"Goodbye Ketie, permintaan mu ku kabulkan, tidak aku mengabulkan permintaan ku sendiri" ucap Dixie.
...✨Flashback Off✨...
"seharus nya mudah untuk menyingkirkan mu, tapi Haider bertindak lebih dahulu dari ku, kau selamat tapi tidak untuk esok harinya" ucap Dixie.
Sedangkan di seberang sana seorang wanita sedang menerima panggilan.
"awasi dari jauh, jangan sampai meninggalkan jejak, apapun yang terjadi aku akan mengambilnya" lalu menutup panggilan dan memandangi foto kedua bayi kembar yang di peluk erat.
"jika kau salah aku akan bertindak di belakang mu dan melindungi mereka"
...🍃🍃🍃🍃...
"ada informasi baru" ucap Jeslyn masih fokus membaca situs web kampus.
"apa ?" Jasmine menoleh ke arah nya.
"pihak kampus melakukan study tour selama dua hari" Jeslyn berjalan ke arah Jasmine.
"sama saja aku tidak bisa ikut"
"siapa bilang ? dalam sehari mahasiswa hanya perlu melakukan nya selama empat atau lima jam, mahasiswa sendiri tentukan ingin melakukan study tour mereka"
"benarkah ?" Jeslyn mengangguk.
"lihat list tempat yang di berikan oleh pihak kampus" memberika ponsel ke arah Jasmine agar membaca semua informasi yang diberikan oleh pihak kampus.
"tunggu, ini maksudnya kita bisa bergabung dengan kelas senior ?" Jasmine membaca nya secara terliti dan tak percaya, biasa nya hanya berlaku untuk seangkatan satu kelompok.
"tentu saja, study tour kali ini akan di jadikan untuk pameran saat festival kampus"
"pantas saja di gambar nanti semua siswa dan kelompok wajib memperlihat hasil karya dan juga jurnal dalam study tour" ucap Jasmine.
"berarti kita berdua memiliki waktu untuk ikut" ucap Jeslyn.
"tapi Jay ?" Jasmine dan Jeslyn menoleh ke arah Jay yang terbating tanpa ada respond.
"akan aku pantau dan tidak perlu khawatir" ucap seorang perawat yang di tugaskan menjaga Jay.
"ini sudah sore, waktu untuk ku bertugas" ucapnya sambil tersenyum.
"terima kasih"
"ur welcome"
__ADS_1
Jasmine di jemput Haider, sedangkan Jeslyn di antar oleh bodyguard yang di tugaskan oleh Haider.