
sepanjang perjalanan Hani hanya bisa diam tak mau buka suara, bagi Hani buka suara pun percuma, Aldo tidak akan pernah mau memberi tahukan kenapa mereka harus bertolak ke kota E
'' Ayo turun..? ajak Aldo ketika Hani masih terpejam
'' apakah sudah sampai..? tanya Hani ketika ia di bangun kan oleh Aldo
'' sudah, ayo turun lah..? Aldo mengajak Hani untuk turun
'' jam berapa sekarang...?
'' sekarang sudah pukul setengah delapan pagi, kenapa..?Aldo menatap Hani sejenak
'' hanya bertanya saja, soal nya perut ku sudah berbunyi..? ucap Hani Tampa mau berbohong
'' nanti kita makan, ayo masuk lah dulu..? Aldo mengajak Hani masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu megah, namun simpel dan nyaman
'' rumah siapa ini..? tanya Hani ketika ia duduk di teras menunggu Aldo membuka pintu
'' rumah yang akan kita huni nanti nya..? setelah Aldo berhasil membuka pintu rumah, ia pun mempersilah kan Hani masuk ke dalam rumah
'' maksud mu apa..? tanya Hani bingung
'' ini rumah milik ku, tapi atas nama mu, unik kan..? Aldo pun berlalu ke dapur untuk mengambil kan minum
'' kenapa bisa atas nama ku..? Hani ternyata mengikuti Aldo dari belakang
'' karena aku beli nya pun untuk mu..? ujar Aldo
'' kenapa, bagus tidak rumah nya..? tanya Aldo ketika Hani melihat di sekeliling dapur
'' ya.. lumayan lah, namun warna cat nya tidak sesuai selera ku..? Hani mencoba mengungkap kan apa yang tidak cocok untuk nya
'' nanti di ganti, apa lagi menurut mu yang harus perlu di ganti..? Aldo mencoba menuruti apa mau Hani
'' kalau menurut ku sih, dapur nya kurang lebar, dan aku juga nanti mau rumah yang ada lantai atas nya..?
'' baik lah, seperti apa permintaan mu, semua akan ku Kabul kan.. nah.. ini hanya ada roti saja, makan lah dulu, nanti kita baru cari makan nasi..? Aldo pun menyodor kan selembar roti kehadapan Hani
'' tadi subuh sebelum berangkat sudah makan roti, ini roti lagi.. aku bosan...? ucap Hani, namun ia tetap memakan nya
__ADS_1
'' kata nya bosan, tapi habis juga..? ledek Aldo
'' mubazir, makanan tak boleh si buang...? ungkap Hani
'' kita sebenar nya mau apa di tempat ini..? ucap Hani bertanya untuk kesekian kali nya
'' mau membuat anak, kau mau..? Aldo hanya bercanda tidak mungkin ia serius mengatakan nya
'' enak saja, sembarangan saja kalau berbicara..?. sungut hani
'' aku kan hanya berkata, syukur-syukur kau mau, kan lumayan aku..? Aldo mengatakan sambil tertawa
'' dasar gila...? Hani pun melempar Aldo dengan sendok yang ia pegang
'' galak sekali, belum apa-apa saja aku sudah kena kdrt... ujar Aldo mengusap pelipis nya yang terkena lemparan sendok
'' biarin, siapa suruh kamu terus saja meledek ku, memang nya kau pikir aku ini wanita apaan..? sungut Hani
'' sudah lah, habis kan saja roti mu, ayo kita pergi..? ajak Aldo
Hani pun hanya diam saja, ia pun menghabis kan roti yang di sodor kan oleh Aldo kepada nya dengan cepat, lalu ia pun meminum air putih yang di berikan Aldo
Aldo pun mengarah kan mobil nya ke arah rumah Yuna yang sekarang mereka tempati
Aldo sudah ada janji kepada Yuna, untuk membuat kan gaun pengantin kepada Yuna, dan waktu Yuna hanya terbatas, maka dari itu Aldo sengaja berangkat pagi dari rumah, dan sampai ke rumah Yuna masih pagi
'' ini butik milik siapa, seperti tak asing bagi ku nama ini..? ucap Yuna pelan
'' ayo turun, kenapa malah melamun..? Aldo pun membukakan pintu mobil kepada Hani
Hani pun turun dan mengikuti langkah kaki Aldo kemana Aldo melangkah
'' assalamualaikum... apa kah ada orang..? panggil Aldo ketika ia mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam
'' kenapa, apakah orang nya tidak ada di rumah..? tebak Hani
'' mungkin, karena tidak ada yang menyahut, lebih baik kita ke sebelah sana saja..? Aldo pun kini menarik tangan Hani dan membawa ke tempat di mana parkir nya mobil tadi
'' kenapa kita kembali lagi kemari..? Hani bertanya, namun tidak mendapat kan jawaban dari Aldo
__ADS_1
Aldo masih saja terus menarik nya ke arah dalam butik, setelah mengucap kan salam, Aldo kini membawa Hani kedalam butik yang tidak terlalu mewah namun simpel dan rapih bagi Hani
'' cari apa mas..? sapa Syifa dengan ramah nya ketika ada tamu yang berkunjung
'' mbak Yuna nya ada..? tanya Aldo
'' ada mas, sedang di dalam, tunggu sebentar, biar saya panggil kan terlebih dahulu..mas nya tunggu di situ saja dulu..? tunjuk Syifa pada sofa yang di sedia kan untuk tamu
'' baik lah, katakan saja, Aldo yang ingin bertemu..? pesan Aldo
'' baik lah mas, saya tinggal terlebih dahulu..? Syifa pun meninggal kan Aldo dan Hani di ruang tamu,
ia pun berjalan ke arah ruangan Yuna, dan mengetuk pintu ruangan Yuna, setelah ada sahutan, baru lah Syifa masuk ke dalam ruangan Yuna
'' ada apa Syifa..? tanya Yuna ketika sudah melihat syifa masuk
'' ada tamu buk bos, sedang menunggu di luar .? ucap Syifa dengan sopan
'' siapa Syifa..? tanya Yuna, ia tidak merasa ada janji pada siapa pun, apakah diri nya melupakan sesuatu
'' katak mas nya tadi sih... nama nya Aldo..? ucap Syifa yang mengingat Aldo memberitahu kan nama nya
'' Aldo... oh.. ya... ampun, aku melupakan ada janji dengan nya hari ini di rumah ku..? dengan cepat Yuna pun berdiri dari duduk nya dan berjalan ke luar ruangan nya
Syifa pun mengikuti Yuna dari belakang setelah ia menutup pintu ruangan yuna
'' maaf.. maaf... aku melupakan janji kita..? Yuna pun segera bersalaman dengan Aldo
'' kau masih belum tua Yuna..? ucap Aldo bergurau
'' setidak nya lebih tua aku dari pada kan diri mu..? Yuna memberitahu kan akan kebenaran itu
'' ya..ya..ya... aku memang lebih muda dari mu, tapi kenapa kau sampai sekarang malah memilih menjadi janda..? gurau Aldo, ia tau apa yang telah terjadi dengan rumah tangga Yuna
'' mungkin kehidupan ku harus begini, tapi itu lebih baik, dari pada hidup punya pendamping tapi tidak pernah merasakan nya..? ujar Yuna mereka kini masih asik bercerita hilir mudik dan mengabai kan Hani
'' oh..ya, bagai mana.. aku kurang paham dengan konsep yang kau ajukan..? ujar Yuna setelah mereka lelah bercerita
'' oh iya... ini kau berbincang lah dengan nya terlebih dahulu, warna dan bentuk apa yang ia ingin kan...? ucap Aldo menunjuk ke arah Hani dengan dagu nya
__ADS_1