Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
episode 6


__ADS_3

sesampainya di rumah, aku hanya bisa pasrah meratapi nasib ku yang ketiban sial bertemu bahkan menikah dengan lelaki yang menyebalkan itu pun se umur hidup.


aq langsung membersihkan diri kemuadian tidur.


hari hari yang ku lewati sampai dengan hari h pernikahan ku hanya ku habiskan dengan membaca novel yang di temani oleh sahabat ku, yah siapa lagi kalau bukan lia.


tepat hari ini adalah hari ketiga sebelum pernikahan ku di laksanakan, aq pun tak pernah bertemu dengan calon suami ku itu, malas banget deh.


hari ini bang ilham bakalan dateng karna akan menghadiri acara pernikahan ku dan kerabat lainnya.


aq mulai bosan karna selama 3 pekan aq ngerem di rumah mulu, aq pun memutuskan untuk keluar sekedar membeli novel terbaru di temani sahabat ku lia.


" bunda, tea pamit dulu mau keluar bentar ma lia" pamit ku ke bunda.


" iyha, pulangnya jngan sampay larut" ucap bunda.


" baik bunda," ucap ku dan lia bersamaan. kami pun berangkat di pusat perbukuan kota ini.


setelah memilih beberapa novel untuk ku beli kami memutuskan untuk makan di sebuah restourant terdekat.


kmi pun memesan makanan kmi, tak lama kemudian pesanan kmi datang.


kmi pun mulai melahap makanan kami.


di tengah ke asikan kami makan sambil bercanda dan tertawa, lia tersedak.


" uhuk,, uhuk,,," lia tersedak mkanan.

__ADS_1


" pelan pelan dong lia, ini minum dulu" ucap ku sambil memberikan jus kepadanya.


" eh tea, itu richard bukan sih " ucap tea dengan mata melotot melihat ke arah pintu masuk.


aq pun melihat ke arah yang dia tunjuk.


" mana " ucap ku sambil celingak celinguk.


" itu tuh itu,, yang jalan sambil rangkul cewe " ucap lia. aq pun melihatnya.


" oh itu, biarkan saja itu kan hak dia " ucap ku malas.


" tapi kan kalian sebentar lagi nikah beb " ucap lia.


" terserah dia sajalah " ucap ku tanpa peduli.


mana mungkin pria tampan nan kaya gk punya pacar, kan aneh


jika dia cinta ma cewe itu kenapa harus nikahnya ma aq. ahh sialan cowo brengsek.


kami pun keluar dari restaurant itu langsung pulang menuju rumah.


RICHARD WIJAYA


Hari ini ku putuskan untuk menemui paacar ku sisil, sekedar untuk memberitahukan tentang kepastian hubungan ini.


karena aq akan menikah.

__ADS_1


" sayang, kmu mau ngomong apa, ko mukanya srius gitu sih " ucap sisil dengan manjanya sambil mencoba menyentuh tangan ku namun segera ku tepis.


" mulai hari ini kita putus, besok lusa aq akan menikah dengan wanita pilihan orang tua ku." ucap ku sambil tak melihatnya. karna aq melihat ke arah tea yng tengah duduk bersama temennya. namun aq pura pura tak melihatnya saat dia menoleh ke arah ku.


" apa,, gak bisa gitu dong sayang " ucap sisil


" jngan ganggu aq lagi" ucap ku sambil meninggalkannya dengan sebuah cek bernilai seratus juta padanya.


" ehh dasar brengsek, tunggu saja pembalasan ku, tak kan ku biarkan kau hidup bahagia dengan istrimu, tapi lumayan lah seratus juta " ucap sisil.


aku lansung kembali ke rumah ku untuk istirahat karena aq mempersiapkan diriku untuk pernikahan ini.


TEA ANANTA MALIAGUNG


aq telah tiba di rumah ku, dan terlihat bang ilham serta istrinya sudah tiba di rumah.


dan nakisha ponakan ku itu aq langsung menciumnya dengan gemes.


" ihh, adik abang udah pulang, darima kmu de " tanya abang ilham padaku.


" dari toko buku bang" jawab ku


" ya udah kamu istirahat gih" katanya lagi.


" iyha, nakisha ikut tante ya, kita main di kmar tante,," ucap ku ke arah nakisha.


" aasyikkkk " katanya lagii dengan imut, yang membuat ku langsung menciym pipi gembul itu.

__ADS_1


__ADS_2