
"shittt" umpat nya setelah melihat ponsel dan mendaptkan enam puluh panggilan, dua ratu pesan grup dan panggilan biasa dua puluh.
"mereka tidak sabaran"
...Ting (satu pesan dari Petter) ...
..."kau harus kemarin, lihat siapa yang aku lihat sekarang, penderitaan mu akan berakhir dengan air mata bahagia" ...
"apa dia salah minum obat ?" gumam nya lalu berjalan ke arah kamar mandi setelah ritual mandi, ia mengambil beberapa baju di walk in close
"dimana jam ku ?" Haider mencari Jam yang pernah di pilih oleh Jasmine saat mereka pergi ke mall untuk pertama kalinya.
"di apartemen kamar Jasmine" haider teringat di mana letak jam kesayangan nya.
...........
"Alex antar ke penthouse" ucap Haider masih fokus menatap ke arah luar mobil, Alex melirik Haider lewat kaca.
"baik tuan" ucap nya
"bagimana jika ia kembali seperti orang kesetanan jika mengingat Jasmine ? oh god jangan sekarang aku tidak ingin itu terjadi" batin Alex.
"dan pada akhir nya aku akan tetap kembali ke apartemen penuh kenangan bersama nya" Batun Haider.
Haider bersama Alex masuk ke dalam apartemen penuh kenangan, ia menuju kamar Jasmine lalu membuka almari mengambil jam kesayangan nya, ia melihat surat kedua yang belum di baca hingga selesai selama enam tahun lama nya, tanggan nya menjulur merahi surat tersebut lalu ia memasukkan ke daam jas nya.
Setelah kepergian Jasmine, Haider selalu tidur di kamar Jasmine aroma tubuh wanita itu selalu ia cium di dalam kamar tersebut, bahkan kamar itu di larang masuk oleh siapapun kecuali dirinya. Namun ia terkadang melukai diri sendiri, hal itu membuat kedua orangtua nya berusaha membujuk Haider untuk tinggal di mansion pribadi milik nya.
"kita pergi" ucapnya.
Dalam perjalanan semua hening dan sibuk dengan pikiran masing masing.
............
Suasana begitu rame dan juga padat nya mahasiswa membuat Haider susah melihat keberadaan teman teman nya.
"aww maaf" ucap seorang wanita yang tak sengaja menabrak tubuh Haider. Wanita itu terburuh buruh ke arah kamar mandi, karena ia tak sengaja meminum minuman alkohol.
"aroma parfume ini.. akhhh aku pasti gila" ucap Haider dan berjalan ke arah meja Petter.
"Haider kenapa sangat lama ?" ucap Petter.
"sedikit masalah" ucap nya lalu duduk di samping Petter.
"jadi ?" tanya Haider ke arah Petter, Petter mengerutkan dahi nya.
"maksud mu ? pestanya belum dimulai"
"bukan itu" Haider menatap Petter meminta penjelasan.
"lalu kau ingin aku bahas apa lagi ?"
"pesan yang kau kirim"
__ADS_1
"pesan ? aku tidak mengirim mu pesan"
"lalu apa ini ?" Haider menunjuk isi pesan kearah Petter
"kau harus kemari, lihat siapa yang aku lihat sekarang, penderitaan mu akan berakhir dengan air mata bahagia"
Petter membaca pesan di ponsel Haider, mata nya membulat, ia berpikir sejenak, membuka ponsel nya namun tidak mengirim pesan seperti itu ke Haider.
"apa ponsel ku di retas ? apa seseorang mengirim mu pesan tanpa sepengetahuan ku ? tunggu pesan ini memiliki makna, dari kalimat nya kau akan bertemu seseorang, entah dari masa lalu atau masa depan" ucap Petter.
"kau harusnya jadi peramal" ucap Haider.
"ayolah Haider, kau tidak bodoh untuk tidak mengerti makna pesan ini" ucap Petter.
"aku tidak ingin berharap lebih" Haider menatap Petter "apa kau yakin bukan kau yang mengirim nya ?" tanya Haider.
"tentu saja, lihat pesan ku pada mu, aku bahkan tidak melihat orang special di hidup mu" ucap Petter namun Haider hanya terdiam.
"lupakan saja" ucap Petter lalu semua orang di dalam ruangan kembali diam karena acara akan di mulai.
Drt drt drt
"tuan, nona Alice sedang kemarin, kata nyonya dia akan menjadi pasangan tuan malam ini" Alex berbicara di lewat ponsel nya.
"baiklah, antar dia kemari" ucap Haider lalu mematikan ponsel.
"Selamat malam semua nya,selamat malam para hadirin dan alumni yang saya hormati, terima kasih sudah meluangkan waktu berharga kalian untu acara malam ini.
pertama tama kita akan mendengarkan kata demi kata dari rektor kampus, lalu dari pengusaha muda dan sukses nomor satu sekaligus donatur kampus ini, lalu penutupan dari putri madam Romanove pemilik kampus yaitu putri Ereine Romanove" ucap seorang MC.
...........
Laura yang ingin ke kamar mandi karena panggilan alam sudah tak tahan lagi gadis itu berlari sekencang mungin dan masuk ke dalam kamar mandi, setelah selesai ia berniat memperbaiki lipstick namun ia di kejutkan dengan penampilan seseorang yang sangat ia kenal.
"sekilas mirip, apa aku melihat hantu, tapi itu tidak mungkin" batin Laura, gadis itu meramas kuat tanggan nya karena ketakutan.
"apa aku harus coba memanggil nya, kenapa aku jadi takut, sialan situasi macam apa ini ?" batin Laura lagi, gadis itu melirik Jasmine menggunakan ekor mata nya.
"mencoba dari pada aku mati penasaran" Laura berbicara pelan hampir tak terdengar sedangkan Jasmine terus membersihkan mulutnya.
"ha-hai" lirih nya pelan.
"kenapa jadi hai bodoh" batin Laura merutuki kebodohan nya.
Jasmine yang masih fokus dan tak menyadari keberadaan orang di samping yang sedang melihat nya dan ia hanya merasa cuek, ia belum melihat jika di samping adalah Laura.
"shitt aku tidak seharusnya meminum minuman sialan itu" ucap nya sambil membersihkan mulut dengan tisu di dalam tas nya dan kembali menggunakan lipstick.
"dia berbicara, suara nya seperti suara Jasmine tapi dia terlihat lebih dewasa dan cantik" Batin Laura lagi dan lagi.
Laura tampak berpikir lalu ia berusaha untuk berbicara kepada wanita cantik di samping nya.
"kau terlihat sangat cantik dan sexy" ucap Laura menatap lekat Jasmine, gadis itu mengedipkan mata beberapa kali lalu mengeleng kepala.
__ADS_1
"apa ini hantu" batin Laura, Jasmine masih mengacuhkan Laura dan saat ia balik melihat orang yang sedang memuji nya, mereka berdua terkejut.
"Laura ?"
"Jasmine"
Beberapa menit mereka terdiam dan
"akhhhhhh" teriak Laura begitu kencang, membuat Jasmine terperanjap kaget lalu wanita itu lari meninggalkan Jasmine sendirian, di depan toilet ia melihat Jeslyn dan Dom yang berjalan ke arah toilet.
"stop, kau wanita hamil di larang ke toilet, aku melihat han\~" ucap Laura terhenti ketika suara Jasmine memanggil Jeslyn.
"Jes" batin Jasmine saat melihat sosok sahabat nya tak jauh dari pintu toilet, ia menetralkan rasa gugup nya dan bersikap boasa saja dan cuek kepada Jeslyn, Mike dan Laura.
Jeslyn melihat kearah belakang Laura, betapa terkejutnya ia melihat Jasmine versi dewasa sedang melihat kearah nya dan berjalan mendekati mereka.
"Jasmine" Mike tak kalah terkejut seperti Laura, Jeslyn berjalan cepat ke arah Jasmine.
"Jasmine ?" panggil Jeslyn dengan rawut sedih.
"Ereine, nama ku Ereine" ucap Jasmine berjalan mendekati mereka.
"maaf kami salah mengira, kau sangat mirip dengan teman kami" ucap Mike merangkul Jeslyn yang begitu terkejut.
"tidak apa apa, dua atau tiga orang di dunia memiliki fiture wajah yang mirip orang lain bukan" ucapnya lalu berjalan meninggalkan mereka bertiga.
Jeslyn mengeleng pelan kepala nya dan melihat ke belakang dimana Jasmine sudah menghilang dari arah pandangan mereka.
"Mike ? dia Jasmine, Jasmine sahabat ku" ucap Jeslyn dan langsung memeluk Mike
"aku bisa melihat dari tatapan matanya, mata yang begitu penuh dengan kerinduaan" ucap Jeslyn dalam pelukan Mike sang suami.
"aku juga merasa itu dia, aku pikir aku melihat hantu" ucap Laura.
Laura, Jeslyn dan Mike mereka duduk di taman kampus, melihat ke depan sambil bercerita, Jeslyn dan Mike menceritakan bagimana keadaan mereka saat Jasmine pergi dan soal penemuan mayat, lalu Laura menceritakan bagimana kehidupannya sekarang, dan saat ia berkerja di perusahan Haider, dan sifat Haider yang begitu kasar dan lebih dingin setelah kepergian Jasmine dan kehidupan nya jauh di atas kata bahagia.
"dia pantas mendapatkan penderitaan, sahabat ku bahkan lebih menderita, hanya itu pilihan yang ada dan satu satunya jalan untuk menolong Jay. ia tidak pernah menginginkan semua nya tapi keadaan terus memaksa ia dan terus bertahan meskipun akhirnya ia mendapatkan luka dan penderitaan" ucap Jelyn satu cairan lolos membasahi pipinya, Mike merangkul Jeslyn dan menenangkan nya.
Jasmine terus bersembunyi dan mendengar perkataan mereka tanpa di ketahui ketiga orang tersebut.
"setidak nya bukan aku sendiri yang menderita" ucap nya lalu kembali ke dalam kampus untuk melihat acara selanjutnya.
Setelah rektor selesai berbicara, kini giliran Haider berbicara, pria matang penuh kharisma itu berbicara dengan sangat baik.
Jasmine manatap Haider dengan tatapan yang sulit di artikan, saat mata mereka bertemu Haider tak melanjutkan kata katanya, ia terpaku melihat ke arah Jasmine, tatapan penuh penyesalan, penuh cinta, kerinduan, rasa bersalah dan penuh kesedihan.
Haider kembali tersadar lalu melanjutkan kata katanya hingga selesai. Pembawa acara naik ke atas panggung dan memberikan arahan acara, karena putri pemilik kampus sedikit berhalangan ia tidak bisa membawakan sedikit pidato.
"hai kau tidak apa apa ?" tanya Petter.
"aku melihat nya"
"siapa ?"
__ADS_1
"Jasmine" Petter terdiam, ia melirik wajah Alice yang tampak sedih karena Haider tak melihat keberadaan nya sama sekali.