Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 120


__ADS_3

'' mas, kenapa lama sekali pulang nya,'' Hani menyambut Aldo yang baru saja pulang bersama Kiara


'' abis dari nyari tukang Han,, susah sekali mencari nya, harus luar daerah gitu.'' ujar Aldo masuk ke dalam rumah bersama Hani dan juga Kiara


'' kenapa begitu mas, emang nya di sekitar sini gak ada.'' tanya Hani lagi


'' ada nya tukang kebun semua sih, jadi nya agak susah mencari nya.'' Aldo meletakan kiara begitu saja, membuat kan anak gadis nya ikut bergabung bersama ke dua adik nya untuk bermain bersama


'' harus cari ke luar ya.. mas, mau cari dimana.'' Hani ikut pusing juga dengan kerumitan Aldo


'' mas juga gak tau, nanti lah, mas. coba tanya-tanya Sama para pekerja besok.'' ujar Aldo berlalu masuk ke dalam kamar Aldo menyambar handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi


Hani yang melihat suami nya masuk ke dalam kamar mandi, ia pun bergegas mengambil kan pakaian lengkap dan menaruh nya di atas ranjang setelah itu, Hani pun keluar kembali


'' masih ada kah cemilan nya,?'' Hani menghampiri perkumpulan cerita nya tadi


'' maaf buk, sudah habis.?'' Lala tersenyum kaku, di kala ia menghabis kan makanan yang di bawa Dewi tadi


'' ya.. padahal masih mau,?'' Hani menatap sedih ke arah toples yang sudah kosong


'' tenang mbak, Dewi kan masih punya di belakang.?'' ujar Dewi tersenyum lebar,


'' yang benar, kamu tidak sedang menghibur ku kan.?'' Hani menatap senang ke arah Dewi, berharap masih ada cemilan nya


'' benar mbak, tunggu sebentar ya.. biar Dewi ambil kan kembali.?'' Dewi pun berlalu ke dapur, dengan Hani yang senang,


dengan sabar, Hani menunggu ke datangan dewi yang berlalu ke dapur untuk mengambil cemilan, ia kini menatap ke arah samping, di mana kini Tiwi tengah mengintip mereka melalui jendela samping, yang membuat Hani memicing kan mata melihat ke arah Tiwi berada


''' ada apa buk.?'' Lala menegur Hani ketika Hani dengan logat wajah yang aneh


'' itu Tiwi, kenapa mengintip kita dari belik jendela.?'' Hani mengerjap kan mata nya kembali, mana tau mata nya sedang bermasalah


'' mana sih mbak, kok gak ada.?'' bik Tami menoleh cepat ke belakang, ia mulai. dari awal sudah curiga dengan Tiwi, namun tidak mungkin ia menuduh yang bukan-bukan


'' iya, sudah tidak ada lagi, kemana sih... dia nya.?'' tanya Hani ke arah Lala

__ADS_1


'' saya juga kurang tau buk, namun saya pikir tadi dia pergi ke kamar, untuk istirahat siang.'' ujar Lala yang tidak berpikir lain terang Tiwi


'' makana sudah datang.?'' teriak Dewi


mereka semua teralih kan oleh Dewi yang berteriak, mereka menoleh cepat ke arah Dewi dan lupa akan hal Tiwi yang berada di teras samping rumah Hani


'' kaget tau mbak, suara nya kuat begitu.?'' ujar Hani menoleh ke arah Dewi


'' iya kah, maaf kalau begitu mbak.?'' Dewi merasa bersalah atas perkataan nya


'' kamu sih, kami kan tadi sedang.....


perkataan bik Tami terhenti, ia menoleh cepat ke arah samping, namun Tiwi sudah tidak ada lagi di sana, ia pun menjadi bingung sendiri, ada apa dengan prilaku Tiwi yang begitu


'' kalian sedang apa.?'' Dewi mengangkat dagu nya melihat ke arah jendela, tapi, ia tidak melihat siapaun di sana


'' tadi, ada Tiwi di sana, sekarang kemana ya.. kok, sudah tidak ada lagi.?'' Tami celingukan ke sana ke mari, namun tidak menemukan siapa pun di sana,


'' eh... iya ya,, sedari tadi, saya memang tidak melihat anak itu bergabung bersama kita ya..?'' ujar Dewi lagi


dengan cepat, Dewi ke arah dapur, ia melupakan sesuatu yang membuat ia harus ke dapur kembali,


'' mau mau kemana.?'' Hani bertanya di saat Dewi pergi lagi meninggal kan mereka bertiga


'' maaf mbak, ada yang saya lupa kan.?'' Dewi dengan cepat melangkah ke arah dapur,


Hani dan yang lain nya hanya memandang kepergian Dewi, mereka mengedik kan bahu nya di kala Hani bertanya ada apa


sedang kan di dapur, kini Dewi memandang panci nya yang sudah hangus, sebelum ia bercerita tadi, ia sempat membuat brownies, namun sayang, kini berubah menjadi hangus,


'' yah.... gak bisa di makan ini.?'' Dewi mendesah, di kala ia melihat masakan nya sudah hangus tak berbentuk rupa nya.


Dewi pun membersih kan semua panci yang di pakai, dan membuang bronis yang sudah hangus tersebut, ia akan membuat nya lagi nanti


'' Han,, mas mau ke ladang belakang sebentar.?'' Aldo datang menghampiri Hani ketika Aldo sudah berpenampilan sangat rapih

__ADS_1


'' mau pergi sendiri mas,?'' tanya Hani, sambil menoleh ke arah Aldo, biasa nya Aldo akan membawa Kiara atau salah satu di antara k


'' iya.. mas akan pergi sendiri, kamu.. baik-baik ya.. di rumah, Aldo berjongkok untuk bisa mengecup kening Hani,


yang lain, menatap Aldo yang mencium Hani, mereka memamling kan pandangan mereka, membuat Hani langsung menghadiahi Aldo dengan pukulan ringan di lengan Aldo


'' adu,, sakit Han, kamu kok tega memukul mas sih,?'' ucap Aldo sambil mengusap lengan nya yang terkena pukulan Hani


'' mas sih,, kalau mau cium gak tau tempat, lihat, masih ada mereka.?'' sungut Hani, Aldo hanya terkekeh geli melihat ke arah dua orang pengasuh yang memalingkan pandangan mereka


'' udah sah loh, jadi, seharus nya sih.. gak masalah kan bik Tami.?'' ujar Aldo menatap bik Tami yang meming kan wajah nya


'' iya pak,, gak masalah bagi saya., namun Lala masih gadis tuh.. pak, ternoda nanti mata suci nya.?'' Tami menunjuk ke arah Lala sambil terkekeh kecil, masih tetap menatap ke arah Lala, ia masih di posisi semula


'' maaf.... maaf... kalau begitu, jadi malu?.. Han, mas pergi dulu.?'' pamit Aldo sambil cengengesan,


kemudian, Aldo pun berbalik meninggal kan, Hani dan yang lain nya, ia terkekeh geli melihat, ekspresi wajah malu Lala dan juga bik Tami


'' cepat pulang nya mas,?'' teriak Hani, agar Aldo mendengar kan teriakan Hani


'' tenang aja, mas. hanya sebentar kok.?' ujar Aldo kemudian


Hani tidak lagi berucap, ia beralih memandang ke arah bik Tami dan Lala secara bergantian, namun tak berapa lama Tiwi datang menghampiri mereka yang tengah mengobrol


'' maaf semua, kok ramai, sedang ada masalah apa.?'' Tiwi datang dan bertanya


'' gak ada acara apa pun mbak Tiwi, kita lagi mengobrol saja, mbak Tiwi dari mana?'' tanya Hani menatap ke arah Tiwi


'' habis dari belakang buk, niat nya tadi mau bersihin halaman belakang, gak tau nya ketiduran di bangku panjang belakang sana.?'' Tiwi memberi kan alasan


'' oh... kirain kemana, sini duduk gabung, kita nikmati buatan mbak Dewi ini.?'' ajak Hani lagi


...****************...


jangan lupa like'komen hadiah vote sebanyak nya, dan saya berterima kasih bagi para pembaca, yang sudah mau memberikan like nya

__ADS_1


terima kasih banyak yang sudah memberi kan like'komen nya semoga sehat selalu


__ADS_2