
Haider selalu berhalusinasi melihat sosok Jasmine, sering kali ia meneriaki nama Jasmine, melukai diri, dan hal ini untuk pertama kali nya ia membuat keonaran di dalam mansion setelah kejadian enam tahun yang lalu, hal itu membuat semua yang melihat tampak keheranan dan terkejut.
Setelah memeriksa keadaan Haider Dr Christ pamit kembali stelah menyerahkan pill penenang untuk Haider ke tanggan Rania.
Beberapa jam berlalu, akhirnya Haider tersadar dari tidurnya, namun pria itu malah menangis di depan Rania.
"lupakan dia dan buka lembaran baru, demi momy, setidaknya lakukan demi momy dan dady" ucap Rania mengatup keduap tanggan memegang wajah Haider lalu menghapus air mata di wajah Haider.
...🍃🍃🍃🍃...
Keesokan harinya Haider bangun dari tidurnya karena hari ini ia bangun kesiangan, semua berkas di bawa oleh Alex ke mansion utama untuk dikerjakan, setiap jam ia hanya berurusan dengan berkas berkas yang di bawah Alex hingga ia lupa jika waktu telah berganti hingga sore hari.
Drt drt drt
^^^•Alex kau melupakan satu berkas^^^
maaf tuan, akan saya antar
^^^•tidak perlu biar aku saja yang mengambil^^^
tapi tuan ini sudah malam biar aku ambil
^^^•biar aku saja^^^
Haider menutup panggilan sepihak.
"sayang kau tidak ingin menginap di mansion ?"
"tidak mom aku harus ke perusahan, aku akan mengambil beberapa berkas" Haider memberikan alasan karena ia ingin kembali ke mansion nya setelah dari perusahan.
"makan malam bersama momy dan dady, momy sudah menyiapkan makanan kesukaan mu"
"baiklah mom, aku harus mandi"
"momy tunggu sayang"
............
"boy bagimana perkembangan HDC Group ?"
"semua nya aman"
"bagimana dengan wanita yang akan di kenalkan kepada mu ?"
"lumayan sexy" ucap Haider, momy dan dady tampak tersenyum dan saling melirik.
"Ck giliran sexy sangat bersemangat" batin Will dan Rania bersamaan.
"dia artis di agensi mu, apa kau tidak mengenalnya ?" Haider mengeleng pelan. Masih asik melahap makanan nya.
__ADS_1
"kau harus melihat kedepan, jangan terlalu fokus pada masa lalu, kau masih muda dan umur mu baru dua puluh delapan untuk mendapatkan wanita yang mampu membuat mu jatuh seperti cinta mu kepada Jasmine" ucap Will. Haider menghentikan makan nya.
"aku selesai, dan dady aku pastikan menemui wanita pilihan momy, tapi untuk memberikan cinta sebesar cintaku pada Jasmine sepertinya akan sulit, nama nya tidak akan pernah hilang, dia memiliki tempat istimewah disini" ucap nya sambil menunjuk ke arah hati.
"aku permisi" ucapnya lalu pergi meninggalkan orangtua nya.
"mulut mu itu tidak bisa di kondisikan, aku tidak selera makan lagi" ucap Rania lalu meninggalkan Will yang masih binggung dengan keadaan.
"anak dan ibu sama saja" ucap nya lalu mengikuti langkah sang istri.
............
"lakukan rencana selanjutnya, pertemukan mereka, aku tidak ingin cucu ku yang berharga terlalu lama menderita" Romanove mematikan sambungan panggilan.
............
Keesokan harinya di HDC Group.
"Presdir ada email pribadi untuk anda, besok akan ada reunian di kampus internasional, anda di minta untuk membawakan pidato singkat, dan di informasikan bahwa alumni kampus harus wajib hadir untuk mengambil doorprize yang di sediah kan oleh kampus"
"hmm"
"Presdir acaranya dilakukan malam hari, akan ada acara dansa bersama, di harapkan untuk membawa kekasih, apa Presdir akan menghadiri acara ini dengan nona Alice ? biar aku kosongkan jadwal beberapa hari kedepan" tanya Alex penuh hati hati.
"terserah mu" ucap Haider.
...........
Gadis itu terus menghapus cairan bening yang terus berjatuhan, ia masih mengingat kaliamt terakhir yang di ucapkan Jasmine.
"Terima kasih selalu ada untuk ku, aku menyayangi mu Jeslyn, kau sahabat dan teman ku yang satu satu nya, kau adalah keluarga ku, meski dunia begitu kejam pada ku tapi kau tetap memeluk ku" Air mata Jeslyn membasahi pipi nya lagi setelah mengingat ucapan Jasmine.
"sudah satu jam kau terus menatap makan itu Jes, apa kau akan terus seperti ini ?" ucap seorang pria yang tak lain adalah Mike.
"pergi lah jika tidak ingin melihat nya" usir Jeslyn.
"huh kau ini bagimana bisa aku meninggalkan mu, kau ingat kan kau sedang hamil" ucap Mike menyadarkan Jeslyn, wanita yang dulu selalu tersenyum menatap wajah Jay kini sudah menjadi milik Mike teman kelas nya yang selalu memberikan pelukan disaat ia begitu terpukul dengan kepergian Jasmine dan hilang nya Jay.
"maafkan aku" ucapnya lirih lalu meletakan bunga lily ke makan Jasmine dan mereka pun pergi.
"kita harus memeriksa kandungan mu, dan kita harus membeli dress"
"dress, untuk apa ? aku baru empat bulan bukan tujuh bulan kenapa membeli dress jika dress ku masih muat"
"ini untuk reuni kampus yang dilakukan mendadak, tapi kalau di ingat ingat besok adalah festival kampus berarti ulang tahun kampus kali ini dilakukan pesta reunian bersama para alumni" ucap Mike.
Mereka berdua terdiam lalu saling melihat
"sangan mencurigakan" ucap Jeslyn Mike mengangguk.
__ADS_1
...........
"sayang kau tidak ingin mencari dress mu ? besok adalah hari dimana kau harus menemui teman teman angkatan"
"tidak ada yang special mom, aku akan memilih beberapa gaun lama ku yang masih terlihat bagus, dan aku pastikan akan menghindari orang orang yang mengenalku"
Ceklek
Pintu di buka oleh seorang pria bertubuh kekar di ikuti oleh seorang wanita cantik yang sangat di hormati, wanita itu adalah Romanove ketua blackwidow, pembunuh bayaran, ia selalu sukses dengan semua misi nya, bahkan pemalsuan kemartan, identitas, bahkan hal hal lain pun ia bisa lakukan.
Wanita cantik itu membuka kaca mata hitam lalu berjalan duduk di samping Haziel ia menatap lekat wajah gadis kecil itu, lalu membungkuk kan badan mencium kening gadis kecil yang sedang tertidur pulas.
"pergi lah Jasmine, kau harus menghadiri acara kampus, kau akan mewakili ku berbicara di depan podium, aku harus melakukan pemeriksaan untuk cucuk ku, akan aku lakukan apapun untuk membuatnya sembuh, jika harus membunuh sekalipun" ucap Romanove dengan wajah serius membuat Ereine dan Mom Grace menelan saliva dengan susah payah.
"Jasmien apa kau dengar ? aku tidak suka di abaikan"
"aku dengar nyonya"
"nyonya ? aku bukan nyonya mu"
"aku dengar Mom"
"dua pengawal ku akan membawa mu"
"parker" panggil Romanove kepada seorang makeup artis.
"ia madam"
"hiasi dia, ubah dia secantik nya agar tidak ada yang mengenal nya"
"baik madam"
"pergi lah, biar kan aku dan Grace yang menjaga nya, biarkan Hanzel bersama Taylor".
"tapi mo\~
"aku tidak suka di bantah ataupun di tolak" ucap Romanove menatap tajam ke arah Ereine.
Seharian tubuh Jasmien/Ereine dirawat, di lakukan perawatan di kastil blackwidow, bahkan urusan gaun pun telah di sediahkan oleh parker, ia sangat kesepian dan merindukan Hanzel dan Haziel.
"aku merindukan mereka, padahal baru beberapa jam aku meninggalkan rumah sakit, bagimana jika aku tidak menemui merek selama sehari ?" ucap Jasmine sambil menatap foto bersama kedua anak nya.
"aki pasti gila karena merindukan mereka dan ini sangat membosankan" ucap Jasmine dan membuang kasar nafas nya.
Keesokan harinya Haider melakukan meeting penting, berjalan ke divisi lain untuk melihat beberapa hasil karya mereka, melakuakn meeting kecil bersama dengan beberapa desainger, lalu melihat pembuatan produk terbaru, memberikan tanda tanggan pada berkas anjuan kerja sama dengan perusahan lain, hingga jam dua siang ia kembali ke mansion pribadi milik nya untuk memejam kan mata, memulihkan sedikit tenaga untuk acar malam nanti di kampus internasional, asik ketiduran membuat ia harus bangun terlambat satu jam.
"shittt" umpat nya setelah melihat ponsel dan mendaptkan enam puluh panggilan, dua ratu pesan grup dan panggilan biasa dua puluh.
"mereka tidak sabaran"
__ADS_1
...Ting (satu pesan dari Petter) ...
..."kau harus kemarin, lihat siapa yang aku lihat sekarang, penderitaan mu akan berakhir dengan air mata bahagia" ...