
"baik sayang aku akan menunggu mu dirumah dengan lingerie baru ku" ucap Rania menggoda suaminya, Will hanya mengelengkan kepala dan tersenyum.
"apa kau belum puas ?"
"bagimana aku bisa puas dengan mu sedangkan kau selalu membuat ku ketagihan" Rania mengambil tas nya "aku tunggu dirumah dua jam" ucap sambil berjalan ke arah pintu keluar.
"I love u" ucap Will
"i know, love u too my boo" ucap nya dan memberikan ciuman jarak jauh kepada Will dan Will hanya mengeleng kepala pelan.
"tuan, kita ada pertemuan penting di hotel X"
"memakan waktu berapa lama ke sana ?"
"sekitar tiga puluh menit"
"baiklah, aku harus menyelesaikan pertemuan ini dalam satu jam agar aku bisa menemui wanitaku dan gadis yang telah membuat putra ku bertekuk lutut"
"tuan apa anda selingkuh dari nyonya ?"
"El apa kau gila ? jika aku selingkuh sudah jelas kaka nya membunuh ku" ucap Will membuat Samuel tersenyum.
"ternyata ada yang ditakutkan selain istrinya" batin Samuel.
"baik tuan"
Mereka bergegas ke hotel X untuk membahas bisnis perusahan dan juga beberapa hasil dan perkembangan dari kerja sama antara perusahan.
...🍁🍁🍁🍁...
"sayang kalian pasti sudah lama menunggu" ucap Rania merasa bersalah meninggalkan anak nya sendirian di rumah.
"kami baru bangun tidur mom" Rania tersenyum pasalnya saat tiba rumah satu jam yang lalu ia tak melihat keberadaan sang anak namun informasi dari pelayan membuatnya hanya tersenyum.
"tidak perlu diperjelas" lalu memberikan beberapa belanjaan kearah Haider dan Jasmine.
"ini untuk apa mom ?"
"untuk mu dan anak cantik momy"
"gunakan ini dimalam hari" bisik Rania ke Jasmine, mereka berdua saling melirik dan tersenyum.
"mom apa yang kalian bicarakan ?"
"nothing baby" ucap sang mony berjalan ke arah beberapa pelayan.
"siapkan makanan, kesukaan putra ku" ucapnya kearah pelayan memberika kode bahkan seafood kesukaan putranya harus di siap terlebih dahulu, dan sang koki sudah siap memasak beberapa hidangan lainnya.
"sayang kalian pasti lapar kan ? momy sudah menyuruh beberapa pelayan menyiapkan makan untuk kalian, sedikit lagi dady sudah pulang"
"apa dady sudah dalam perjalanan kemarin ?"
"beberapa menit lagi dady sudah tiba di mansion"
tak selang berapa menit suara mobil masuk di ikuti bodyguard Will yang senantiasa menjaga dan mengkawal kemanapun ia pergi.
"dady mu sudah tiba" ucap Rania berlalu kearah pintu untuk menjemput sang suami.
"baby kau sakit ?" tanya Haider yang melihat wajah Jasmine mulai memucat.
"tidak, mungkin saja aku gugup harus bertemu dengan dady mu" Haider tersenyum dan mengelus lembut rambut Jasmine.
__ADS_1
"jangan takut, aku yakin dady tidak akan menghina atau menampar mu" ucap Haider.
"menghina ? menampar ? kenapa begitu mengerikan jika dibayangkan" batin Jasmine, gadis itu menatap ke arah Haoder dan tersenyum.
"apa ini anak mantu ku ?" ucap Will lalu ingin memeluk Jasmine namun Haider menghalanginya.
"Ck, kau ini posesif sekali" ucap nya melihat tingkah sang putra.
"kau mirip dengan ayah mu dulu waktu masih muda, bahkan momy tidak di ijinkan mendekati teman pria sekalipun itu sahabat momy" ucap Rania tersenyum mengingat bagimana Will yang terlalu cemburuan.
Jasmine melirik ke arah Haider dan tersenyum "ternyata sifatnya dari sang ayah" batin Jasmine.
Jasmien dan Rania tampak begitu akrab dan banyak bercerita, sedangkan Will dan Haider hanya hanya diam membahas beberapa berkas perusahan dari cabang untuk Haider kerjakan, bahkan mereka tidak mengeluarkan sekata pun, ayah dan anak itu akan berbicara jika perlu bertanyaan tentang permasalahan pada berkas.
"mom, dad, sudah malam waktu nya kami kembali"
"kalian berdua hati hati"
"Haider tunggu, apa perlu dady menyuruh orang untuk mengantar kalian ?"
"tidak perlu dad"
"tapi sayang ini sudah malam, kau yang menyetir kan ? momy khawatir"
"its okey mom, aku bisa menjaga diri dan Jasmine"
"baiklah itu mau mu" ucap Will karena ia tahu betul otak Haider yang keras dengan pendiriannya.
"mom dad kami pamit pulang"
"hati hati sayang, tolong jaga anak ku" Rania memeluk Jasmine dan mengelus lembut rambut nya.
"sayang kau sudah mengirim data Jasmine ?"
"bacalah, aku sudah mengirim nya dari sore, tapi kau terlalu sibuk dengan putra mu hingga lupa"
"ck kau ini, apa sangat penting dari putra ku ?" ucap Rania sambil berjalan ke nakas untuk menghidupkan ponsel nya.
"jangan marah, dan jangan menyusulnya jika kau sudah tahu"
"apa maksudmu ?" Rania menatap sang suami "sayang kau hanya perlu membaca data Jasmine" ucap Will lalu menutup laptop nya.
Rania mulai membaca satu demi satu data diri Jasmine, lalu ia membaca lembar berikut nya hingga ia tak sanggup membaca nya lagi, tanggan nya bergetar, matanya memerah, rahang nya mengeras, perasaan nya kacau semua bercampur aduk.
"gadis yang malang, maafkan ke egoisan anak ku" Will lalu memeluk Rania.
"apa aku salah mendidik nya ? kenapa dia sejahat itu menghancurkan Jasmine"
"awalnya hanya ingin bermain dengan gadis tak bersalah itu, namun lama kelamahan ia akhirnya sadar di mana hatinya benar benar menginginkan wanita itu, bahkan tatapan dan sifat begitu hangat melihat Jasmine" Rania mengangguk setujuh dengan ucapan Will.
"putra kita telah kembali, meskipun sedikit dingin setidaknya ia masih bisa tertawa bersama gadis itu"
"aku takut jika suatu saat mereka memiliki masalah dan berujung saling menyakiti, dan Haider akan menutup dirinya dan ia berubah lebih dingin"
"serahkan semuanya kepada mereka, biarkan mereka menjalani nya tanpa campur tanggan kita, biarkan mereka dewasa dalam setiap pengambilan keputusan dan apa yang akan mereka lalui, kita cukup mendukung tanpa mencampuri urusan mereka, anak mu butuh privasi" Rania mengangguk paham perkataan Will lalu mereka memejam kan mata.
...🍃 🍃🍃🍃...
"baby apa kau masih takut dengan orang tua ku ?" tanya Haider.
"bagimana aku bisa takut sedangkan orangtua mu begitu menyayangi ku" ucap Jasmien tersenyum. Saat ini Jasmine dan Haider sedang terbaring di atas tempat tidur dan saling berhadapan.
__ADS_1
"baby apa kau ingin mengikuti study tour ? apa kau ingin masuk ke kelompok ku ?" Jasmine tampak berpikir.
"apa boleh ? lalu Dixie bagiaman ?"
"berhenti memikirkan perasaan Dixie, coba lah untuk memahami perasaan ku juga"
"baiklah akan aku pikirkan"
"ingat aku tidak menerima penolakan"
"lalu kenapa bertanya ?" Jasmine membelakangi Haider, melihat Jasmine yang sedang cemberut membuat Haoder ingin menjahilinya, dan mereka pun berakhir dengan saling menjahili tertawa bersama lalu saling melempar candaan.
Dua hati telah berlalu, tepat hari ini adalah hari dimana mahasiswa kampus internasional akan melakukan study tour, dan Jasmine dan Jeslyn masuk kedalam kelompok Haider dimana ia akan bertemu Dixie beberapa hari kedepan.
"kita akan ke Museum Madame Tussaud,
Harry tugas mu membuat patung lilin dan aku akan melihat desainnya"
"lalu bagimana dengan tugas kami" tanya Bobi.
"kalian akan membantu ku mendesain patung nya" ucap Haider singkat.
"hanya itu ?" tanya Matt.
"kita survey dulu apa saja yang harus kita buat, aku ingin hasil karya nya lebih dari dua" ucap Haider dan fokus menatap Jasmine. Jasmine yang melihat tatapan mata Haider terus ke arahnya di buat salah tingkah.
"ekhmm, kita sedang membahas tugas, tolong profesional, jangan melibat kan perasaan" ucap Dixie membuat mereka menatapnya.
"Ck, bilang saja kau cemburu" tutur Boby.
"dulu kau bahkan selalu bergelut manja bahkan di dalam kelas" ucap Steffen.
"itu kan beda" ucap Dixie tak tahu malu.
"karena itu diri mu, dan sekarang bukan" ucap Boby lagi membuat Dixie makin geram.
Jasmine dan Jeslyn hanya tersenyum mendengar percakapan teman Haider yang tidak habis nya membuat Dixie kesal.
"tugas kalian masih ada, aku tidak menerima kegagalan" Haider menarik tanggan Jasmine berniat meninggalkan mereka.
"eh mau kemana kenapa buru buru ?" tanya Petter.
"membuat Haider junior" ucapnya tanpa malu sedangkan Jasmine sudah menahan malu sedari tadi dan Dixie merasa begitu cemburu dan sakit hati.
Jeslyn mengikuti Haider dan Jasmine namun mereka berpisah karena Jeslyn akan ke rumah sakit, saat di rumah sakit beberapa jam kemudia datang lah Jasmine membawa beberapa buah untuk Jeslyn.
"maaf aku lama"
"tidak apa apa Jasmine, eh Jasmine aku ingin bertanya" Jasmine membalikkan tubuh menatap Jeslyn.
"apa Haider dan Dixie belum putus ? lalu bagimana dengan mu ? apa Dixie tidak marah ?" tanya Jeslyn.
"mereka pernah menjalin hubungan, entah masalah apa membuat mereka berpisah, kau tahu sendiri bukan aku dan Haider melakukan hal gila karena biaya pengibatan Jay,
"kau tahu Jasmine ? lovegram miliki kampus yang di buat oleh penggemar Haider ? mereka sering membagi foto atau video mereka bersama, komunitas grup penggemar selalu membahas kalau mereka sama sama masih bersama, bahkan Haider pernah ke rumah Dixie beberapa hari yang lalu"
Jeslyn menunjukkan video saat Haider berkunjung ke mansion Dixie dan langsung membopong tubuh nya ke kamar.
Deg
rasa sesak menjalar di seluruh dada Jasmine, gadis itu bahkan sadar jika hati nya sepenuh sudah menjadi milik Haider.
__ADS_1