
Haziel terkekeh pelan, tiba tiba ia merasa pusing, batuk dan memuntah kan cairan.
Jasmine yang panik langsung mengambil tisu membersihkan mulut Haziel dan menekan tombol panggilan darurat.
"mom" lirih nya pelan dengan raut wajah yang pucat.
ceklek......
Pintu kamar di buka oleh seorang perawat di dampingi seorang Dokter cantik yang masuk dengan tergesah-gesah.
"dokter tolong anak saya, dia baru saja batuk dan muntah"
Dokter mulai memeriksa kondisi Haziel dengan perlahan.
"keadaan nya makin melemah, kita membutuhkan pendonor nya segera"
Jasmine meneteskan air mata nya, ia berjalan mendekat ke arah Haziel lalu tersenyum melihat wajah pucat yang terbaring lemah.
"aku sudah selesai menyuntikan obat pereda untuk nya, mungkin ini hanya bertahan beberapa jam, ia akan merasakan kembali sakit nya, transplantasi adalah satu satunya cara"
"terima kasih dokter, dari pihak keluarga sedang berusaha"
"maafkan momy yang tidak bisa berbuat apa apa" Batin Jasmine
Jasmine mendekat membelai wajah Haziel.
"putri ku yang malang" ucap nya lirih.
...........
"sial, hapus semua artikel menjijikan itu atau akan aku bunuh wanita yang berani bersanding dengan Haiderku" Dixie terbakar saat membaca kata pencarian yang di oenuhi nama Haider.
"aku seharusnya lebih cepat selangkah dari ****** itu"
............
"Alice ? nama mu muncul di pencarian, hastag ke dua di twitter dan nomor dua kata kunci pencarian di google setelah Haider"
"Congratulation Alice"
Drt drt drt
Seorang wanita yang merupakan asisten stylist Alice menerima telfon dari seseorang.
"Alice ? manajer baru memberikan informasi kau akan tampil di beberapa tv show dan mendapatkan wawancara serta foto bersama majalah X"
"baiklah aku aka bersiap siap"
...........
"lakukan apapun agar cucu ku bisa di selamatkan" ucap madam R kepada Jimmy.
drt drt drt
"hmm ada apa ?" ucap madam R.
"kak ? ini aku Rania, kaka sudah tahu nomor ku?" ucap Rania.
"tentu saja, ada apa ?"
"kaka kenapa sangat dingin kepada ku ?"
__ADS_1
"langsung intinya gadis manja"
"kak jangan memangil ku seperti itu, aku sudah memiliki anak berumur dua puluh delapan tahun lebih jika kaka lupa" ucap Rania namun mendapatkan kekehan dari Romanove.
"tentu saja aku tahu gadis manja" madam R terus menjahili adik nya.
"kak jangan memangil ku seperti itu, dasar wanita kutub es" terdengar kekehan dari seberang telefon"
"kau sudah berani melawan kakak mu ?" ucap Romanove dengan suara tegas.
"maaf kak, kakak bisakah siang ini makan bersama kami ?"
"kami ?" tanya madam R.
"maksud ku makan bersama Cano dan juga calon istrinya"
"oh yah ? dia sudah memiliki calon istri ?" raut wajah madam R berubah.
"hmm... gadis itu aku yang memilih nya"
"apa kau yakin dia wanita yang baik untuk cano ?"
"kak tentu saja dia wanita yang baik, dia putra ku" ucap Rania penuh penekanan.
"terserah mu, cukup satu kesalahan yang kalian buat jangan untuk kedua kali nya" ucap madam R.
"baik kak aku mengerti dan aku yakin pilihan ku tidak akan salah. Kau harus hadir kak, jika tidak aku akan ke markas mu" ancam Rania
"baiklah"
"aku akan mengirim alamat dan jam nya, bye ka aku menyayangimu"
tut tut tutu
"kau hanya menyayangi adik mu bahkan kau tersenyum Romanove" batin Jimmy.
drt drt drt
"mom ? tolong dapatkan pendonor untuk Haziel kondisi nya semakin melemah, aku sangat takut mom" ucap Jasmine dengan tangisan pilu.
"akan aku usahan demi cucu ku"
"terima kasih mom, aku tunggu kabar baik"
tut tut tut
"tidak ada pilihan lain" ucap Romanove.
"Jimmy telfon Grace, beritahu dia untuk menjaga Haziel, lalu Hanzel dan Jasmine kau jemput lah mereka, aku akan mengajak mereka untuk makan siang bersama" perintah madam R.
"baik madam"
"apa Haider akan ke W Hospital ?"
"ia madam"
"jangan mempertemukan mereka, aku akan membuat kejutan untuk nya"
............
Seorang pria tampan keluar dari mobil mewah, di ikuti oleh sang asisten di belakang nya sambil membaca beberapa agenda.
__ADS_1
"Grandma lihat itu uncle jahat yang membentak ku" ucap Hanzel kearah Grace.
Drt drt drt
Jimmy memanggil....
Grace mengerutkan kening lalu menurunkan Hanzel lalu ia mengambil jarak yang cukup jauh dan menerima panggilan dari Jimmy.
Tanpa sepengetahuan Grace Haider berjalan menuju ke arah Hanzel.
"uncle jelek dan jahat mau kemana ?" tanya Hanzel saat Haider dan Jimmy sudah mendekati nya.
"bukan urusan mu bocah ingusan"
"uncle jelek memang bodoh" teriak Hanzel lalu tertunduk memainkan jari membuat Haider menghentikan langkah nya.
Haider mendekat ke arah Hanzel lalu duduk memposisikan diri agar bisa melihat wajah bocah itu.
"anak ini berani sekali dia mengatakan bodoh, aku bisa di tampar grandma nya jika terjadi pertemuan ke dua jika ia menangis kali ini" batin Alex ia memejamkan mata agar Haider tak membuat bocah itu menangis.
Deg
"mata ini, mata yang sama dengan orang yang aku cintai" batin Haider, ia menatap lekat mata Hanzel.
"jangan melihat ku seperti itu uncle jelek" ucap ketus Hanzel karena Haider terus menatap nya.
"memang nya kenapa ?" tanya Haider.
Alex membulatkan mata saat mendengar Haider yang menangapi perkataan si bocah nakal yang selalu bermasalah dengan Haider.
"karena kau akan jatuh cinta padaku" ucap lantang Hanzel dan melihat tajam ke arah Haider.
"ck, apa kau tahu apa arti cinta ?" masih dengan tatapan tajam ke arah hanzel, lebih tepatnya menatap mata bocah itu.
"apa ini ? dia membalas perkataan anak ini ? bukan nya dia tidak menyukai anak kecil ?" Batin Alex, ia masih terdiam melihat interaksi kedua nya.
"kau tahu mencintai seseorang hanya bisa membuat mu sakit dan menangis"
"benar uncle jelek, bahkan momy sering menangis di malam hari secara diam diam tapi mony lupa jika aku bisa mendengar nya saat menangis" ucap Hanzel mengingat sang momh yang selalu menatap selembar foto seseorang.
"momy mu menangis karena dia mencintai dady mu, bilang pada momy mu terlalu mencintai itu bisa menjadi boomerang buat diri nya kelak" ucap Haider.
"ha ? tuan ku memang aneh, bisa menasehati tapi lupa jika dirinya adalah salah satu gambaran dan contoh yang dia jabarkan" batin Alex sambil mengelengkan kepala pelan.
"kata momy dady jahat, dady orang yang kejam dan selalu menyakiti momy" ucap Hanzel.
"kau tahu, ada kalah nya mencintai seseorang terkadang kita harus bersiap menerima luka" ucap Haider tanpa sadar jika pembicaraan mereka sangat berkaitan.
"setidaknya momy mu tidak berniat pergi jauh, seperti Jasmine yang lebih memilih bunuh diri, tidak Jasmine ku masih bersembunyi dari ku" batin Haider dengan cepat ia menggeleng kepala nya.
"miris sekali tuan ku ini, bahkan dia juga pernah melakukan hal itu enam tahun yang lalu, apa dia tidak sadar ?" batin Alex.
"lalu bagimana dengan mu pria kecil yang manis ? apa kau memiliki seorang kekasih ?" tanya Alex tiba tiba ke arah Hanzel, Hanzel menatap Alex.
"tentu saja aku ada kekasih, aku tahu apa itu cinta, cinta seperti seseorang yang selalu membuat mu bahagia sekaligus terluka dan orang itu tetap di sini" ucap Hanzel menunjuk ke dada bidang Haider "seperti aku jatuh cinta pada permen lolipop" ucapnya lagi dan menampil kan senyum manis.
Deg
Haider terdiam dan semua ucapan Hanzel benar ada nya, cinta dapat membuat mu tbahagia dan terluka hanya karena keegoisan semata.
Alex menahan tawanya saat Hanzel mengatakan bahwa rasa suka nya pada lolipop sama seperti rasa suka nya pada seorang wanita.
__ADS_1
"kau benar sekali seperti itu lah jika anak seusia kalian mengambarkan apa itu cinta"