
" lepas kan aku do,, sudah cukup kau memeluk ku,, aku sudah kesusahan bernapas..? Ucap ku berbohong yang mana mengundang kekehan dari aldo
" Pelukan ku tidak akan membunuh mu Hani..? Ucap Aldo seraya tersenyum
Dengan Tampa di duga, Aldo menyerang ku tiba-tiba Tampa permisi ia mencium seluruh wajah ku dengan gemas nya dan tak luput bibir ku yang terakhir ia incar
" Upss... Maaf, saya tidak melihat...? Ucap Fikri yang masuk Tampa mengetuk pintu kamar ku terlebih dahulu
Mendengar suara itu, Aldo kemudian melepas kan ku secara tiba-tiba, dan kulihat ia memasang wajah terkejut nya begitu juga dengan ku, aku selalu lupa untuk mengunci pintu kamar ku
" Mau di taruh di mana kaira..Han..? Tanya Fikri canggung, karena memergoki ku yang tengah di cium oleh Aldo
" Emm...taruh sini saja fik...? Ucap ku, sedang kan Aldo masih saja mbemperhati kan aku dan juga Fikri, tak lama kemudian, ia pun berlalu dari kamar ku begitu juga dengan Fikri
Sore telah berganti malam, dan acara pun telah berganti juga, malam ini acara pertunangan antara Fikri dan juga Dina, aku hanya memandangi mereka berdua dari kejauhan, malam ini acara nya di adakan di halaman belakang rumah
Aku hanya duduk berdua dengan Kiara yang tak kunjung memejam kan mata nya, ia masih betah memandangi satu persatu para tamu yang melintasi kami berdua
Karena malam ini tamu nya berhati sebagian anak muda yang berdatangan, tak jarang mereka juga menyapa Kiara yang duduk anteng di pangkuan ku
" Hai...anak manis,, belum tidur ya...? Tanya salah satu tamu undangan yang melintasi kami berdua
" Belum Tante... Masih segar mata saya..? Jawab ku seraya menggoyang kan tangannya
Tak berselang lama, acara malam ini pun di mulai dengan meriah nya, dengan wajah tersenyum dan bahagia Dina dan Fikri pun kini tengah memasuki tahap bertukar cincin yang di saksi kan semua para undangan yang datang
__ADS_1
Dengan sorak gembira nya, setelah mereka telah bertukar cincin satu sama lain di sambut dengan tepuk tangan yang meriah, dan kini para tamu undangan menikmati hidangan yang telah tersaji
" Kenapa anak manis, kok nangis..? Tanya ku ketika melihat Kiara mulai mengulet tak jelas
Aku pun membawa nya masuk kedalam dan tak lupa juga membuat kan susu pada Kiara, agar ia nanti tertidur dengan nyenyak
Kini aku pun sudah ada di kamar ku dengan Kiara berada di dekapan ku, begitu aku meletakan tubuh mungil Kiara dan memberikan sebotol susu pada nya, ia pun memejam kan mata nya secara perlahan sebelum ia tertidur begitu pulas
" Ya ampun... Sudah nyenyak tidur nya ternyata..? Ucap ku seraya menyingkir kan botol susu yang sudah kosong, dan memberi kan selimut pada nya
" Kenapa seperti ada seseorang yang masuk, ? Ucap ku seraya bangkit dari tidur ku, dan kini aku berjalan ke arah pintu, aku akan mengunci pintu kamar ku,
Namun sial sekali, Aldo terlebih dulu mendorong pintu kamar ku sebelum aku mengunci nya
" Kamu berbohong pada ku kan...han...? Ucap Aldo seraya mendorong pintu kamar ku,
" Aku berbohong apa pada mu..? Tanya ku ketika usaha ku menutup pintu telah sia-sia
" Yang tadi itu bukan suami mu kan, lantas anak itu anak siapa...? Tanya Aldo lagi
" Suami siapa...? Tanya ku dengan polos nya
" Yang tadi suami kamu kan, tapi kenapa sekarang dia malah bertunangan dengan Dina...? Ucap Aldo yang mana aku langsung paham ke arah mana pembicaraan nya
Aku pun langsung tertawa Lepas mendengar ucapan nya hingga tangisan Kiara membuat ku berhenti menetertawa kan Aldo
__ADS_1
" Maaf ya sayang.... Suara tawa mama mengejut kan mu ya...? Ucap ku seraya berbaring dan menidur kan nya kembali
Ketika aku berbaring, ku rasa kan kini tempat tidur ku ada pergerakan, dan tak berapa lama Aldo memeluk ku dari belakang
" Apa-apa sih kamu do....? Ucap ku marah pada nya
" Diam lah, nanti dia terbangun, aku membutuh kan penjelasan mu saat ini...? Ucap nya seraya mengelus punggung Kiara
" Apa lagi yang butuh di jelas kan, tidak ada yang harus di jelas kan saat ini, semua sudah jelas, itu Fikri, memang bertunangan Dina, tidak ada sangkut paut nya dengan mu jika Fikri itu suami ku, kalau pun aku ingin berbagi suami bagai mana,..? Ucap ku seraya hendak bangkit, karena Kiara sudah nyenyak kembali
aku akan keluar kebawa untuk menghindari Aldo yang terus menerus memasuki kamar ku
'' kau mau kemana..? Aldo pun menahan ku ketika aku hendak bangkit dari tidur ku
'' aku mau kebawah, aku haus sekali.'' aku berbohong agar bisa terlepas dari Aldo
'' jangan membual, tak mungkin kau haus, sedang kan tadi kau baru saja minum...? kekeh Aldo masih menahan ku
'' kita tak bisa begini terus Aldo, kau harus nya tidak terus mengusik ku, aku sudah bahagia, kenapa kau tidak mencari kebahagiaan mu sendir.? jujur aku bingung saat ini harus bersikap apa terhadap Aldo
di satu sisi masih ada rasa nya tak ingin Aldo menjauh lagi dari ku, namun di satu sisi lagi, aku sudah terlanjur kecewa atas sikap nya terhadap ku
'' aku harus bagai mana, sudah ku coba untuk melupakan mu, namun apa yang ku dapat, perasaan ini semakin hari kian membesar dan rasa yang ku miliki pada mu semakin menyiksa ku, apa aku harus mati terlebih dahulu agar aku bisa melupakan mu, namun ku rasa itu mustahil..? seraya Aldo memeluk ku semakin erat dan tak bisa ku lepas kan, berapa kali ku tepis, namun ia pun tak gencar dengan tepisan ku
'' mati tak bisa menyelesai kan suatu masalah,, kau hanya butuh mencari kebahagiaan mu, dan melupakan ku, bukan kah kau sudah ada wanita lain, kenapa setiap kali kau kembali kemari, selalu saja mengganggu ku, apa kah kau mengira aku ini wanita murahan, karena pernah menyukai mu dulu, apa kah aku terlihat seperti wanita gampangan, yang bisa kau permainkan begitu saja..? saut ku cepat Tampa memikir kan ekspresi wajah Aldo
__ADS_1
'' hei... kau ini bicara apa, wanita siapa, dan aku tidak menganggap mu seperti yang kau tuduh kan itu, aku memang tulus menyukai mu, bukan karena hal lain, apa yang kau bicara kan itu, seolah aku ini pria yang mencari kesempatan saja bagimu, bukan kah aku selalu mengajak mu menikah, namun kau selalu menolak nya dengan berbagai alasan, atau aku harus membuat mu mengandung benih ku terlebih dahulu agar kau mau menikah dengan ku..? begitu Aldo berhenti berbicara,dengan cepat aku pun memukul mulut nya, dan terdengar kekehan dari nya