
" kalau nanti mereka sudah besar, mereka akan terpisah dari kita tidak ya.. mas..?" ujar Hani menatap ke empat anak nya yang sedang bermain di halaman belakang rumah dan mereka sebagai penonton nya
" kalau kita baik ke mereka dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab, mungkin mereka akan menetap di sini..?" ujar aldo, pandangan mereka tetap ke arah anak-anak yang sedang bermain
" hani ingin,, kelak mereka sudah memiliki pasangan hidup masing-masing tetap berada di jangkauan kita,, Hani tidak ingin seperti kita yang jauh dari kedua orang tua.." ujar Hani
Hani, memiliki ke inginan tetap kumpul bersama kuarga kecil nya di saat mereka sudah tidak muda lagi, mereka ingin menghabis kan sisa umur mereka bersama anak dan cucu mereka
" mas, juga ingin seperti itu,, di saat kita tua nanti, di saat kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, , ada yang merawat dan menemani kita,.." ujar Aldo tersenyum menatap ke arah anak-anak nya yang sibuk bermain
" sebelum Kenan dan kiano kuliah, harus membuat kan mereka rumah di dekat kita mas,, dan buat kan mereka usaha yang mereka minati.""
" kalau Kiara dan Kania sih.. pasti nya ikut dengan suami nya,, kita tidak bisa menghalangi, ya... syukur-syukur mereka mau tinggal di dekat kita,, kalau tidak mau, palingan kasih usaha apa gitu, yang sekira nya suami nya bisa memberi nafkah anak perempuan kita.." ujar Hani bertopang dagu
" kamu ini Han,, mereka masih kecil loh,, belum tau ke mana arah harus melangkah,."
" justru mereka masih kecil mas,, kita harus sudah memiliki rencana masa depan mereka, Hani tidak mau mereka ke kurangan, apa lagi sampai hidup susah,, Hani tidak bisa membayang kan hal itu.."
" semua pasti mas pikir kan Han,, apa lagi tentang masa depan mereka berempat, mas tidak diam Han,, walau pun di rumah saja, tapi mas memikir kan masa depan mereka, gimana kedepan nya..."
" sebenar nya, Hani sudah lama di suruh urus perhotelan papa, tapi Hani berat di anak, apa lagi lihat lah mereka sekarang, berat di aku mas,, mana mungkin aku tega meninggal kan anak-anak yang membutuh kan peran ku setiap saat." ujar Hani lagi
'' Dion dan Fikri kan ada Han,, beda lagi dengan mas,, papa juga membutuh kan tenaga mas,, namun? di pikir lagi? kalian lebih membutuh kan tenaga mas,, dari kan papa, kalau papa masih bisa mempekerjakan orang lain untuk membantu papa,, kalau kamu,, bagai mana, sedang kan dulu aja kita baru mempekerjakan orang untuk mengasuh anak kita saja? sampai memakan korban jiwa, sampai mas, trauma dengan hal itu,,?'' ujar Aldo yang trauma dengan kepergian Dewi dan membuat cidera dua lain nya
'' Hani juga gak mau hal itu terjadi lagi mas,, biar lah, semua pekerjaan Hani kerjakan, dari pada nyawa taruhan nya.'' ujar hani lagi.
'' kalau papa besok menyuruh kamu membatu, beri tau mas saja,, mungkin mas bisa bantu, walau pun dari jauh, kasian papa kalau tidak ada yang bantu.?'' ujar Aldo pada Hani.
__ADS_1
'' pasti? Hani beri tahu kan nanti, kalau papa menghubungi Hani.. mas,,?'' ujar Hani
siang hari semua anak-anak di bawa masuk oleh Hani, sedang kan Aldo sudah pergi memeriksa ladang sawit yang berada di belakang rumah
kini Hani tidak pernah merasa susah ketika Aldo pergi ke ladang, ia sekarang merawat anak nya sepenuh hati dan jiwa nya
'' waktu nya tidur siang.'' ujar Hani membawa empat gelas susu ke hadapan anak-anak nya
'' Kiara gak mau susu mama,, Kiara kan udah gede..'' ujar Kiara sambil menutup mulut nya ketika Hani menyodor kan satu gelas susu pada Kiara
'' loh.. kok gitu,, mama udah capek Lo ini buat nya,, kenapa gak bilang dari tadi,, kalau kakak gak mau minum...'' ucap Hani dengan lembut
'' Kiara gak mau mama,, Kiara gak mau,, Kiara minum air putih aja...'' ujar Kiara berlari ke arah dapur untuk mengambil air putih
Hani yang melihat Kiara pergi ke dapur, hanya bisa menghela nafas dalam, dan memberikan gelas lain kepada ketiga anak nya
'' ayo tidur ma..'' ajak Kiara yang datang dari dapur,
'' sudah minum nya,,lihat ini, susu kakak jadi mubajir kan...'' ucap Hani menatap gelas yang masih berisi kan susu
'' ma... Kenan mau lagi.'' ucap Kenan meminta susu bagian Kiara
'' nanti kamu kekenyangan Kenan..'' ujar Hani mengambil alih susu yang sudah di pegang Kenan
membuat Kenan menatap ke arah susu yang di pegang Hani dengan diam,
'' mau ma..'' kini berganti dengan kiano yang meminta nya
__ADS_1
alhasil, Hani membagi dua susu yang masih utuh ke gelas Kenan dan kiano, Hani membagi nya dengan rata, agar anak nya tidak ada saling rebut satu sama lain
selesai minum, Hani membentang kan tikar untuk mereka tidur lesehan di bawah,
melihat anak nya tertidur pulas dalam sekejap, Hani pun mengerjakan tugas nya di dapur, kalau Hani ikut tertidur, yang ada tidak ada untuk makan malam mereka nanti
'' masak apa enak nya ini..'' Hani memiliki ke dalam lemari pendingin,
melihat sayuran dan ikan di dalam lemari pendingin komplit, Hani pun menjadi bingung, sayur apa yang harus ia masak terlebih dahulu.
'' begini nih... kalau penuh dengan sayuran? jadi bingung, mau masak apa, tapi kalau gak ada juga semakin bingung...'' ujar Hani berbicara sendiri
lama Hani menatap ke arah lemari pendingin, ia memilih dengan bingun harus yang mana lebih dulu ia konsumsi kali ini, namun seakan otak nya buntu melihat begitu banyak stok sayuran berada di dalam nya
'' masak ini aja deh.. dari pada bingung..'' ujar nya
setelah lama memandangi lemari pendingin, ia pun mengambil satu buah sayur sawi dan mengambil beberapa ekor ikan patin
Hani kali ini akan membuat sayur putih sawi dan membuat sambal ijo ikan patin, setelah bumbu sudah selesai ia racik, ikan pun sudah di bersih kan, Hani pun mulai berperang di dapur melawan semua masakan yang ia pegang saat ini
'' masak apa sayang.. kok? harum nya sampai ke belakang..'' tanya Aldo ketika ia masuk kedalam rumah melalui pintu belakang
'' geli lah mas,, panggil sayang lagi, jadi berasa kayak anak muda yang sedang pacaran saja,, padahal kita dulu tidak pernah pacaran ya.. mas,, ..'' ujar Hani terkekeh geli ketika Aldo memanggil nya sayang
'' loh... jadi mas harus panggil apa..'' tanya Aldo seraya memeluk Hani dari belakang
'' panggil mama saja,, sama seperti anak-anak..'' ucap Hani
__ADS_1
...****************...