Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Bab 20.


__ADS_3

Haider mengepalkan kedua tanggan nya, tatapan membunuh terpancar di wajah nya, Dixie berusaha ingin bergelut manja namun tatapan tajam Haider melirik ke arahnya seketika membuat nyali Dixie menciut, tatapan yang begitu dingin bahkan Dixie tak berani menyentuh Haider.


"Jasmine ?" panggil Dixie dengan senyuman sinis, otak nya berkerja sangat cepat untuk membuat Haider membenci Jasmine, Mike menoleh ke arah sumber suara.


"apa kalian berpacaran ?" ucap Dixie memancing kemarahan Haider.


"kalian pasangan yang serasi" ucap Boby sambil tertawa di ikuti oleh Matt dan Harry.


"tid\~" ucap Jasmine terpotong dengan kalimat Haider.


"tentu saja kami berpacaran" ucap Mike merangkul pundak Jasmine, Jasmine terkejut mendengar perkataan Mike gadis itu berusaha melepaskan diri namun Mike mengcekam pundanya kuat.


"kau mencari kematian Mike" bisik Jasmine, Haider masih terus melihat nya dengan raut wajah yang tak terbaca dan berjalan mendekati Jasmine dan Mike.


"oh god jangan sampai terjadi pertumpahan darah" batin Jasmine.


"ikut aku, dan kau masih berurusan dengan ku" Haider berbicara ke arah Mike dan menarik paksa tanggan Jasmine ke arah ruang pribadi miliknya, sedangkan teman temannya hanya menatap tak percaya dengan tindakan Haider.


Bugkkk


Pintu di tutup dengan keras, Haider menghempaskan tubuh Jasmine ke arah sofa lalu mengunci pintu ruangan tersebut.


"sudah aku bilang jangan bersentuhan dengan pria lain selain diri ku, apa kau tidak mengerti bahasa manusia ?" ucapnya dengan wajah memerah menahan amarah.


"aku sudah melarang nya tapi di\~" ucap nya tertahan karena Haider sudah meramas rahang nya.


"Jangan memberiku alasan tidak masuk akal, kau tampak menikmati saat dia merangkul mu di hadapan ku" Haider mempererat ramasan di pipi Jasmine gadis itu terlihat ketakutan dan menahan sakit.


Jasmine mengeleng pelan, ia tahu bagimana jika Haider marah, pria itu akan melampiaskan nya dengan cara membanting dan memukul hingga menghancurkan apapun di depan nya.

__ADS_1


"you hurt me" lirih Jasmine menahan rasa sakit dan juga air mata, Haider melepas kan tanggan nya.


"maaf aku tidak ingin menyakiti mu tapi aku tidak bisa nahan rasa cemburu ku" ucap lirih Haider sambil mendekap tubuh Jasmine dan memberikan kecupan di kening.


"siapa namanya ?" tanya Haider.


"Mike"


"akan aku bereskan dia" ucap Haider dengan raut wajah serius.


"tidak Haider, dia anak yang baik, hanya saja kebiasaan dia selalu ke kantin dengan ku, kebiasaan makan bersama dengan Jeslyn, karena itu\~" perkataan nya dipotong Haider.


"jangan membahas pria lain saat bersama ku" Haider masih dengan wajah nya yang begitu dingin.


"tapi ka\~" ucap Jasmine masih dalam dekapan Haider.


"ini pertama dan terakhir kalinya kau membahas pria lain di depan ku"


"lalu bagimana dengan Jay ?" tanya Jasmine.


"dia pengecualian"  Haider membelai lembut rambut Jasmine sesekali ia mengecup keningnya.


...🍁🍁🍁🍁...


Sedangkan di kantin Dixie hanya mengaduk makanan nya tanpa menyentuh, ia masih berpikir dengan sikap Haider yang begitu cemburuan dengan Jasmine dan laki laki lain.


"sial kenapa dia secemburu itu, sedangkan dengan ku tidak pernah" batin Dixie tanpa sadar ia menikam garpunya ke piring hingga berbunyi, hal itu mengalihkan arah pandang Petter, Boby, Matt, Stefen dan juga Harry.


"kau tidak apa-apa ?" tanya Stefen.

__ADS_1


"menurut mu ? tentu saja tidak" ucap Dixie penuh kecemburuan.


"bodoh pertanyaan apa itu" sangah Boby


"memang apa yang salah dari pertanyaan ku?" Boby menggeleng pelan kepalanya.


"tentu saja salah, kau tidak lihat ? Dixie cemburu kepada Jasmine, fakta paling menyakitkan bahwa Haider begitu cemburu Jasmine bersama pria lain sedangkan Dixie ? ia tak merasakan apapun hanya ada kekecewaan" ucap Boby to the point.


"dari awal memang tatapan Haider saat melihat Jasmine seperti mereka sudah memiliki hubungan" ucap Petter dan ia langsung di tatap oleh teman teman nya.


"berarti mereka sudah saling kenal sebelum pesta di club milik Haider" Harry.


"pantas saja ada yang aneh saat kau mencium pipi Jasmine, Haider bahkan tak berpaling dari tatapan membunuh kearah mu"


"aku menyadari nya itulah kenapa aku mengecup pipi Jasmine" Petter terkekeh.


"wait kalian melupakan satu hal lagi" Matt


"apa ?" tanya mereka serentak ke arah.


"kalian ingat saat Haider keluar selang beberapa menit Jasmine juga menghilang, tapi kekasih ku mengatakan bahwa Haider manarik tanggan Jasmine dan membawanya pergi menggunakan lift" ucap Matt dan tersenyum.


"dan kalian pasti sudah paham dengan apa yang dilak\~" Boby mengelus dada nya, tak kalah terkejut bahkan teman teman nya juga melihat kearah pelaku, yah Dixie membanting sendok dengan kasar hingga berbunyi nyaring.


"ck kau yang benar saja Dixie, bahkan kalian yang berselingkuh tapi kenapa kau marah jika Haider memilih wanita lain" Boby melihat kearah Dixie dan Petter.


"diam Boby aku tidak ingin kau berbicara"


"dan kau, semua terjadi karena mu, jika kau tidak mendekati ku maka aku dan Haider tidak akan menjauh seperti ini" ucapnya kearah Petter.

__ADS_1


"kau juga menginginkan ku Dixie, bahkan kau sangat ganas diatas tubuh ku" ucap santai Petter lalu meninggal kan kantin di ikuti oleh Boby dan yang lain nya meninggalkan Dixie.


"lakukan rencana B, jika aku tidak bersama nya maka wanita lain pun tidak boleh bersama nya, karena hanya aku yang pantas bersanding dengan dia" Dixie mengakhiri panggilan lalu meramas benda itu untuk menyalurkan kekesalan di hati.


__ADS_2