
hari berlalu begitu cepat, kini ke empat anak Kiara telah menjadi pribadi yang mandiri dan berbakat dalam melaku kan segala hal
contoh nya seperti seperti Kiara yang suka dunia perkebunan ia selalu ikut dengan Aldo untuk keladang, namun tidak untuk bekerja
seperti Kenan yang perlahan menyukai hewan ternak burung, dan kiano yang menyukai bermacam jenis ikan, kalau si bungsu, ia lebih menyukai dapur, setiap saat ia akan membantu sang mama di dapur
'' pa... buat kan Kenan kandang burung yang besar.'' pinta Kenan ketika pagi ini ia mendapati sarang burung yang berisi kan empat anak di dalam nya
'' mau untuk apa kenan,, yang kemarin kan sudah papa belikan, ini kok, malah minta yang besar segala, pakai yang kemarin aja kenan.'' Aldo menghabis kan nafas berat ketika kena. merengek pada nya
'' sudah tidak muat untuk yang ini pa.'' ujar Kenan menunjuk kan satu sarang burung yang sedang ia pengang
'' ya..Allah,, dapat dari mana lagi kamu ini Kenan,, kasian iduk nya, kalau kau ambili terus anak nya.''
Aldo mengerang prustasi ketika ia melihat Kenan membawa sarang burung beserta anak nya pagi ini, di saat ia belum menyentuh nasi sedikit pun
'' lebih kasihan lagi ini pa,, mereka di tinggal kan induk nya, induk nya gak sayang sama mereka pa,, nyata nya, mereka di tinggal begitu saja di rumputan lebat.'' oceh Kenan membuat Aldo meraup wajah nya
'' kenapa wajah mu masam gitu mas.'' tanya Hani ketika ia melihat Kenan dan Aldo sedang berada di ruang tamu
'' kami lihat anak kamu itu,, sepagi ini sudah membawa anak burung,, entah dapat dari mana anak ini.'' ujar Aldo menunjuk ke arah kenan,
'' kalau begini terus, bisa-bisa, mas akan lebih cepat di panggil yang kuasa.'' sambung Aldo lirih
'' ngomong apa sih.. mas,, anak nya hanya mengambil dan merawat nya,, bukan membunuh mas,, kamu kok sampai prustasi begitu'' Hani menatap sekilas ke arah Kenan yang sedang mengajak anak burung berbicara
'' Kenan,, kenan dapat dari mana anak burung itu..'' Hani berjongkok di hadapan Kenan
'' Kenan dapat dari sana ma,, mereka di tinggal kan, mama nya? jadi Kenan kasian lihat mereka, maka nya Kenan bawa pulang saja, biar ada teman nya.'' ujar Kenan mendongak ke arah hani
__ADS_1
'' Kenan tau tidak, kalau perbuatan Kenan itu membuat ibu burung ini mencari keberadaan anak nya,'' ucap Hani dengan lembut
'' mana ada,, ibu nya tega buat anak nya menangis,, a-pa mama nya tidak tau, kalau anak nya sedang lapar? anak nya mau makan ma,, tapi mama nya malah meninggal kan mereka.'' ucap kenan kekeh
'' mama nya itu pergi manunggal kan mereka karena untuk mencari makan nak,, lebih baik di pulang kan saja ya.. kasian ibu nya, sedang mencari mereka.'' ujar Hani lagi
namun Kenan diam tak menjawab, ia hanya memandangi sarang burung yang ia pegang
'' tapi? mama tidak pernah meninggal kan kami di rumah berempat, mama selalu menemani kami di rumah, mama tidak pernah pergi.'' ujar Kenan menggeleng kan kepala nya
membuat Hani dan Aldo terdiam dan terenyah atas apa yang di ucap kan Kenan barusan, ia heran kenapa anak nya bisa berpikir sampai ke arah sana
'' bagai mana ini mas,'' Hani menatap Aldo yang ingin menertawa kan nya,
'' kamu hadapi saja lah.. mas? sudah capek memberi peringatan pada nya, belum lagi kiano yang ingin minta buat kan kolam ikan lagi, mas? jadi pusing sendiri.'' ujar Aldo terkekeh geli melihat raut wajah Hani yang kebingungan
'' bagini loh Kenan,,, mama maka nya di rumah,, kan ada papa yang mencari kan kita uang untuk kita makan, sedang kan burung itu kan hewan liar, mereka mencari makanan nya sendiri,'' ucap Hani mencoba membuat Kenan mengerti
Aldo yang mendengar perkataan Kenan menjadi tertawa lepas, membuat Hani menghela nafas berat, entah bagai mana memberi tau kan hal itu
'' sudah lah,, lebih baik kau masuk, mandi dan makan,, lihat lah, pagi-pagi badan dan baju mu sudah seperti kerbau membajak sawah.?'' ujar Hani menahan kesal
'' burung nya jagain ya.. pa,, takut di makan kucing.?'' ujar Kenan meletak kan sarang burung yang baru saja ia dapat ke pangkuan Aldo
'' seperti nya, kalau di goreng ini enak ma..'' ujar Aldo main mata pada Hani
'' jangan di goreng,, kasian, biar Kenan bawa ke dalam saja lah.'' ujar Kenan merebut kembali burung yang ada di pangkuan Aldo
'' jangan di ambil dong,, ini di goren enak Kenan, papa tidak repot lagi membuang bulu nya, hanya tinggal potong dan cuci saja..'' ujar Aldo menepis tangan Kenan yang hendak mendekat
__ADS_1
'' papa jangan,, kasian pa,, mama aja itu di goreng,, jangan burung ini.'' ucap Kenan menunjuk ke arah Hani
'' kalau ngomong itu, jangan seenak nya saja,, kalau mama di goreng,, kamu nanti gak punya mama mau.'' gertak Hani menatap sebal anak nya
'' cari mama baru,, mama ini galak.'' ujar Kenan berlari masuk ke dalam rumah meninggal kan Hani yang tengah murka pada kenan
'' kenaaann.... teriak Hani menggema seisi rumah, Aldi yang berada di dekat Hani menutup telinga nya karena tidak tahan mendengar teriakan Hani
'' mama jahat sih..'' ujar Kenan dari balik pintu kamar nya
'' ya.. Allah,, kenapa ada anak sekejam itu..'' ujar Hani menatap kenan yang sudang berlalu pergi
'' anak mama itu,, ujar Aldo meninggal kan Hani yang berada di ruang tamu
'' anak papa juga, emang nya bisa Hani hamil tanpa suami, emang nya ini jaman nabi isya, keluar tanpa ada ayah nya..'' uajr Hani medumel seorang di
Aldo yang mendengar Hani medumel, hanya cuek saja, ia berlalu ke dapur untuk mengambil sarapan pagi nya yang sempat tertdu dan.
'' papa,, jadi tidak hari ini membuat kolam ikan untuk ikan Kiano yang sudah mulai besar itu.'' tanya Kenan pada sang papa
'' seperti nya tidak jadi kiano,, tukang nya pulang kampung, jadi? lebih baik kau bersabar saja lah,, lagian kan, masih bisa di kolam mu yang satu lagi.'' ujar Aldo pada kiano
entah mengapa kepala Aldo menjadi mendadak pusing tujuh keling, ingin rasa nya Aldo memasukan ke dalam perut Hani kembali
'' papa.... ayo keladang.'' ajak Kiara, pagi ini ia sudah rapih dan wangi
'' aduh.. anak satu ini lagi, belum usai dengan yang satu,, yang satu nya sudah datang kembali.'' Aldo geleng kepala melihat ke tiga anak nya dengan permintaan yang aneh-aneh
'' pa... antarin mama dan Kania berbelanja di pasar..'' ucap Kania membuat Aldo menatap satu lagi putri bungsu nya yang datang dari arah dapur
__ADS_1
...****************...