
"ingat nama nya Jasmine, Jasmine Murk" teriak nya lagi agar mereka tidak lupa.
...🍃🍃🍃🍃...
"Presdir"
"Tuan bukan Presdir kita diluar perusahan"
"Tuan kita harus ke rumah sakit, tangan anda mengeluarkan banyak darah, nyonya ingin anda ke mansion"
"apa keadaan nya sehat ?"
"seperti yang tuan ketahui, nyonya sering mengurung diri, dia juga banyak menangis jika mengingat anda"
"apa yang diinginkan nya kali ini ?"
"masih sama tuan, nyonya ingin anda menikah"
"aku tidak bisa"
"apa anda ingin melihat nyonya terus menangis ?" ucap Alex membuat Haider terdiam.
"tuan jika anda tidak keluar dari masa lalu dan terus menutup hati, anda tidak akan pernah terlepas dari bayangan masa lalu, anda hanya akan terjebak dalam lingkaran masa lalu" Ucap Alex.
Haider tampak berpikir, ia memejam kan mata nya, mengingat senyuman Jasmine, cara tertawa wanita itu, bagimana ia memasak, membangunkan Haider, menyuapnya sambil tersenyum, saat ia menangis, semua tentang Jasmine masih teringat dengan jelas di hati, otak dan pikiran nya.
"hahahahahha sial aku merindukan nya" ucap nya sambil tertawa dan mengeluarkan air mata, Alex yang melihat hal itu hanya diam dan melirik melewati spion.
"kalian saling mencintai tapi takdir sepertinya tidak ingin kalian bersama, Haider aku sebagai teman dan sahabat mu hanya ingin kau berusaha membuka hati dan keluar dari jeratan masa lalu" batin Alex.
"Alex ? berikan aku alasan kenapa harus menerima tawaran momy, berikan jawaban atas dasar sahabat bukan sebagai atasan dan bawahan" ucap Haider menatap kearah spion hingga pandangan mereka bertemu.
"aku memiliki alasan agar kau tidak terlalu terjerat dari masa lalu yang terus menyiksa mu, alasan lain aku juga ingin sahabat ku bahagia. Ibu mu banyak menangis bahkan ayah mu tak fokus berkerja, mereka ikut tersiksa dalam penderitaan mu, jika dengan cara membuka hati, berusaha merelakan dan dan iklaskan masa lalu menjadi penyembuh di antara penderitaan mu kenapa tidak di coba" ucap Alex dengan hati hati.
"ini sangat susah Alex karena aku membuat nya menderita saat ia pergi tapi aku akan mencoba" batin Haider.
"terima kasih Alex" alex melebarkan mata nya, ia tak pernah mendengar Haider mengucapkan kata Terima kasih setelah enam tahun lamanya.
Namun kali ini ia melihat pria itu mengucapkan kata terima kasih selain kata, (menyingkir, singkirkan, tidak berguna, bodoh, dipecat, kau ingin mati, hm, terserah, Alex, lakukan) itu adalah kata kata singkat yang paling banyak di lontarkan oleh Haider.
"kita ke rumah sakit, lalu ke mansion"
__ADS_1
"apa tuan akan menemui nyonya dan menyetujui permintaan nya ?"
"jika itu bisa membuat ku melupakan nya maka harus aku lakukan" ucap nya.
Setelah selesi mengobati luka di rumah sakit, Haider dan Alex sekalian melakukan rapat dadakan dengan beberapa dokter senior bahkan mereka menjelaskan tentang proyek penelitian terbaru dari rumah sakit mereka, setelah selesai, Haider berjalan mengelilingi rumah sakit di ikuti oleh Alex.
Bughkk
"huaaaa huaaa huaa, Grandma.... Huaaa huaaa Grandma" seorang anak kecil berusia lima tahun terjatuh saat menabrak kaki seseorang dan menangis tepat di depan orang itu yang tak lain adalah Haider.
"singkirkan dia" ucapnya tanpa melihat anak kecil yang sedang menangis.
"tapi tuan dia anak kecil"
"singkirkan dari hadapan ku" bentak Haider.
"huaaaa huaaaa, momy huaaaa, grandma Hanzel takut, uncle jahat, i hate uncle jelek" Haider memejamkan matanya sedangkan Alex sudah mengatup kedua bibir rapat menahan tawa karena anak kecil itu mengatakan Haider jelek.
"Alex" geram Haider mendengar coletah anak kecil itu.
"baik tuan" Alex mendekat dan berusaha mengeser tubuh kecil dan memeluknya.
"aku tunggu di mobil" Haider berjalan meninggalkan Alex.
"Hanzel" panggil seorang wanita paruh baya berumur lima puluan tahun.
"Grandma, ada uncle jelek dan jahat, dia membentak ku" ucap Hanzel dengan puppy eyes dan langsung masuk ke dalam gendongan oma Grace.
"maaf kan aku, cucu mu tak sengaja menabrak tuan ku, dan tuan ku tidak suka dengan anak kecil, sehingga ia bersifat kasar dan membentak cucu anda nyonya"
"berani sekali tuan mu itu membentak cucu ku, aku bahkan tidak pernah berkata kasar bagimana bisa orang asing membentak anak kecil yang tak sengaja menabrak nya, dimana tuan mu itu, katakan pada nya jadi orang jangan terlalu sombong" ucap Grace berapi api lalu membawa pergi Hanzel.
"liat saja akan aku buat perhitungan dengan tuan mu yang sombong itu, bila perlu akan aku tinju junior nya biar tidak memiliki anak sekalian" gumam nya masih terdengar di telinga Alex, spontan Alex langsung memegang junior nya dan membayangkan jika wanita itu menghajar tuan nya.
"itu terlihat mengerikan, mulut ibu ibu memang menakutkan dan mengerikan" ucap nya.
Alex masih menatap punggung wanita paruh baya itu hingga seseorang membuka ruangan dan memeluk Hanzel namun posisi nya membelakangi Alex sehingga ia tak melihat jelas siapa ibu Hanzel.
"sayang kau dari mana ? dan kenapa kau menangis" tanya Eriene membawa Hanzel masuk ke kamar milik putri nya Haziel.
"uncle jelek itu membuat Hanzel menangis mom"
__ADS_1
"uncle jelek ?" Hanzel mengangguk cepat.
"Kenapa tidak mengajak momy biar momy bisa memarahi uncle jelek itu, kau tahu momy sangat khawatir dengan mu ?" ucap nya sambil mengusap wajah tampan Hanzel.
"Mom Haziel kenapa masih tertidur ?"
"Haziel sakit sayang karena itu ia harus di rawat"
"tapi Hanzel mau ajak main mom, Haziel terlalu lama tidur"
"sayang bermain sama Grandma yah ?"
"tidak mau, Hanzel mau nya sama Haziel" Ereine berusaha membunjuk Hanzel hingga pria kecil itu diam dan tak berselang beberapa menit ia sudah tertidur.
"anak mu keras kepala sekali Eriene, entah sifat keras nya dari mana hingga aku selalu di buat sakit kepala oleh nya"
"maaf kan aku mom" Ereine menepuk pelan pantat Haziel, ia akan terridur jika dilakukan seperti ini.
"apa Haziel juga akan keras kepala seperti ini ? momy akan kewalahan menjaga mereka"
"maafkan aku, aku sudah berusaha mendidik dengan cara yang baik tapi mereka memang keras kepala dan tetap pada pendirian mereka mom" ucap nya tak enak karena Hanzel dan Haizel sering membuat mom Garce sakit kepala.
"bagimana dengan Taylor ? kapan ia akan tiba ?"
"beberapa menit lagi mom"
"aku sudah merindukan nya, dia sering ikut Romanove hingga jarang melihat kita bahkan kita rela pindah ke negara ini beberapa bulan yang lalu namun sulit bertemu dengan nya"
"mom apa yang akan aku lakukan jika harus mencari ayah mereka ? hanya dengan ini Haziel bisa sembuh" Sudah tiga hari Haziel di rawat, Jasmine sudah melakukan tes untuk melakukan transplantasi namun hasil nya tidak cocok sehingga dokter memberika saran agar Ayah biologis Haziel yang melakukan transplasi agar tingkat akurat nya lebih pasti.
...✨Flashback on✨...
Ereine mengingat kembali semua perkataan dokter Rose kepada dirinya, dokter Rose merupakan dokter baru di rumah sakit ini dia merupakan salah satu dokter terbaik dalam bidang spesialis anak, meski sudah berkerja selama sepuluh tahun di dunia medis, tapi untuk W Hospital dia baru berkerja sekitar lima tahun.
"Putri anda menderita leukemia dan sangat membutuhkan transplantasi sumsum tulang.
Penyebab anak terkena leukimia lainnya adalah lahir saat kondisinya belum cukup umur dan faktor kesehatan serta usia ibu saat mengandung yang terlalu muda, bisa juga terlalu tua.
Kemudian, keadaan janin terpapar hormon seperti diethylstilbestrol (DES) atau pil KB, berisiko jadi sebab terjadinya kelainan dalam sel darah anak"
Deg
__ADS_1