
'' apa yang terjadi, kenapa kau seperti anak kecil begitu..? tanya Aldo ketika ia baru masuk kedalam kamar Hani
'' enak saja kau mengata kan aku seperti anak kecil, kau mau melamar ku, tetapi aku tidak pernah merasa ada hubungan di antara kita. berdua...? Hani bersedekap dada sambil membuang muka
'' maksud mu, kita harus berpacaran terlebih dahulu begitu...? tanya Aldo
'' entah lah, kau memang payah...? rajuk Hani
'' apasih mau nya wanita ini, aku hamili kau baru tau rasa..? sebal Aldo yang tak paham akan maksud Hani
yang mana membuat Hani dan juga ana yang mendengar melotot ke arah Aldo yang mengusap wajah prustasi
'' Eh... kenapa, melihat ke arah ku dengan tatapan seperti itu...? Aldo berjingkat kaget melihat dua wanita menatap nya dengan tajam
'' aku hanya bercanda...? ulang Aldo lagi
'' cepat lah urusi urusan kalian dengan cepat, tamu sudah menunggu kalian berdua, mau jam berapa lagi acara akan di mulai..? ana pun meninggal kan Hani dan juga Aldo di kamar
setelah mama ana pergi kini tinggal lah Aldo yang masih berdiri bingung harus berbuat apa, ia tidak pandai dalam mengungkap kan perasaan nya apa lagi harus dengan kalimat romantis
sejenak Aldo berpikir, kata-kata apa yang akan ia ucap kan agar Hani mau menerima lamaran nya dan mau menikah dengan nya
hhmmm
Aldo mulai berdehem sebelum memulai kata-kata yang sudah ia rangkai di kepala nya, ia pun menghadap ke arah Hani yang masih berdiam diri di sofa, ia pun menjatuh kan kaki nya dan berlutut di hadapan Hani sambil membuka cincin yang telah ia beli
" aku Sudah di titik lelah, tapi aku sadar, aku harus tetap melangkah. "Ada setitik cahaya di ujung terowongan yang gelap, cahaya itu adalah kamu.'' maka dari itu aku terus melangkah." Lebih baik aku melangkah, meski salah, dari pada tidak melangkah sama sekali karena dari kesalahan yang ku perbuat dahulu kepada mu, yang mana menyakiti hati mu, dari situlah aku belajar sesuatu kesalahan yang mana membuat mu menjauh dari ku, dan ternyata kau sangat berharga bagi ku." aku ingin melabuh kan cinta terakhir ku hanya untuk mu, menua bersama mu.'' dan anak cucu kita kelak, aku ingin membalas semua perasaan mu yang dulu pernah aku abai kan, aku ingin kau tau, penyesalan itu selalu datang di saat kita sudah kehilangan, dan aku sudah merasakan hal itu, aku menyesal dulu telah mengabai kan mu, dan sekarang aku ingin hidup bersama mu, di dunia mau pun di surga nanti, jadilah bidadari surga ku kelak.'' aku sangat mencintai mu melebihi apapun di dunia ini.'' apakah kau mau menjadi pendamping hidup dan mati ku..? Aldo pun menatap Hani penuh dengan harap, apa kah perkataan nya menyentuh hati, apakah perkataan nya sudah cukup romantis
namun dugaan Aldo salah, kini Hani tertawa lepas setelah melihat ekspresi wajah Aldo yang menurut Hani begitu lucu
__ADS_1
'' hei.. kenapa kau tertawa..? heran Aldo
'' kau begitu sangat lucu..? Hani bukan nya merasa tersentuh, ia malah tertawa merasa lucu dengan wajah Aldo yang tak bisa di buat seromantis mungkin
'' hei.. aku sudah lelah, apakah aku di tolak atau di terima, aku sedang menunggu jawaban dari mu..? Aldo kini mulai berdiri ketika Hani pun beranjak dari duduk nya
'' iya.. kau tenang saja, pergilah kau keluar dan tunggu aku di luar..? usir Hani dengan mendorong Aldo ke luar kamar nya
dengan cepat, Hani pun menutup pintu kamar dan mengancing nya, Hani masih saja tertawa, untung saja Kiara tidak terganggu dengan suara tawa menggema Hani
sedang kan Aldo ia mengumpat kesal, sudah lelah berpikir, hasil nya malah di tertawa kan oleh Hani
'' kenapa kau seorang diri do.' kemana Hani pergi nya.. apakah kau di tolak..? Ella mendekati anak nya di kala sudah menuruni anak tangga
'' Aldo tidak tau, Hani hanya menyuruh ku menunggu nya..? jawab Aldo apa ada nya
'' bagai mana hasil nya..? kini giliran ana yang bertanya pada aldo
sedang kan Hani kini tengah sibuk dan berkutat di depan meja hias, Hani akan berdandan seadanya saja
dengan mengandalkan gaun yang di belikan Aldo pada nya, dan tak lupa juga dengan hijab nya warna yang senada dengan gaun nya
dengan langkah pelan Hani pun menuruni anak tangga, ketika Hani masih di pertengahan anak tangga semua para tamu undangan mulai berbisik-bisik tidak jelas
'' bagai mana ini, apakah calon nya melarikan diri, sehingga tidak terlihat dari tadi..?
'' mengapa calon nya lama sekali keluar nya, apa acara nya akan batal..'
'' kemana pergi nya calon wanita nya, apakah ada halangan..?
__ADS_1
begitu lah kira-kira perkataan para tamu undangan yang telah hadir ke acara pertunangan Aldo
'' wah... cantik sekali calon nya, tidak sia-sia lama menunggu..? suara salah satu tamu yang sedang menunggu kehadiran Hani
'' mana-mana, saya juga mau melihat nya..? di antara mereka pun mencoba mencari keberadaan Hani
hingga Hani sampai lah di tangga paling bawah, ia pun di sambut oleh mama ana yang sedari tadi menunggu nya,
sedang kan Aldo sudah sumringah ketika ia melihat Hani menuruni anak tangga,
Aldo pikir, perkataan nya tadi di tolak oleh Hani, namun perkiraan nya salah, kini Hani telah berdiri di dekat nya
Aldo pun begitu bahagia nya ketika lamaran yang kesekian kali nya akhir nya di terima oleh Hani
'' baik lah, mari kita mulai acara malam ini yang telah di tunggu-tunggu sejak tadi..? papa Alan pun membuka suara ketika Hani sudah berada di samping nya
acara malam ini pun akhir nya di mulai dengan sangat meriah dan penuh rasa bahagia,
tidak ada satu momen pun yang tertinggal, semua di abadi kan oleh Dion dan juga Fikri, mereka berdua merangkap menjadi Poto graper dan Vidio
'' geser sedikit, aku tidak bisa mengambil Poto nya.. ? Dion menyuruh Fikri untuk bergeser
'' jangan sorong-sorong bang, nanti hasil nya jadi jelek..? Fikri pun menepis lengan Dion yang menyuruh nya menyingkir
'' astaga.. mau jadi apa hasil Poto nya kalau begini terus...? Dion melihat hasil Poto nya sangat jelek dan mengulangi nya kembali
mereka berdua jadi sibuk sendiri dengan pertengkaran kecil yang tak mau mengalah di salah satu di antara kedua nya
'' kenapa aku bisa punya adik ipar seperti mu..? umpat Dion kesal memandang wajah Fikri penuh dengan sebal
__ADS_1
hingga acara selesai, mereka berdua asik sibuk sendiri dengan pertengkaran yang mereka berdua ciptakan, tidak ada yang mau mengalah satu sama lain