Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Benci dan cinta 130


__ADS_3

'' kok gitu mas, lucu wajah kiano.?'' ucap Hani yang melihat wajah kiano saat ia baru menoleh ke arah kiano


'' papa aja gak tau, aduh.. bahaya ini,. kecil aja sudah manis begini, apa lagi nanti kalau sudah besar, siap-siap kita akan di serbu dengan anak gadis orang Han.?'' ucap Aldo geleng kepala menatap senyum manis kiano


tak banyak bicara, Aldo menghabis kan nasi yang ia bawa kedekat Hani, ia pun sambil menyuapi kiano yang mangap saja ketika di isi mulut nya


'' ini anak, mulut nya terbuat dari apa sih.. kenapa mangap nya Segede itu.?'' ujar Aldo geleng kepala


napsu makan aldo hilang seketika di saat kiano makan dengan sangat lahab, sampai-sampai aldo saja tidak kebagian di buat oleh kiano


'' lebih baik, mas ambil lagi deh makan nya, lihat tuh.. kiano sampai kekurangan begitu.?'' ujar Hani menunjuk ke arah piring Aldo yang hampir kosong


'' biar mas, buat kan susu saja, lagian sudah makan banyak, nanti jadi obesitas kiano nya.?'' ucap Aldo berlalu dengan piring kotor ke belakang,


tak lupa, Aldo pun membasuh piring yang ia bawa, agar tidak menyisah kan piring kotor di dalam wastafel


setelah selesai membasuh piring yang Aldo guna kan tadi, aldo berjalan mendekat ke arah Hani dan juga anak-anak nya


'' mas, seperti nya Kiara dan Kenan sudah terbangun? tolong di ambil mas, nanti mereka menagis.?'' ujar Hani kepada Aldo


Aldo tidak jadi untuk duduk, melain kan mengambil anak nya yang berada di kamar mereka,


'' anak gadis papa sudah bangun.?'' Aldo mendekat ke arah Kiara yang masih menguap mengumpul kan separuh kesadaran nya


'' eh.. sebentar nak,, ponsel papa kayak nya bunyi.?'' ujar Aldo


Aldo pun mencari di mana ia terlahir meletak kan ponsel nya, dan akhir nya menemukan nya tepat di bawah tempat tidur


'' siapa sih... yang menelpon sepagi ini.. sudah ponsel ku seperti tidak berguna begini..?'' omel Aldo melirik ponsel nya sejenak sebelum ia menduduk kan diri nya di dekat Kiara


'' hallo assalamualaikum '' ucap Aldo ketika panggilan telepon tersambung


'' waalaikumsallam' do.?


'' ada apa ma, kok tumben nelpon sepagi ini, ini lagi, kenapa suara mama seperti sedang menangis begitu.?'' ujar Aldo yang mendengar suara mama nya menangis tersedu-sedu


'' lebih baik kamu dan Hani pulang untuk sementara do,, Dion dalam kondisi berduka.?'' ujar mama Ella dari seberang telepon


membuat Aldo sudah was-was apa yang sudah terjadi di keluarga mereka


'' siapa yang meninggal ma.?'' tanya Aldo denga. nada serius

__ADS_1


'' ibu salsa do,, lebih baik kamu cepat berkemas, jangan sampai terlambat datang kemari nya.'' ujar Ella lagi


'' baik ma, Aldo akan segera bersiap.?'' ujar Aldo


'' assalamualaikum'' ucap Ella


'' waalaikumsallam m.''


setelah panggilan telepon terputus, Aldo mengangkat Kiara dan juga Kenan yang terusik karena suara Aldo,


'' Han.. ini anak nya di ganti baju nya,,'' ujar Aldo keluar dari kamar dengan nada panik


'' ada apa mas, kenapa dengan baju Kiara.. ada ulat gatal nya kah.?'' tanya Hani pada Aldo


pasal nya di daerah mereka kini terserang ulat, di pepohonan sawit, hama nya sampai masuk ke dalam rumah, membuat Aldo kadang harus waspada dalam melihat baju untuk diri nya dan juga anak nya


'' aduh.. bukan Han... maksud mas itu? ini baju anak-anak di ganti,, ibu Dion kemalangan.?'' ujar Aldo


membuat Hani terkejut dengan berita yang ia dengar barusan


'' yang benar kamu mas,,? tanya Hani masih tidak percaya atas apa yang di ucap kan oleh Aldo


'' mana mungkin mas berbohong pada mu,, mas, sedang serius ini.?'' ujar Aldo meyakin kan Hani


memasuk kan ke dalam koper dan juga ransel, secepat kilat juga Aldo menyusun semua bangku yang akan di duduki anak nya agar nyaman


dua jam perjalanan mereka tempuh ke kota A, sesampai nya di kota A, Aldo dengan sabar menuruni ke tiga anak nya


'' biar kan Kania bersama ku mas,.?'' pinta Hani


'' iya, ini mas masih menurun kan Kenan, coba kamu pegang kenan ini, takut nya nanti menyebrang jalan asal-asalan,?'' ujar Aldo


Hani mendekat ke arah Aldo, ia dengan sigap mengambil alih Kenan pada nya, ia juga takut, kalau kenan tanpa sengaja ke tabrak para pelayat yang berdatangan


'' bawa masuk Han, kok malah berdiri di situ, kayak anak nya tidak bisa jalan saj.?'' ujar Aldo


Aldo yang melihat Hani hanya berdiri menatap nya pun jadi kesal dan gemas, bukan nya masuk, ia malah memperhati kan Aldo yang menurun kan kiano dan Kiara


'' oh.. iya.. ya.. Hani jadi seperti orang bodoh.?'' ujar Hani tertawa malu ke arah Aldo


'' aduh.. ampun deh.. bini gua, untung sayang, eemmm.. kalau enggak sudah tak tinggal dari dulu.?'' ujar Aldo,

__ADS_1


Aldo jadi geleng kepala melihat kelakuan sang istri yang menurut nya terlalu polos


'' nama nya juga lupa mas, kirain tadi kita lagi di mall.?'' ujar Hani Tertawa lucu


ia tidak habis pikir dengan diri nya yang sekarang, mungkin kebanyakan di rumah, membuat otak Hani tumpul tidak bisa berpikir jauh


'' pintu nya gak bisa kebuka mas,?'' ujar haniencoba membuka pintu rumah ana


'' coba ke rumah mama yang itu.?'' ujar Aldo menunjuk ke arah rumah mama nya


Hani dengan patuh menuruti perkataan Aldo, ia berjalan bersama Kenan ke arah rumah mama Ella, ia ingin sekali menurun kan Kania dari pundak nya


''' bisa tidak.?'' tanya Aldo menatap penuh harap pada Hani


'' ini baru bisa mas.?'' ujar Hani terkekeh pada Aldo


'' naik ke kamar atas aja han, kamar mas selalu bersih itu.?'' ujar Aldo kepada Hani


'' aduh.. mas,. Hani gak kuat harus naik turun tangga.?'' ujar Hani menatap ke arah atas


'' loh... sudah sampai,, mau istirahat dulu, apa mau langsung ke sana.?'' tanya Adam yang ke luar dari kamar nya dengan pakaian serba hitam


'' mau istirahat pa,, tapi Hani gak mau naik ke atas tuh,, kata nya kaki nya gak kuat.?'' ujar Aldo sambil menduduk kan kiano di sofa ruang tamu


'' di kamar papa aja, kalau males naik turun tangga nya.?'' ujar Adam kepada Hani


'' gak apa pa, kalau Hani masuk ke kamar papa.'' tanya Hani dengan takut


'' tidak papa, lagian kamu kan anak papa juga, tinggal masuk aja tuh,, gak usah sungkan begitu.?'' ujar Adam lembut pada Hani


tidak menyia-nyiakan kesempatan, Hani berjalan cepat ke arah kamar yang di tunjuk oleh Adam, ia akan memberi asi kania sambil beristirahat sejenak


'' mau ke sana do.?' tanya Adam menatap aldo, sejenak ia menyapa cucu nya yang baru saja sampai


'' iya pa, tapi bingun ini, anak pada di Aldo semua.?'' ujar Aldo menatap ke tiga anak nya


'' biar papa bawa satu, kamu bawa dua.?'' ujar Adam mendekat ke arah kiara


...****************...


jangan lupa like'komen hadiah vote sebanyak banyak nya ya

__ADS_1


'' terimakasih'''


__ADS_2