Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Benci dan cinta 115


__ADS_3

'' sedang kemping pak.?'' ucap para karyawan yang baru saja berkumpul di dekat pondok yang sengaja Aldo diri kan untuk tempat peristirahatan para pekerja


'' iya. sedang bosan di rumah.?'' jawab Aldo


'' anak nya pak Aldo, ganteng-ganteng ya.?'' para pekerja wanita mendekat ke arah Hani yang sedang duduk bersama ketiga nya


alhasil Hani di kerubungi para pekerja wanita, ada sekitar delapan orang mendekat ke arah Hani, membuat Hani jadi tersenyum canggung menatap satu-satu di antara mereka semua


'' iya ya, jadi gemes deh, pengen nyubit.?'' ucap salah satu di antara Meraka


'' jangan, kamu ini, pikir nya tidak sakit kalau di cubit.?'' ucap teman nya menepis tangan yang hendak mendekat ke arah Kenan


'' kan aku hanya pelan saja.?'' ucap nya pula


'' tidak boleh, kau mau di pecat sama papa nya.?'' yang mana ia langsung menoleh ke arah Aldo


sedang kan Hani, ia sudah takut jika anak nya di perlakukan kasar, walau hanya pelan saja, sedang kan ia tidak pernah menyakiti anak nya sejak lahir hingga sudah berumur enam bulan


'' hehehe.. maaf buk.?'' ucap nya sambil cengengesan kepada ku


aku tidak menjawab, melain kan aku hanya menatap nya dengan diam, ia tidak tau saja, dalam hati ku sudah kesal pada nya, ingin rasa nya ku cekik saja diri nya


sore hari, ketika semua para pekerja hendak pulang, kami masih duduk lesehan di sini, dengan Kiara yang tidak tau bentuk rupa nya, karena ia sejak kami datang hingga sekarang masih ku bebas kan, aku tidak melarang nya sama sekali,


'' kamu kenapa Han,dari tadi, mas. perhatikan kamu kok cemberut gitu,?'' tanya Aldo yang menyadari perubahan mimik wajah Hani


'' aku kesel mas, lihat wanita itu.?'' aku menunjuk salah satu di antara mereka dari kejauhan


'' wanita yang mana.?'' Aldo menoleh ke arah di mana tadi Aldo menunjuk


'' itu loh mas, yang pakai baju kuning. dan pakai topi itu,?'' tunjuk Hani lagi pada nya


'' kenapa dengan wanita itu,?'' tanya Aldo menatap nya dari jauh


'' masa iya, pipi Kenan mau di cubit oleh nya.?''


'' kok gitu,?''


'' kata nya ia gemas mas, tapi kan gak mesti di cubit kan.?'' Hani menatap tidak suka kepada nya


'' nanti biar mas bilangin deh, enak saja dia mau mencubit anak kita.?'' ucap Aldo memasang wajah serius nya

__ADS_1


mereka kini pun berkemas untuk pulang, karena hari sudah larut sore, seperti tadi, Aldo mengangkat dua anak nya, sedang kan Hani membawa barang bawaan meraka


'' ya.. ampun kak, wajah nya itu loh.?'' bik Tami datang menghampiri kami yang baru saja datang


'' mandi kan aja dulu bik.?'' ucap Hani seraya tersenyum lebar kepada nya


'' ayo mandi kak,?'' ajak bik Tami kepada Kiara masuk kedalam


dengan aku mengikuti langkah bik Tami masuk, sedang kan mas Aldo, ia masih memarkirkan motor yang kami naiki tadi


'' mandi kan dulu anak nya satu Han.?'' ucap Aldo mendekat ke arah Hani, dan menyerah kan kiano kepada Hani,


sedang kan Kenan masih tetap bersama nya, Aldo akan memandi kan nya sendiri


'' mas, mau di bawa kemana Kenan nya.?'' Hani bertanya di kala Aldo membawa Kenan pergi dari hadapan nya


'' ya.. mau mandi juga lah, tapi mau di kamar mandi sebelah.?'' Aldo menoleh ke arah Hani


'' oh. kirain mau di bawa kemana.?'' Hani tersenyum malu atas pertanyaan nya Barusan


malam hari, ketika ketiga anak nya tidur, Hani keluar dari dalam kamar, karena ia belum mengantuk sama sekali,


'' cepat sekali kalau suruh tidur.?'' gumam Hani menatap ke arah Aldo yang tertidur pulas sehabis menidur kan Kiara dan juga kiano


membuat hani semakin bosa. saja, ia menoleh ke arah kamar nya, tak ada suara tangisan anak nya semenjak ia tinggal kan


'' nyenyak sekali mereka tidur nya.?'' Hani menggumam seorang diri, dengan bertopang dagu, Hani menatap malas ke layar televisi yang menyala,


'' lebih baik tidur, dari pada di sini, aku semakin bosan saja.?'' Hani kemudian mematikan televisi dan berjalan ke arah kamar kembali,


,**


pagi hari tiba, di mana Hani tengah repot mengurus anak nya ya.g hendak mandi, untung nya Kiara lagi ini di ambil alih oleh bik Tami, dan Aldo mengambil alih kiano


'' mas, diapres nya kemana,?'' tanya Hani sedari tadi ia membongkar lemari tidak menemukan sama sekali


'' habis kemarin, tapi mas, sudah pesan pada mbak Dewi, apa tidak di beli oleh nya.?'' Aldo juga ikut membantu mencari kan diapres nya


'' tapi kok gak ada, coba mas tanya kan sama pada mbak Dewi nya.?'' suruh Hani pada Aldo


'' tunggu sebentar ya.?'' Aldo berjalan meninggal kan. Hani di kamar

__ADS_1


'' jangan lama mas, nanti Kenan kedinginan.?'' Hani berteriak pada Aldo yang sudah menjauh


'' iya.?'' saut Aldo juga ikut berteriak


tak berapa lama, Aldo pun datang sambil membawa satu bal besar diapres untuk ke dua anak nya, kalau Kiara kini ia tidak lagi memakai nya, karena sudah pandai bilang ingin buang air kecil, dan juga besar


'' seperti nya kita, sebentar lagi akan pergi ke rumah Yuna deh Han ?'' ucap Aldo melirik ke arah pesan yang di kirim kan Yuna pada nya


'' kenapa begitu mas,?'' tanya Hani menoleh cepat ke arah Aldo


'' tanggal pernikahan nya di maju kan, aturan nya setengah bulan lagi, jadi nya sebentar lagi.?'' ucap Aldo ketika ia bertanya kembali pada Yuna melalui pesan singkat


'' ada-ada saja, bisa seperti itu ya.. mas,?'' ucap Hani geleng kepala


seperti biasa, ketika pagi nya Hani sudah bersiap, mereka pun menunjuk ke pondok ladang, mereka tidak ada bosan nya jika ke sana, apalagi, kehamilan Hani kali ini tidak rewel seperti dulu nya, kehamilan Hani kali ini begitu sangat menyenang kan


'' mas, dia nya jangan kasih mendekat.?'' Hani menarik ujung baju Aldo ketika Aldo hendak mendekati para pekerja yang sedang istirahat siang ini


'' iya, lagian sudah mas, peringat kan juga kok.?'' Aldo masih tetap berdiri di tempat nya, karena hani belum juga melepas ujung baju nya


'' awas aja ya.. kalau dia sampai mendekat kemari.?'' ancam Hani,


'' iya.. iya.. Han, mas akan omeli nanti dia, sekarang apa lagi.?'' tanya Aldo menoleh ke arah belakang, karena baju nya tak kunjung di lepas kan oleh Hani


'' apa lagi apa nya mas,?'' tanya hani dengan bingung


'' ini baju mas, kenapa belum di lepas kan juga, apa masih ada pesan lagi kah.?'' Aldo melirik ke arah tangan Hani yang masih setia memegang ujung baju nya


'' eehh.. iya mas,, Hani kelupaan.?'' Hani dengan cengengesan nya sambil melepas kan baju aldo


...****************...


jangan lupa


like


komen


hadiah


vote

__ADS_1


nya ya


terima kasih


__ADS_2