Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Bab 37.


__ADS_3

Haider merasa ada yang menyentuh rambut nya, tanggan lembut yang mengelus kepala saat ia tertidur, kebiasaan yang dilakukan Jasmine. Mata Haider tebuka, ia melihat sosok wanita yang begitu ia cintai di hadapan nya, air mata mereka kembali lolos dengan sendirinya di saat yang bersamaan.


"maaf kan aku, jangan tinggalkan aku" satu tanggan Haider terulur menghapus buliran air mata Jasmine.


"jika ini minpi biarkan aku terus tertidur agar bisa melihatmu" ucapnya lirih


"di saat aku berusaha melupakan mu, aku terus melihat mu, rasanya akan gila" Jasmine hanya terdiam dan sesekali mengangguk menampilkan senyum tanggan nya masih senantiasa mengelus kepala Haider dengan lembut hingga pria itu benar benar tertidur.


Setelah Haider tertidur baru lah Jasmine mengeluarkan tangisan yang sedari tadi ia tahan, sesekali ia memukul dada nya yang begitu sakit.


"kau yang membuat ku pergi dari mu, kau terus menyiksa ku"


"bodoh nya rasa cinta ku lebih besar dari rasa benci ku untuk mu, maafkan aku"


"aku juga tersiksa selama ini, kau yang membuatku pergi, kau yang memulai nya, kau tidak membiarkan ku menjelaskan semua nya" ucap nya dalam isakan, beberapa menit berlalu dan Jasmine mengecup kening Haider dan meninggalkan nya seorang diri.


Jasmine keluar dengan wajah sembab nya, air mata nya terus berjatuhan, tubuhnya begitu lemah. Beberapa pria dengan badan tinggi, kekar dan menggunakan baju serba hitam datang dan mengawal Jasmine.


Alex yang baru keluar dari lift bertatapan dengan mereka dan tak sengaja melihat beberap orang yang sedang berjalan kearah lift mengelilingi seorang wanita cantik.


"blackwidow mafia terbesar yang di lindungi di bawa naungan dan kekuasaan madam R, untuk apa mereka ke kampus ? astaga tuan muda" batin Alex saat melihat tato di pergelangan milik salah satu bodyguard Jasmine dan panik jika terjadi apa apa dengan Haider.


Alex berlari ke arah ruangan Haider, ternyata tuan nya sudah tertidur nyenyak menggunakan meja sebagai sandaran nya. Alice dan Steffen menyusul Alex beberapa menit kemudia.


"apa dia tertidur ?" ucap Alice memasuki ruangan Haider, Alice melirik seisi ruangan yang terlihat biasa saja namun nyaman untuk di beristirahat.


"ia nona, seperti nya tuan muda sangat kecapean belakanga ini" ucap Alex lalu mengambil surat di atas meja lalu memasukkan ke dalam saku baju.


"apa dia suka lembur ?"


"itu adalah makanan sehari hari tuan muda" ucap Alex dengan wajah datarnya.


"dia sangat gila berkerja" timpal Petter dan terkekeh pelan namun ia menghentikan tawa saat melihat Alice dan Alex menatap tajam ke arah nya.


"aku akan menginap bersama Haider" ucap Alice, Alex dan Petter menatap Alice dengan tajam.


"tuan muda tidak suka tidur bersama wanita yang bukan istri nya"Alice tersenyum penuh arti saat mendengarkan penuturan dari Alex.


"aku tidak sebodoh itu Alex, aku tahu Haider adalah seorang casanova sebelumnya" ucap Alice lalu berjalan ke arah Haider dan mengelus wajah tampan yang sudah terlelap.


Haider yang mendapatkan sentuhan tanggan di wajah nya langsung membuka mata dan menahan tanggan Alice.


"jangan menyentuhku" ucap Haider dengan wajah dingin dan suara yang terdengar penuh penekanan. Alice langsung menarik tanggan nya dengan cepat.


"maaf kan aku" Alice tersenyum namun Haider bangun dan memindahkan posisi tidur nya ke atas tempat tidur.


"nona Alice mau saya antarkan ?" ucap Alex karena tahu tuan nya tidak suka ada orang lain di kamar ini.


"Tidak perlu Alex, aku akan diantar oleh dia" tolak Alice dan menunjuk ke arah Petter.


"ha ? bagimana ak\~" ucap Steffen terpotong, karena Alice sudah merangkul nya.


"kami permisi" ucap Alice dan menarik tubuh Steffen.


............


Drt Drt Drt

__ADS_1


"bagimana ?"


"wanita itu bernama Ereine De Romanove, memiliki seorang putri, putrinya bernama Haizel Wilona"


"apa aku tidak salah mendengar nama itu ?"


"untuk apa aku berbohong, putrinya berusia lima tahun dua bulan, dan sekarang sedang di rawat karena mengidap penyakit leukimia, mereka sedang mencari pendonor yang cocok"


"pendonor ? lalu dimana ayah nya"


"tentu saja ayah nya tidak ada jika ada pasti mereka sudah melakukan operasi, anak nya masih terlalu kecil" ucap seseorang di balik telfon.


"apa hanya ini ?"


"sangat susah mencari informasi mereka, semua data hanya itu yang aku dapatkan"


tut tut tut


"sial dia menutup nya begitu saja"


...........


"maaf karena aku terlalu menyakiti kalian, tapi itu adalah jawaban tepat untuk merubah mu meskipun dengan cara yang salah." ucap Romanove sambil membelai foto Haider dan Jasmine yang tampak bahagia enam tahun yang lalu.


............


"Selamat pagi Tuan Muda" sapa Alex saat Haider membuka mata nya.


Haider melirik ruangan yang di tempati nya "Alex kenapa aku di sini ?" ucap Haider.


"tuan anda ketiduran semalam, aku tidak bisa membangunkan anda yang terlihat sangat terlelap" ucap Alex.


"jam sembilan harus ke W Hospital untuk menindak lanjuti rapat dan juga melakukan meeting bersama untuk penelitian obat terbaru yang akan di keluarkan tahun depan" ucap Alex.


"hanya itu ?" tanya Haider lalu melihat jam nya.


"jam satu siang akan makan bersama dengan kedua orang tua anda dan nona Alice"


"berarti waktu ku tersisa satu jam untuk bersiap siap" ucap Haider lalu berjalan keluar dari arah pintu.


............


Mobil Haider meninggalkan Internasional kampus di ikuti satu mobil bodyguard nya.


"tuan anda harus melihat berita ini" Alex menunjukan iPad nya ke arah Haidee.


Haider membacakan berita dirinya dan Alice yang begitu banyak di atas pencarian, ia memberikan iPad kepada Alex.


"bacakan"


Alex mulai membacakan semua artikel.


"Presdir muda sukses dan berprestasi HDC grup dan model sekaligus artis terkenal menjadi pasangan dansa di acara festival ulang tahun internasional kampus


Penerus HDC Grup dan W.corp muncul bersama pasangan nya di reuni sekaligus Festa Internasional Kampus


Alice model sekaligus artis terkenal berpasangan dengan pengusaha muda sukses, apa mereka akan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan ?

__ADS_1


Anak konglomerat dari dua perusahan terkenal membawa seorang artis menjadi pasangan di festa internasional kampus"


"Presdir sekarang nama anda sedang trending dalam kata kunci pencarian soal pertunangan dan pernikahan. Alice dan Haider William merupakan kata pencarian di google yang sedang membludak pesat" ucap Alex.


"bagimana dengan saham ?" tanya Haider.


"saham milik HDC Grup dan W. Corp tetap stabil kecuali saham dari Qentertaimen bertambah karena berita ini Presdir"


...drt drt drt...


...mom memanggil......


^^^•hallo?^^^


sayang apa kau sudah


mendengar berita pagi ini ?


^^^•sudah mon^^^


kalau begitu mama jujur saja pada mu


hari ini kita akan makan siang bersama


momy akan mengajak Alice


^^^•baiklah^^^


see you cano sayang


momy dan dady menunggu


...tut tut tut ...


Setelah dimatikan Haider duduk dan melihat ke sekeliling arah namun ia merasakan sakit di dadanya, seperti sesuatu menikam kuat dada nya.


............


uhuk uhuk huk gadis itu terus terbatuk dan memegangi dada nya dan merintih kesakitan.


"oh my sweetie, are you okey ?" ucap Jasmine panik.


"mom ?" lirih seorang gadis kecil yang sedang terbaring lemah.


"sayang kau tidak apa apa ?" ucap Jasmine lalu menekan panggilan kepada dokter anak yang menangani Haziel


"mom aku tidak ingin memakai ini" ucapnya ke arah infus yang masih melekat di tangga nya.


"tidak sayang, kau harus menggunakan nya, kau akan lebih kesakitan jika tidak menuruti permintaan momy" ucap pelan Jasmine sambil membelai wajah nya.


"mom dimana Hanzel ? aku mau bermain dengan nya"


"kaka mu sedang kemari dengan grandma, oia grandma membawa pizza kesukaan mu" Haizel tersenyum mendengar ucapan Jasmine.


"tapi ibu dokter melarang ku mom" ucap nya dengan wajah sedih dan mengerucut bibir nya.


"kau lupa sayang kalau momy memiliki kantong ajaib seperti doraemon yang bisa menyembunyikan pizza dari dokter cerewet itu" Haizel terkekeh pelan, tiba tiba ia merasa pusing, batuk dan memuntah kan cairan.

__ADS_1


Jasmine yang panik langsung mengambil tisu membersihkan mulut Haizel dan menekan panggilan darurat.


"mom" lirih nya pelan dengan rait wajah pucat.


__ADS_2