Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
episode 9


__ADS_3

" addduhhhh, pantat gueeeeee " ringis tea sambil mengelus elus pinggulnya.


richard tersenyum miring


" lo sengaja kan celakain gue " bentak tea sambil menunjuk richard.


" gue niatannya tuh baik, pindahin lo ke tempat tidur, trus lo bangun nampar gue, ya gue kagetlah, tapi sumpah lo berat banget, itu badan atau kuda nil sih " ucap richard sambil membuka laptopnya kembali.


" eh sembarangan ya kalo ngomong, badan gue kecil di bilang kuda nil, lo aja yng gak kuat " ucap tea


" bilang ajha nyari kesempatan dalam kesempitan" sambung tea.


" masih mending gue jatohin di tempat tidur, mau lo gue lempar ke tembok ??


lagian jadi cewe jangan kepedean, lo bukan tipe gue " tegas richard.


tea hanya menggerutu sebal, mengutuk laki laki itu dalam hati, sambil mngambil bantal dan slimut dengan niat mau tidur di sofa lagi.


" ehh mau kemana lo " tanya richar mengangkat alisnya sebelah.


" mau tidur " kata tea


" dimana " ucap richard


" di sofalah, masa mau tidur seranjang ma lo, ogah gue " kata tea sambil membalikkan tubuhnya.


" et dah, lo tidur ma gue disini" ucap richard sambil menepuk ranjang yang ia duduki saat ini.

__ADS_1


" amit amit " ketus tea.


" mau lo gue perkosa " ucap richard dengan senyuman menggoda.


" hah awas ajha luh, jngan deket deket " ucap tea mulai ketakutan,


" udaaahh, tidur ajha sini " kata richard


tea pun hanya menurut.


karena meskipun dia menolak dia tak ingin di perkosa suami sendiri, mau berdebat juga percuma.


akhirnya mereka pun tidur saling membelakangi.


KEESOKAN HARINYA


richard mulai terbngun dan merasakan ada orang yng memeluknya dari samping. dia memandangi wajah cantik tea saat tidur. terlihat tenang dan damai ada senyum terukir di bibir tipis richard.


tea mulai mengerjapkan matanya, mencoba bangun dari alam mimpinya, mengumpulkan nyawanya kembali, richard yang melihat tea mulai terbngun dia akhirnya pura pura tidur kembali.


sontak mata tea terbuka lebar ketika ia menyadari bahwa ia tertidur dalam posisi memeluk tubuh richard, dia langsung melepas pelukannya dan langsung menuju kamar mandi.


richard yang menyadari tingkah lucu istrinya hanya terkikik pelan di tempat tidurnya. dan memesan makanan untuk sarapan pagi ini sebelum mereka pulang.


tak lama kemudian tea keluar dengan pakaiannya karena sebelum ia masuk ke kamar mandi dia telah membawa baju ganti. dan mengucapkan selamat pagi pada richard, karna dia harus belajar hidup berdua dengan makhluk yang ia nikahi kemarin. tanpa menjawabnya richard kemudian masuk ke kamar mandi untuk memulai ritual paginya.


tea telah selesai berdandan dan duduk di sofa sambil membaca majalah yang ada di atas meja.

__ADS_1


richard kemudian keluar sambil mengeringkan rambut basahnya, sungguh sangat tampan, tea menutupi wajahnya dengan majalah yang ia baca agar tidak ketahuan oleh richard.


namun richard yang menyadari tea menatapnya tersenyum miring smbil terus mengeringkan rambutnya.


" setelah dari sini kita langsung ke rumah kmu, ngambil barang barang kamu sekalian pamit " ucap richard memecah keheningan.


" pamit ?? kata tea bingung.


" iya kita pindah ke rumah yang udah aku beli untuk kita tempati setelah menikah, aq udah ngomong sama mama papa kmu, daan mereka setuju " kata richard menjelaskan.


" ko gitu sih,, " kata tea cemberut.


" emang kmu mau ortu kamu tau hubungan kita yang sebenarnya dan membuat mereka sedih " kata richard.


tea menggeleng dengan cepat tanda dia tidak mau.


"ya udah kalo gitu nurut ajha " kata ricard lagi.


dan tea hanya mengangguk.


ting tong


suara bel kamar hotel berbunyi tanda ada tamu.


richard pun membuka pintu, ternyata itu pengantar makanan yang ia pesan tadi dan membawanya masuk.


kemudian sarapan bersama tea.

__ADS_1


__ADS_2