Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Bab 39.


__ADS_3

Satu tanggan Haider terangkat menunjuk ke arah pipi Hanzel dimana terdapat lesung pipi yang terlihat begitu manis.


"copian Jasmine" batin Haider.


"anak manis siapa nama mu ?"


"Hanzel, uncel jelek"


"nama ku Haider, dan aku tampan" ucap nya penuh penekanan.


"aneh apa mereka sedang berperang ? dan sejak kapan tuan ku ini bisa menyukai anak kecil ?" batin Alex masih dia menatap kedua insan beda usia tersebut.


"ck nama kita hampir sama dan aku tidak suka, momy sangat tidak kreatif memberikan ku nama" dengus kesal dari Hanzel.


"dimana orang tua mu ?" ucap Haider melirik ke arah seorang wanita yang sedang menerima panggilan dan membelakangi mereka dalam jarak yang jahu.


"itu grandma ku, momy di kamar adik ku"


"lalu ini ?" menunjuk kearah kota pizza.


"untuk adik ku" ucap nya dengan sandu.


"adik mu sakit ?" Hanzel mengangguk pelan.


"dia sangat kesakitan" menampilkan wajah khas anak kecil namun terlihat menggemaskan di mata Haider.


"jangan cenggeng kau harus jadi hero untuk adik mu" Hanzel menghapus air mata nya.


"uncle jelek mau kemana ?" tanya Hanzel.


"aku akan melihat banyak alat canggih terbaru dari rumah sakit ini dan menemui beberapa dokter hebat" ucap Haider.


"boleh aku ikut ucle yang tampan ? siapa tahu aku bertemu dengan dokter hebat yang bisa menyembuhkan adik ku"


"tentu saja boleh, tapi momy dan grandma mu ?"


"mereka tidak akan marah kecuali uncle jelek tidak menculik ko"


"ck anak ini tadi mengatakan aku tampan sekarang jelek lagi" batin Haider.


"baiklah, ayo ikut nanti aku akan mengembalikkan mu"


Haider mengendong Hanzel dan berlalu menuju lift khusus rumah sakit menggunakan idcard orang orang tertentu.


............


"Hanzel ? dimana kamu ?"


Grace kembali namun tidak menemukan Hanzel ia terlalu asik menelfon dan berbicara bersama Jimmy dan Romanove hingga tak melihat Haider yang berbicara bersama Hanzel.


Dengan tergesah gesah ia berlari ke arah kamar Haizel.


"mom kenapa terburuh buruh ? dimana Hanzel ?"


"Hanzel ? apa dia tidak ada ? Hanzel tidak di sini mom ?" ucap nya dengan wajah tegang dan khawatir.


"bukan nya dia bersama momy ?" tanya Jasmine tak kalah panik.


"aku menyuruh nya untuk menunggu tapi setelah aku kembali ia sudah tak ada dan aku hanya mendapatkan box pizza" ucap Grace sambil memegang kening.


"aku akan mencari nya momy tunggu di sini"

__ADS_1


Jasmine keluar mencari keberadaan Hanzel bahkan ia sudah ke tempat yang sering Hanzel kunjungi, ke taman rumah sakit, menuju ruang rawat seorang gadis kecil seusia Hanzel untuk mengecek keberadaan Hanzel namun semuanya nihil.


Sedangkan di ruang lain terlihat Hanzel dan Haider masuk ke ruang rapat bersama, dengan posisi Hanzel yang masih di gendong oleh Haider, terlihat seorang ayah yang begitu menyayangi sang anak.


Semua yang di ruangan di kejutkan oleh pemandangan tak terduga, pasal nya Haider sangat tidak menyukai anak kecil, bahkan Alex asisten nya saja tak percaya dengan Haider yang tiba tiba menyukai anak kecil, apa lagi anak itu adalah bocah menyebalkan yang terus memanggil Haider dengan sebutan uncle jelek, bodoh dan jahat.


"uncle jelek di sini sangat bagus, lihat mereka menatapa ku" ucapnya dengan mata berbinar menatap kearah para profesor, dokter dan para ilmuan.


"mereka menatap ku bukan diri mu"


"tapi mereka melihat ku uncle jelek"


"berhenti memanggil ku jelek atau aku akan menculik mu"


"baiklah uncle jelek" Haider hanya menghembuskan nafas nya secara kasar.


Dua jam Haider membahas soal perkembangaan obat baru bersama jajaran para dokter dengan profesi di lanjutkan dengan materi soal penelitian penyakit langkah yang akan di lakukan oleh beberapa dokter serta profesor dari pihak kampus internasional, bahkan saat rapat Hanzel tertidur memeluk Haider, terlihat Haider bahkan tak risih dengan keberadaan Hanzel.


"dia tertidur tapi setiap melihat mata dan senyum nya mengingatkan ku dengan Jasmine" batin Haider sambil menatap Hanzel.


"tuan apa anda akan terus menatap nya ? biar aku yang menggendong nya dan anda harus menanda tangani berkas persetujuan tentang produksi obat obatan terbaru" ucap Alex dan maju selangkah.


"berikan saja berkas nya" ucap nya


"sejak kapan tuan ku sangat menyayangi anak kecil" batin Alex lalu memberikan beberapa berkas.


Haider lalu meminta berkas tanpa memindahkan Hanzel dari gendongan nya, selesai dengan meeting Hanzel terbangun saat Haider sedang mengendong nya menuju lift.


"uncle apa sudah selesai ?" ucap Hanzel saat mendapati ruangan yang terlihat berbeda.


"hmm"


"hmm, akan aku cari untuk mu" ucap Haider berhasil membuat mata Alex membulat dan terheran heran dengan perubahan nya.


"sejak kapan tuan ku sangat mempedulikan orang lain ?" batin Alex lagi yang masih tak percaya pada perubahan Haider.


"benar kah ? terima kasih uncle tampan yang baik hati" tidak ada balasan akhirnya Hanzel bertanya lagi. "apa uncle marah ?"


"tidak" balas Haider cepat.


"belikan aku ice cream" Haider menatap mata Hanzel.


"tidak bisa kau belum makan"


"ayo lah uncle tampan" dengan wajah memohon yang terlihat sangat mengemas kan.


"ck anak ingusan ini sudah bisa merayu ku" gumam Haider namun Alex merasa lucu dan berusaha menahan tawa nya.


"anda sudah termakan rayuan bocah itu Presdir" ucap Alex dan Haider menatap tajam ke arah nya. "maaf Presdir" ucap Alex dan kembali menatap serius kedepan.


"lain kali aku akan membelikan mu ice cream"


mereka memasuki lift khusus dan Hanzel selalu menuntun Haider ke arah kamar sang adik


"di depan melewati tiga ruangan"


"adik mu menempati ruangan VIP ?"


"tentu saja grandma ku orang kaya, jika aku melaporkan mu pasti uncle akan di penggal"


"benarkah ? aku harus menemui grandma mu"

__ADS_1


"oh my god, itu pengawal grandma, uncle stop, turunkan aku" Hanzel mencubit pipi Haider agar ia menurunkan dirinya.


"aku akan mengantar mu"


"tidak uncle, lepaskan aku dan turunkan aku"


"tidak" Haider terus melangkah.


"ucle jelek momy akan marah dan mematahkan rahang mu, dan grandma akan  mematahkan kaki mu, lepaskan aku dari pada uncle di marahi momy"


"blackwidow ? apa dia cucu dari pemimpin blackwidow" Batin Haider.


"oh god kenapa uncle jelek tidak mendengar ku sama sekali" renggek Hanzel.


"tuan muda" sapa dua bodyguard saat meihat Hanzel.


"apa grandma di dalam bersama momy ?" tanya nya pelan hampir berbisik.


Grace yang mendengar sapaan bodyguard madam R langsung bergegas keluar di susul oleh Jasmine namun Grace yang mengetahui keberadaan Haider langsung memperkecil  kembali pintu dan menyuruh Jasmine tak keluar.


"kau bocah nakal kemarin sekarang juga" ucap Grandma Grace.


"ampun grandma Grace yang cantik, apa momy marah ?"


"ck, berani merayu ku anak nakal ? masuk dan minta maaf kepada momy dan Haziel yang terus menangis ingin bertemu dengan mu, jika tidak kau akan tau akibatnya. Dan jangan lupa grandma mu juga di dalam menunggu mu" ancam grandma Grace membuat Hanzel ketakutan.


"tidak sebaik nya seorang nenek menakuti cucu nya" ucap Haider membuat Grace menatap nya.


"bukan urusan mu, kau bahkan lebih menakutkan" ucap nya membuat Haider menahan amarah ny sedang kan Alex selalu mewanti wanit takut junior nya di tendang saat ia mengingat ucapa grandma Hanzel beberapa hari yang lalu.


"apa grandma R juga ada di dalam ?" ucap Hanzel.


"masuk Hanzel" ucap Jasmine di balik pintu.


Deg


"suara itu" Batin Haider tubuh nya membeku seketika.


"apa yang kau lakukan berikan cucu ku" ucap Grace


dan mengambil Hanzel dari gendongan Haider. Hanzel berlari kedalam ruangan pasien, lalu seorang wanita memeluk Hanzel, Haider hanya bisa melihat nya dari arah belakang karena posisi wanita itu membelakanginya.


"jangan membuat momy cemas" ucap nya pelan namun Haider masih bisa menangkap suara nya.


"suara itu" batin Haider, kaki nya bergerak masuk ke dalam untuk memastikan dugaan nya. namun ia hanya melihat seorang wanita memeluk Hanzel dan seorang anak yang terbalik lemah namun membelakangi Haider.


"maaf tuan jika bukan keluarga atau tidak memiliki urusan lagi silahkan pergi"ucap seorang bodyguard.


"aku hanya ingin memastikan seseorang" ucap Haider. Namun pintu langsung di tutup oleh Grace lalu ia berjalan ke arah mereka dan memeluk Jasmine bersama Hanzel.


"pergi lah selagi diminta baik baik" ucap tegas seorang bodyguard lainnya dan menahan lengan Haider, Haider menepis tanggan pria itu dan masih menatap ke arah ruangan.


"tuan kita harus kembali ke perusahan, ada sesuatu yang harus di bahas bersama beberapa pemegang saham" ucap Alex membuat Haider tersadar.


Haider menatap tajam ke arah mereka.


"aku akan pergi" lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


"Alex selidiki mereka"


"baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2