Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 98


__ADS_3

'' mas,, kenapa mbak Dewi masih disini..? bisik ku pelan pada mas Aldo yang menatap mbak Dewi masik berkutat di dapur pagi ini


'' entah,, mas. juga kurang tau..? ku lihat mas Aldo geleng kepala ketika aku bertanya pada nya


" kata mas, mbak Dewi gak bakalan kerja di sini lagi..? ucap ku pelan


" entah lah,, nanti mas. tanya kan sama agen nya..? ucap mas Aldo mengisi piring nya dengan nasi dan lauk pauknya


sarapan pagi berlalu dengan kami kini berpindah ke ruang tamu bersantai sambil melihat televisi


" bik Tami kemana ya..mas,, kenapa dari semalam kok, gak keliatan.?"


" iya ya,, kemana lagi bik Tami ini, selaman pas kita pulang, kata nya sih mau kemari nya pagi,, ini kok ya.. gak belum muncul, kok malah mbak Dewi yang di sini..?


" coba mas, tanyakan pada bik Tami,, kan. mas, masih punya nomer ponsel nya.?"


" iya.. masih,, coba mas, lihat dulu di kamar, ponsel mas masih di kamar..? mas Aldo beranjak dan pergi ke kamar untuk mencari ponsel nya


" bagai mana mas,,?


" gak di angkat sih,, kemana ya..bik Tami nya..? mas Aldo masih saja berkutat dengan ponsel nya yang tak kunjung di angkat


hingga siang hari pun bik Tami tak kunjung datang ke rumah, dan malah Dewi yang mengambil ali semua pekerjaan bik Tami,


" mbak Dewi,, sini sebentar..? panggil ku pada nya


" ada apa yang mbak..? Dewi dengan cepat menghampiri ku


" mbak tau nggak,, di mana rumah nya bik Tami, kenapa Jam segini belum juga datang untuk bekerja..? tanya ku sambil menatap wajah nya yang menunduk


" saya juga kurang tau mbak..,? mbak Dewi berucap dengan lirih


'' ya.. sudah,, kalau mbak Dewi gak tau,, saya hanya bertanya saja..? ucap ku pada nya


'' saya pamit kebelakang mbak,,?


'' iya mbak Dewi,,?


aku hany melihat kepergian nya ke dapur, setelah berlalu aku membenahi duduk ku, dan menatap ke arah televisi kembali

__ADS_1


sore berganti malam hingga ke pagi lagi, namun bik Tami tak kunjung juga datang ke rumah untuk bekerja membuat kami bingung


'' Han.. kamu di mana..? mas Aldo pulang dari membeli makanan pagi ini, karena tidak ada yang datang satu pun ke rumah


'' di sini mas,, di dapur..? saut ku,


'' loh.. kok pindah,, biasa nya di ruang tamu..? mas Aldo berjalan ke arah ku yang kini berada di dekat wastafel


'' iya.. tadi nya sih mau ngambil minum,, tapi lihat nih.. piring nya menumpuk begini..? aku menunjuk arah wastafel yang penuh dengan piring kotor


'' kamu duduk saja,, biar kan mas, yang mengerjakan nya.. ? mas Aldo pun meletakan Kiara di bangku lalu ia berjalan ke arah ku dengan cepat


'' tapi mas,, ini sedikit lagi kok..? ujar ku menoleh ke arah samping di mana mas Aldo tengah berdiri


'' gak, lepas kan sekarang juga, dan kamu duduk saja.. biar mas, yang akan. mengganti kan mu..?


'' tapi mas,?


'' sudah, lebih baik kau duduk dan temani Kiara itu,,! ucap mas Aldo menunjuk ke arah Kiara


aku hanya menurut saja pada mas


entah kenapa, semenjak pulang dari kota A, aku mulai sehat, tapi tidak sepenuh nya, kalau pagi masih saja tetap sama, namun kini tenaga sudah mulai ada, kepala pening namun tidak seberapa lagi


'' mas mau kemana..? tanya ku di kala mas Aldo melangkah kan kaki nya ke arah belakang rumah


'' mau melihat para pekerja, sedang menabur pupuk..? ucap mas Aldo


'' ikut mas, bosan di rumah..? pinta ku pada nya


'' emang nya kuat Han..? mas Aldo seraya mendekat ke arah ku


'' sedikit bisa lah mas,, kan gak jauh juga..? ucap ku


'' ya.. sudah,, ayo.. tapi bawa aromaterapi nya, nanti tiba-tiba pening bau pupuk gak tahan..?


'' ya.. mas,..? dengan cepat aku melangkah ke kamar untuk mengambil aromaterapi yang mas Aldo maksud kan


'' loh.. mana hijab nya..? mas Aldo menoleh ke arah ku di saat aku sudah berdiri di samping nya

__ADS_1


aku langsung memegang kepala ku, dan ternyata benar, kini aku tidak sedang memakai nya


'' oh.. iya,, kelupaan mas,,? aku kembali lagi ke dalam untuk mencari di mana ku letak kan hijab ku,


untung saja aku menggunakan hijab instan, jadi aku tidak repot lagi memakai nya, Tinggal pakai saja sudah selesai


'' ayo mas,,? dengan semangat aku melangkah sambil tersenyum lebar di kala sudah di dekat mas Aldo


'' ayo, mas, kunci dulu pintu nya..? mas Aldo seraya berdiri sambil menurun kan Kiara dari pangkuan nya dan mengunci pintu belakang


'' anak papa mau ikut berkebun ya..? ucap mas Aldo tersenyum senang dan malah mengelus perut ku sebelum mengandeng tangan ku dan Kiara pergi


'' iiss mas,, malu tau di lihat orang nanti..? aku memukul lengan mas Aldo pelan


'' biar aja,, istri sendiri juga, bukan selingkuhan,,? ucap nya Tampa beban


'' enak aja selingkuhan,, emang nya mas punya istri berapa,,? ucap ku sewot melepas kan genggaman nya


'' lah.. malah ngambek mama nya Kiara,,? mas Aldo menertawakan ku yang tengah marah pada nya


'' mas jahat,,? ucap ku sambil bersedekap tangan di dada


'' sini-sini,, papa peluk,, kok jadi ngambek sih..? mas Aldo langsung saja memeluk ku erat dan merangkul ku sambil berjalan menelusuri jalanan belakang rumah yang begitu luas


'' mas,, kenapa ini kok gak di isi sawit..? tanya ku ketika kami melewati tanah kosong dari belakang rumah, hingga mencapai sekitar lima puluh meter kebelakang


'' entah,, mas ada peling aja, harus di kosongin.. mana tau suatu saat di butuh kan sama anak kita..? mas Al seraya mengelus kembali perut ku


'' mau buat apa sih mas,,? tanya ku kembali


'' kayak nya sih,, kolam ikan bagus,, tapi mas belum sempat untuk mengelolah nya,, kamu saja baru agak lumayan sekarang, sebelum nya mas bagai kan kitiran.. muter terus kayak gangsingan itu..? ucap mas Aldo sambil terkekeh


mungkin mas Aldo teringat di kala aku hanya bisa berbaring lemah selama empat bulan lama nya, kini kandungan ku menjalani lima bulan


tapi perut ku sudah seperti hamil tujuh bulan besar nya, terkadang mau berdiri saja susah, apa lagi ketika sudah rebahan, rasa nya susah mau mereng salah, mau lurus apa lagi


'' kita belum pernah USG lagi kan Han..? mas Aldo menoleh sekilas pada ku sambil melanjut kan langkah kaki kami


'' belum mas,, kemarin kata mama mau ikut USG, tapi sampai sana gak jadi USG nya, palingan kita nanti ke rumah sakit biasa nya aja mas,,? ucap ku pada mas aldo

__ADS_1


__ADS_2