
Sudah satu Minggu berlalu dari kejadian Dion dan Dina di sekap, kini mereka bertolak kembali ke kota A, dan meninggal kan kota B, setelah semua masalah telah beres
Kini Dina pun sudah siuman semenjak tiga hari yang lalu, kini mereka dalam perjalanan pulang ke kota A
Seperti biasa, butuh tiga jam perjalanan dari kota B ke kota A, dan mereka kini sudah dua jam perjalanan, dan hanya membutuh kan satu jam perjalanan lagi agar sampai ke kota A,
" Mbak, ini sebenar nya anak siapa..? Tanya Dina, ia sudah dari dua hari yang lalu bertanya, dan penasaran, namun tidak ada satu pun jawaban yang ia dapat kan
" Entah lah, mbak juga belum tau,,? Jawab ku
" Mbak dapat kan dari mana anak ini..? Tanya Dina lagi heran
" Dapat dari reruntuhan tanah kemarin, dia sedang terjepit di antara bangunan penginapan yang tertumpah longsoran..? Jawab Hani
Yang mana Dina menutup mulut nya kerana syok mendapati jawaban Hani, ia sungguh tidak percaya akan semua ini,
" Ya..Allah mbak,, kasian sekali..? Ucap Dina tak percaya, anak sekecil ini bisa ada di dalam reruntuhan
" Maka nya mbak bawa kerumah, mbak kasian melihat nya, sedang kan orang tua nya sudah tidak ada lagi...? Ucap ku pada Dina
" Keluarga nya kemana mbak,,? Tanya Dina
" Mbak juga gak tau, keluarga dan kerabat orang tua nya sama sekali tidak ada yang bisa di hubungi..bahkan mbak juga sudah melakukan tes DNA kepada para korban, namun semua tidak ada ke cocokan sama sekali..? Ucap ku menjelas kan pada Dina
Setelah kasus Dion di tuntas kan, papa menyuruh orang suruhan nya untuk mencari identitas bayi yang sekarang Hani bawa, namun semua tak ada hasil nya sama sekali
Bahkan Hani sudah mencoba melaku kan tes DNA kepada korban reruntuhan tersebut, namun tidak ada kecocokan sama sekali, namun bayi ini mereka temukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan di temu kan nya para korban yang lain nya
__ADS_1
" Kenapa seperti itu,, kok ada yang aneh ya..mbak..? Ucap Dina heran dengan penjelasan Hani pada nya
" Mbak saja bingung, kalau pun ini anak selingkuhan dari salah satu di antara mereka, pasti Kan ada kecocokan salah satu di antara mereka, namun ini tidak sama sekali, dan ini sungguh sangat aneh..? Ucap ku lagi
" Seperti anak yang sedang di curi ya..mbak..? Celetuk Dina Tampa sengaja
" Ehh...mbak kok gak ada pikiran kesana ya..Din..? Ucap Hani dengan bodoh nya
" Kalau bukan anak di antara salah satu dari mereka, berarti, anak ini sengaja di culik dan di sembunyi kan mbak...? Ucap Dina
" Iya..juga ya.., tapi apa motif di balik penculikan bayi ini dan juga runtuh nya penginapan yang kita bangun ini..? Ucap ku bingung
" Kalau penginapan kita, jelas saja, paman ku yang..serakah, paman sengaja meruntuh kan penginapan itu, agar kami keluar dari persembunyian kami, mereka ternyata sudah memata-matai kita, semenjak sebulan terakhir ini, namun paman belum ada waktu yang pas, atau rencana mereka belum tersusun sebelum matang...? Ucap Dina
" Apa hubungan nya dengan kalian, kan sudah jelas, penginapan ini milik papa, kenapa paman mu mengincar penginapan ini .." tanya ku penasaran
" Karena papa selama ini melindungi kami, terutama bang Dion dan juga ibu, karena paman ingin menguasai semua harta peninggalan ayah, dengan paman menghancur kan penginapan ini, otomatis kami akan mencari dari mana sumber kenapa bisa ada longsor yang tak ada bencana alam sama sekali, dan ternyata paman sengaja menanam bom di atas tebing yang tidak terlalu jauh dari penginapan kita, paman sengaja meledakan bom itu, agar kami terkecoh, dan benar saja, adai waktu itu rasa penasaran ku tidak terlalu besar, , dan tekat bang Dion kuat ingin menyelidiki kasus longsor nya tebing itu, mungkin kami tidak bernasib jelek seperti yang sudah terjadi, aku tidak bisa membayang kan, kalau papa tidak mencari kami, mungkin saja kami sudah tiada..? Ucap Dina menerawang jauh dan membayang kan kejadian di mana mereka di sekap
Setelah itu Dina pun terdiam, dan aku pun pokus dengan kemudi ku, hingga sampai lah kami kini di halaman rumah, dan ternyata sudah ada ibu yang tengah menyambut kami
" Akhir nya kalian sampai juga, ibu pikir kalian tak jadi pulang..? Ucap ibu ketika kami baru saja turun dari mobil
" Pulang Bu, tidak mungkin kami tak pulang, kemarin hanya saja ada kendala, makanya kami tidak pulang,, saut mama
" Ibu kepikiran terus, kata nya hanya dua hari, ini kok lebih dari dua hari..? Ucap ibu Sasa
" Maaf Bu, kami tidak sempat mengabari ke ibu..? Ucap Dion pula
__ADS_1
Kami semua pun masuk, dengan aku mengambil alih anak yang belum di beri nama dari tangan Dina, dan membawa nya terlebih dahulu ke kamar ku, karena ia masih tidur nyenyak
" Makin hari kok, semakin imut saja kamu..? Ucap ku mengelus pipi nya yang tertidur pulas
Kini aku sudah mulai bisa mengurus anak bayi, dan aku pun sudah belajar cara memandikan nya, walau pun terkadang masih di bantu oleh mama dan juga Diana
Setelah meletakan bayi di tempat tidur dan memasti kan nya aman dan tidak terjatuh, kini aku pun kembali turun untuk mengambil koper ku, dan juga perlengkapan bayi ku
" Kamu dari mana Han..? Tanya mama ketika aku sudah bergabung dengan mama
" Dari kamar ma, naruh bayi biar dia tertidur lebih nyaman lagi...? Ucap ku pada mama
" Mau di beri nama apa, bayi mu Han...? Tanya Diana pula pada ku
" Entah lah, aku saja masih bingung mau di beri nama apa...? Ucap ku
" Bayi apa, yang sedang di ceritakan ini ..? Tanya ibu bingung
" Nanti saja Dion yang cerita Bu...? Ucap Dion menyahut pula
" Lebih baik semua istirahatkan dulu badan kalian, nanti baru mengobrol lagi...? Ucap papa pula
Kini aku pun mengambil dan membawa koper ku ke arah kamar ku, namun bingung, dengan bawaan sebanyak ini. Apa aku harus membawa nya satu persatu saja
" Kenapa mbak, bingung bawa nya...? Tanya Dion sambil terkekeh melihat ku kebingungan di dekat tangga
" Malah tertawa pula...bukan nya membantu...? Ucap ku sewot
__ADS_1
" Gitu aja kok gak bisa...? Ucap Dion
Dion pun mengambil alih koper dan juga tas perlengkapan bayi ku, kini ia sudah berjalan meninggal kan aku dan juga Diana