
"momy" suara mungil itu terus memberontak dalam dekapan Alex hingga ia jatuh tertidur karena penggaruh obat bius.
"apa yang kau lakukan pada putra ku ?"
"putramu hanya tertidur karena pengaruh obat" ucap Haider.
Jasmine menatap nya dengan mata berkaca "dasar pria brengsek" ucap Jasmine.
"bagimana bisa kau melakukan nya pada anakmu sendiri bodoh" batin Jasmine lalu berniat menujuh ke arah Alex untuk mengambil Hanzel namun tanggan nya lagi lagi di tarik oleh Haider setelah beberapa langkah menjauh.
Bugkkk
Tubuh Jasmine ditarik dengan kuat dan berputar menabrak dada bidang milik Haider.
"tatapan mata mu tidak bisa membohongi ku bahkan aroma tubuhmu, kau wanita ku Jasmine Murk" bisik Haider lalu menatap tajam mata Jasmine, tatapan mata mereka bertemu untuk beberapa saat.
Jasmine sedikit gugup saat Haider menatap dengan tajam dan menyebut nama nya.
"ikut dengan ku secara baik atau putra mu akan ak\~"
"kau ingin mencelakai putra ku ?" selah Jasmine.
"kau yang mengatakan nya, maka akan aku lakukan"
"jika itu terjadi kau akan menyesalinya, akan aku pastikan !" ucap nya dan mendorong tubuh Haider dan bergegas mengambil ahli gendongan Hanzel di tanggan Alex.
Saat Jasmine sedang mengambil Hanzel dari gendongan Alex, di saat yang bersamaan Jimmy masuk di dalam restoran milik Rania adik madam R.
Jasmine berjalan menuju Jimmy "apa semua baik baik saja ? apa ia tertidur ?" tanya Jimmy.
"dia tertidur uncle" ucap pelan Jasmine.
"uncle tolong jaga Hanzel, aku harus berbicara dengan pria bodoh itu" ucap nya lagi sambil melirik Haider yang terus menatap nya.
"baik nona, berikan tuan muda pada ku" ucap Jimmy lalu mengambil ahli gendongan dari Jasmine, Jasmine membelai wajah Hanzel yang tertidur pulas lalu memberikan kecupan di pipi nya.
"tolong jaga Hanzel untuk ku uncle"
"dia cucu kesayangan madam R mana mungkin aku tidak menjaga nya" ucap Jimmy lalu mendekap tubuh mungil milik Hanzel dan berjalan ke arah private room.
"momy adalah kaka dari ibu Haider berarti momy tahu semua tentang ku dan Haider, itu lah kenapa ia sangatmenyayangi cucu nya" batin Jasmine.
Jasmine terdiam dan hanya melihat ke arah Jimmy yang telah berjalan menuju private room.
"ikut dengan ku atau aku akan membawa mu pergi dan menjauh dari putramu" bisik Haider dan mengancam Jasmine.
Jasmine merotasikan bola mata nya, dan berbalik ke arah Haider yang sudah berada di belakang Jasmine namun posisi yang begitu berdekatan membuat nya terkejut dan hampir terjatuh namun Haider menahan tubuh Jasmine dengan satu tanggan yang sigap merangkul pinggang nya dan menariknya hingga tubuh mereka kembali menempel.
Deg
Lagi lagi posisi mereka sangat berdekatan, bahkan hembusan nafas mereka pun di rasakan saat mengenai kulit mereka berdua, netra mata Jasmine dan Haider bertemu.
__ADS_1
Deg Deg Deg
"kau wanita ku dan kau milik ku, hanya milik ku" batin Haider dan menatap Jasmine dengan tatapan yang sulit di artikan.
"seharusnya dari dulu kau menatap ku seperti ini" batin Jasmine sambil menatap netra mata Haider, lalu mendorong tubuh Haider.
"kau ingin berbicara tentang apa ?" tanya ketus Jasmine ke arah Haider.
"tidak sopan jika kita harus bertengkar di ruangan terbuka dan dilihat oleh semua karyawan ibu ku" ucap Haider melirik isi ruangan yang terlihat beberapa karyawan yang sedang menatap ke arah mereka, Jasmine mengikuti arah pandang Haider dan terlihat beberapa karyawan dan Alex sedang menatap ke arah mereka.
"ikut aku ke ruang private lain nya" ucap Haider dan berjalan meninggalkan Jasmine yang masih terpaku, tanpa di sadari oleh Jasmine ternyata Haider tersenyum dan memberikan jempol ke arah Alex dan beberapa karyawan.
"tugas kalian sudah selesai pergi lah ke belakang" ucap Alex pelan, ia sengaja menahan karyawan untuk melihat pertengkaran Haider dan Jasmine, agar Jasmine bisa menuruti permintaan Haider jika di ajak berbicara empat mata.
"ide mu bagus juga Alex" Batin Haider dan menatap ke arah Alex.
"anda tadi tersenyum tuan, senyum tanpa paksaan dan itu adalah senyum yang pernah aku lihat enam tahun yang lalu" batin Alex.
Hufttt
Suar hembusan nafas dari Jasmine, ia masih terdiam dan berpikir "apa kau akan terus berdiam disitu ?" tanya Haider yang memiliki jarak sedikit berjauhan dengan diri nya.
"menyebalkan dan selalu menyebalkan" lirih pelan Jasmine lalu berjalan mendekati Haider.
....,
"kak bisa kau jelaskan apa yang terjadi ?" tanya Rania.
"kau tetap kalah dari ku Will, kau lupa jika aku adalah Romanove"
Romanove melihat Rania dan Will dan tatapan nya berahli ke arah Alice yang sedang diam mendengar ucapan mereka.
Romanove manatap tajam ke arah Alice, pandangan mata Rania dan Will berahli ke arah Alice yang hanya diam saat kepwrgian Haider dan Jasmine.
"makan siang selesai, pergi lah" ucap Romanove kearah Alice, gadis itu menatap Romanove namun ia dengan cepat menurunkan pandangan nya.
"tatapan mata nya begitu tajam" batin Alice.
"sayang maaf karena aunty merepotkan mu, dan untuk rencana awal ku akan aku batalkan" ucap Rania sambil memegang tanggan Alice.
"tidak apa apa mom, aku ada jadwal syuting hari ini jam empat, aku pamit untuk beristirahat" ucap nya lalu meninggalkan private room.
"jangan berharap Alice, dari awal dia hanya mencintai wanita lain, dan tatapan kaka mom Rania begitu tajam, bulu badan ku sampai berdiri" batin Alice, ia berjalan sambil tersenyum ke arah beberapa karyawa dan tak melihat di depan jika Alex sedang membaca beberapa file perusahan di iPad dan berjalan ke arah Alice.
Brukk
"kau seharusnya menggunakan mata untuk melihat sekitar mu" ucap Alex dan membentak Alice lalu berdiri dan mengambil iPad nya yang berserakah di lantai.
"kau seharusnya fokus di jalan bukan hanya melihat posel dan merugikan orang lain" ucap Alice sambil melihat kaki nya yang terkilir dan bokong nya yang sakit.
"dasar manja" ucap Alex dan meninggalkan Alice.
__ADS_1
"si kutup es itu memang menyebalkan, dari awal ia memang menyebalkan" Alice mengingat bagimana Alex yang selalu menjemputnya tapi tidak pernah banyak berbicara, ia akan berbicara jika Haider memberikan amanah, dan berbicara seperlu nya jika di tanya oleh Alice bahkan kadang Alex mengabaikan pertanyaan Alice dan lebih memilih menggunakan airpods nya.
Dengan kesal ia berjalan keluar dari restoran mewah bintang lima milik mom Rania.
"sial, dia pikir ini tidak sakit dan seenak nya pergi tanpa meminta maaf bahkan mengatakan ku manja" ucap Alice saat di dalam mobil.
"kaki mu kenapa Alice ?" tanya sang manager
"terkilir karena menabrak tembok sialan"
"kau memang bodoh dan ceroboh"
"ck yang bodoh si tembok nya, kenapa salahkan aku" ucap nya dan menghempaskan diri ke belakang kursi mobil.
"kau memang aneh, bahkan kau menyalahkan tembok" ucap manager Alice dan mereka meninggal kan restoran mewah tersebut.
.....
"aku juga ingin mendengarkan penjelasan dari kalian" ucap Romanove.
"apa yang ingin kau dengarkan dari kami ?" ucap Will.
"ini tentang Jasmine dan Haider" ucap Romanove.
"kak aku tahu kau pasti sudah menyelidikinya secara diam diam" ucap Rania.
"kalian tahu jika Haider meminta Jasmine rutin meminum pill pencegah kehamilan ?"
"tentu saja kami tahu"
"dan kalian membiarkan nya ? membiarkan Haider memanfaatkan kondisi Jasmine untuk mendapatkan apa mau nya ? dan kau melanggar peraturan yang dibuat ku" ucap Romanove dengan tatapan tajam ke arah Will.
"kak kami mengetahui nya tapi, mereka saling mencintai ka, aku bisa melihat nya dari tatapan Haider saat ia memperkenalkan Jasmine pada ku, mungkin cara nya salah untuk memiliki Jasmine tapi kau tau sendiri Jasmine sangat susah untuk Haider taklukkan bahkan dengan harta pun ia tidak bisa di goyah" ucap Rania.
"dan karena itulah kalian tidak menegur nya bahkan ia hampir membuat kondisi adik Jasmine dalam bahaya ?" ucap Romanove saat mengingat kondisi Jay yang harus di operasi namun biaya pengobatan harus di hentikan oleh Haider, bahkan Haider melarang para dokter melakukan operasi.
"tidak seperti itu, bahkan setelah mereka sudah memiliki hubungan baru kami mengetahui nya, aku mengetahuinya setelah satu minggu mereka menjalin hubungan kontrak dan istriku mengetahuinya saat selesai pertemuan pertama dan makan malam di mansion" ucap Will menjelaskan karena Rania sudah tak bisa berbicara karena apa yang dikatakan oleh sang kaka benar adanya.
"kau pemilik rumah sakit, kenapa kau tidak bisa membantu gadis malang itu ?"
"karena aku tidak ingin Haider kehilangan orang uang ia sukai"
"sukai ? dari awal ia memang menyukai Jasmine namun itu karena perhatian Jasmine kepada Haider tanpa sengaja di uks kampus tanoa ada nya cinta" ucap Romanove
"tapi mereka saling mencintai pada akhirnya"
Ceklek
Pintu dibuka oleh seseorang yang tak lain adalah Jimmy membawa Hanzel dalam gendongan nya.
"oh astaga cucu ku yang berharga, apa dia tertidur Jim ?" tanya madam R namun Jimmy malah berbisik membuat wajah Romanove berubah seketika.
__ADS_1