
" aduhhh pusinggg,, kenapa aku mempunyai sahabat gila seperti dia,, blum lagi masalah perjodohan ini, aq kan belum melihat ftonya,, ahh sial nanti malam saja aq melihatnya langsung. " ucap batin richard sambil memijit pelipisnya.
tak lama kemudian rey masuk membawakan secangkir teh. richard langsung meminumnya.
" kenapa lu, muka di tekuk gitu kyak ayam keselek biji kedondong." ucap rey ngasal yank akhirnya mendapat balasan tatapan sinis dari temannya itu karena dia tau richard pernah masuk mafia, jadi dia takut membuat richard tambah kesal krna akan berakhir di balik papan alias alam baqa.
" ehehe,, santai aja kali chard, lo ada masalah apa ma om dan tante " ucap rey mulai srius.
" gue mau dijodihin ma anak temen papa " ucap richard dengan wajah datar.
" aduhh,, kasian idup tu cewe" lirih rey
" apa lo bilang.." ucap richard dengan sedikit tinggi.
" gak ada ko, trus masalahnya dimana, " tanya rey
" lu kan tau gue punya pacar sisil, gua juga gak cinta ma dia, yang belum ku ketahui asal usul nya. tpi aq juga gak mau kecewain ortu gua, dan gua udah trima perjodohan ini.ucap richard, dan rey hanya ngangguk gk jelas.
__ADS_1
" eh chard gua kasih tau yha, cinta itu bisa dtang setelah kita nikah, apalgi pilihan orang tua udah pasti di restuin dan gak ada orang tua yang ingin hidup sengsara. dan satu lagi cewe kayak bibit bobot sisil itu gak baik di pelihara lama lama, matrealistis banget " ucap rey panjang lebar.
" tumben otak lu jalan liciiiiinnnn kayak belut parutan " ucap richard sedikit menahan tawa.
" hah,, licin kayak parutan ?? gmana sejarahnya " ucap rey sambil garuk kepala persis monyet lagi renang.
richard hanya terkekeh melihat sahabatnya itu. meskipun dia humoris, dia sangat handal dalam pekerjaan, dan tetap memuaskan.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
" bunda, tea mau keluar sebentar mau ketemu ma lia di taman, boleh kan? ucap tea
" iyha bunda " ucap tea setelah itu pergi ke taman menemui temannya.
,,,,,,,,,,,,,
ketika aq sampai di taman aq telah melihat sahabatku lia tengah dduk di sana aq pun menghampirinya.
__ADS_1
" hay,, lia " ucap ku
" hey teaaaaaaaa," dia langsung memeluk ku dengan erat.
" kamu kemana ajha, aku sangat merindukan mu, lima tahun di paris trus kembali langsung nikah hiks,,,,, hiksss,,," dia masih saja memeluk ku dalam keadaan menangis.
" hey,, jangan menangis bodoh, kau merusak pakaian ku dengan air mata mu." ucap ku
" ih, kamu mah gitu,, " dia langsung melepas pelukannya.
lia adalah sahabat ku, dia juga tergolong kluarga konglomerat sama seperti ku walaupun aq masih jaub lebih kaya dari dirinya. aq menceritakan semuanya tentang masalah perjodohan ini kepadanya termasuk tentang makan malam nanti. dan dia hanya mendukung ku, karena apapun pilihan orang tua pasti tidak ingin melihat anaknya menderitaa.
Di rumah maliagung
Aq sungguh tak bergairah untuk malam ini. apalagi bunda menyuruh ku untuk mengenakan dres merah maroon selutut ini dan aq di suruh dandan sangat cantik, aq berpikir ini makan malam atau pertunangan sih ??
tak lama kemudian aq tlah selesai mempersiapkan diri, aq memakai dres ini dengan highill warna senada, dengan rambut ku kuncir kebelakang dengan kalung mutiara yang menutupi leher jenjang ku membuat ku terlihat glamour. aq cemberut menuruni anak tangga dan terlihat papa sama bunda telah menunggu ku.
__ADS_1
kami pun berangkat kesana.